
Meysa yang berada di depan pintu IGD RS. Dapat mendengar perbicangan mereka yang berada di dalam. Kupingnya terasa panas mendengarnya, gak menunggu lama cewek itu pun membuka pintu IGD RS.
Ceklek..
"Eh Meysa..." Sapa Dokter Lily yang hendak keluar dari ruangan IGD. Karena pemeriksaannya sudah selesai.
Meysa yang melihat sahabat Mommynya, ia tersenyum tipis. "Iya Tan!, ada apa ya" Tanya gadis cantik itu seraya menaikkan alisnya.
"Gak ada cuman ingin sapa kamu aja" Balas Dokter Lily seraya tersenyum.
Meysa hanya ber'oh ria doang sebagai jawaban.
"Tante pamit dulu ya, soalnya ada kerjaan yang harus di selesaikan" Ujar Dokter Lily ingin pamit.
Meysa pun mengangguk kepalanya mengiyakan. Setelah Dokter Lily pergi dari hadapannya. Ia pun melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.
Saat sudah berada di dalam ruangan. Ia langsung melemparkan tatapan tajam kepada Luziana yang berdiri di samping brankar kakaknya. Luziana yang melihat tatapan Meysa mengerutkan dahinya bingung.
"Meysa... udah pulang?" Ucap Mommy Liona yang melihat keberadaan anak bungsu yang sudah berada di ruangan Renaldy.
"Sudah dong, kalau belum mana mungkin ada disini." Gadis ini baru saja pulang dari les musiknya. Saat ingin pulang kerumah, ada pesan dari Papinya bahwa kak Al masuk rumah sakit. Gak perlu waktu lama ia langsung menuju ke rumah sakit tersebut.
"Iya juga ya," Balas Mommy Liona seraya menyengir bodoh. Meysa yang melihatnya memutar bola matanya jengah.
"Mommy, kak Al saya izin ke toilet dulu ya. "Pamit Luziana yang ingin membuang hajat nya.
Mommy Liona mengangguk kepalanya. "Iya tapi, jangan lama-lama ya! soalnya suami kamu mau di pindahkan di ruangan VIP" Tutur Mommy Liona kepada Luziana.
Luziana mengangguk kepalanya mengiyakan. Perempuan itu pun meninggalkan ruangan menuju toilet.
Meysa melihat Luziana pergi, ikut turut ingin pergi juga.
"Mommy Meysa pergi bentar dulu ya, ingin telepon teman" Pamit Meysa kepada Mommy Liona.
Mommy Liona yang mendengar putri bungsunya izin pamit mau menelepon kawannya mengerutkan dahinya heran.
"Kenapa gak disini aja teleponnya" Tanya Mommy Liona. Kenapa mesti harus di luar, kalau bisa disini cuman hanya untuk nelpon kawan kan.
"Disini berisik!" Jawab Meysa lalu pergi dari ruang IGD itu juga.
Mommy Liona yang melihat putrinya sudah pergi, mengehela nafas panjang. Tak berselang suaminya masuk ke dalam ruangan IGD.
Meysa yang sudah diluar, menyapu pandangannya mencari toilet. Pandangannya pun terfokus pada Luziana yang sudah di luar toilet. Dengan segera ia pun menghampiri perempuan itu.
"Lo masih ingat kan peringatan gue di waktu sekolah" Ucap Meysa yang sudah di hadapan Luziana.
Luziana yang melihat Meysa yang tiba-tiba di hadapannya, perempuan itu terperanjat kaget. Namun setelah itu ia memutar otaknya keras, tentang ucapan Meysa.
"Masih.." Balas Luziana yang mengingat bahwa dirinya tidak boleh berhubungan intim sama suaminya, dan misalnya dirinya hamil, cewek itu akan berusaha membunuh dirinya.
"Jadi-" Belum selesai Meysa ngomong Luziana langsung pergi duluan. Luziana lagi malas berdebat dengan Meysa apalagi mendengar ocehan cewek itu.
"Oi Lo pergi mana, gue ini belum selesai ngomong sama Lo" Ucap Meysa sedikit berteriak. Luziana yang mendengarnya tidak menggubrisnya. Ia tetap berjalan menuju kembali tempat suaminya.
__ADS_1
Meysa pun ikut menyusul langkah Luziana. Namun tak berselang lama. Ia bertabrakan dengan seseorang.
"Auuww.. ck' jalan itu pakai mata! bisa gak sih" Gerutu Meysa kesal. Untuk dirinya bisa mengimbangi badannya yang hampir jatuh, kalau gak dah tersungkur lantai dirinya.
Meysa mendongak kepalanya, menatap pria yang mengunakan baju tentara. Pria yang badannya berbalut baju tentara, mengerutkan dahinya heran. Padahal cewek itu yang menubruk badannya. Tapi kenapa dirinya yang di salahin. Gak mau berurusan panjang pria itu pun mengalah lagipun, yang menabraknya adalah seorang cewek. Nantik kalau berurusan dengan cewek bangkal panjang urusannya. Meskipun masalahnya hanya hal kecil. Nama juga cewek! tapi gak semua cewek begitu.
"Maaf saya gak sengaja" Ucap Pria yang mengenakan baju tentara. Meysa yang mendengar permintaan maaf dari Pria itu, mencebik kesal. Dia pun melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.
Pria itu yang melihat cewek yang menabraknya langsung pergi begitu saja, mengehela nafas panjang. Terlalu angkuh. Ia pun melanjutkan langkahnya menuju ruangan rawat jenderalnya.
Kini seluruh keluarga Hervandez berada ruangan rawat inap VIP, kecuali yang gak ada Papi Devan. Papi Devan yang tadi ada, tapi sekarang ntah kemana pria paruh baya itu pergi. Katanya sih! ada urusan kerjaan yang tidak bisa di tinggalkan. Kayaknya semua Pria di keluarga Hervandez terlalu sibuk dengan pekerjaan.
Meysa yang duduk di sofa sekali-kali melirik sengit, ke arah Luziana yang duduk di kursi samping brankar kakaknya.
Ceklek...
Pintu ruang rawat inap VIP pun terbuka menampilkan seorang pria yang mengenakan baju tentara.
"Assalamualaikum" Ucap Pria itu.
Semuanya pun menjawab. "Walaikumsalam"
"Mau jenguk Renaldy ya" Tanya Mommy Liona dengan ramah sembari tersenyum.
"Iya ibu" Balas Pria itu lalu menyalami wanita paruh baya itu. Saat menyalami Luziana, istri jenderal itu hanya mengatup tangganya saja. Pria itu yang paham ikut juga mengatupkan tangannya. Luziana kenapa menyalami hanya mengatup tangganya saja. Karena perempuan itu sudah bersuami gak mungkin kan salaman dengan Pria lain di depan suami sendiri. Apalagi dilihat kayaknya itu teman suaminya.
Dan tiba bersalaman dengan Meysa. Cewek itu hanya acuh, sibuk dengan ponselnya. Padahal pria itu sudah mengulurkan tangannya.
"Bukan ini cewek yang nabrak aku tadi" Gumam batin Pria yang mengenakan baju tentara itu. Mommy Liona yang melihat sikap putrinya menjadi emosi.
Meysa paham dari sorot mata Mommynya, langsung pandangannya fokus kedepan. Ia pun membalas salaman dengan Pria itu.
Tibalah bersalaman dengan Jenderalnya. Ia mengangkat tangannya, menghormat pada Renaldy yang merupakan Jenderalnya. Tak berselang beberapa detik ia pun bersalaman dengan Jenderalnya, bersalaman sebagai mana seperti layaknya sesama Pria.
Renaldy yang melihat sikap formal Arya, yang merupakan teman kerjanya. Mengelengkan kepalanya pelan.
"Silahkan duduk" Titah Mommy Liona ramah. Arya yang melihat ibu Jenderalnya yang ramah, menjadi tertegun. Ia pun mendarat bokongnya di sofa bersebelahan dengan Meysa.
Meysa yang melihatnya melirik sinis, merasa gak suka Pria itu duduk di sampingnya. Tapi jangan kira jaraknya dekat, jaraknya lumayan di katakan jauh,
beberapa meter.
"Gimana keadaan kau" Tanya Arya sopan kepada Jenderalnya.
"Biasa saja" Jawab Renaldy dengan eskpresi datar. Mommy Liona yang melihat sikap dingin putranya hanya bisa menghela nafas panjang.
"Nak nama kamu siapa" Tanya Mommy Liona kepada Arya seraya tersenyum. Arya yang di tanya langsung menjawab.
"Nama saya Arya Wiguna, tangan kanan jenderal Renaldy" Balas Arya dengan sopan. Mommy Liona pun menjawabnya hanya ber'oh ria.
"Tinggal dimana, dah punya istri apa belum" Tanya Mommy Liona dengan penasaran dengan tangan kanan anaknya ini. Yang lumayan tampan di matanya.
"Tinggal di kota B, kalau istri Alhamdulillah sudah punya" Balas Arya seraya tersenyum.
__ADS_1
"Kalau anak" Lontar pertanyaan lagi Mommy Liona seraya menaikkan alisnya sembari tersenyum.
"Kalau anak Alhamdulillah udah punya juga satu" Jawab Arya yang sekali-kali melirik Jenderalnya.
"Dengar itu Al, teman kamu udah punya anak masa kamu belum" Sindir Mommy Liona. Renaldy yang mendengarnya memutar bola matanya balas.
Arya yang melihat Jenderalnya di sindir Mommynya. Tersenyum puas. Ia pun menoleh kesamping terdapat cewek yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya.
"Itu adiknya Renaldy, namanya Meysa Fiola Hervandez, dia masih duduk di bangku SMA kelas sebelas" Ujar Mommy Liona memberi tahu. Arya yang mendengarnya mengangguk paham, tapi namanya seperti gak asing di pendengaran.
"Meysa Fiola?.." Ulang Arya menaikkan alisnya.
"Iya kenapa" Tanya Mommy Liona bingung.
"Gak namanya, seperti penyanyi remaja terkenal itu" Balas Arya yang mengingat ada cewek remaja yang terkenal akan suara emasnya, dan pandai dalam bermain semua alat musik.
"Iya itu dia, adiknya jenderal kamu. Dan lagi duduk di samping kamu" Ujar Mommy Liona seraya tersenyum.
"Ouhhh..." Arya tampak tersenyum seraya menatap wajah cantik Meysa yang lagi lalai dengan ponselnya.
"Kenapa kamu suka dengan anak saya, sampai kayaknya teringat kali dengan namanya Meysa Fiola" Seloroh Mommy Liona seraya menggoda.
"Ouhh gak! saya teringat kali dengan namanya Meysa Fiola itu karena istri saya sering sebut penyanyi terkenal remaja namanya Meysa Fiola. Karena istri saya suka dengan nyanyian anak ibu. Kalau saya mah enggak" Ujar Arya apa adanya. Sembari mengingat istrinya sangat suka sekali dengan penyanyi namanya Meysa Fiola. Sampai-sampai membeli semua album mengenai Meysa Fiola itu.
"Ouhh..." Mommy mengganggu kepalanya paham.
"Jadi bukan kamu yang suka ni.." Seloroh Mommy Liona seraya tersenyum jahil.
"Iya enggak, saya kan sudah punya istri ngapain suka dengan wanita lain" Balas Arya.
"Siapa juga tahu nantik kamu berpaling dengan anak saya. Sedangkan anak saya aja kan cantik, apalagi seorang penyanyi terkenal" Canda Mommy Liona.
"Ouh itu gak mungkin, emang benar sih anak ibu cantik. Tapi lebih cantikan istri saya, saking cantiknya gak ada duanya" Mommy Liona yang mendengarnya tergelak tertawa.
Mengetahui istri Arya yang ngefans dengan adik Jenderalnya. Meysa pun di suruh oleh Mommy Liona nge-save kontak nomor istrinya Arya.
"Siapa namanya" Tanya Meysa sembari memegang ponselnya.
"Diana" Jawab Arya. Meysa pun mengetik menulis nama kontak nya Diana.
"Nantik jangan lupa datang ulang tahun putri saya ya! pas bulan enam" Ujar Arya memberi tahu. Dia ingin mengasih suprise untuk istrj tercintanya, dengan mengundang Meysa di ulang tahun anaknya. Meysa pun mengangguk mengiyakan.
"Jadi ni.. Meysa doang ini di undang! kami ini pada gak di undang juga gitu" Aduh.. Mommy Liona asik sekali orangnya. Dah ramah seorang istri pengusaha kaya lagi. Siapa yang berdekatan sama Mommy Liona pasti langsung akrab.
Arya mendengarnya terkekeh pelan, dan merasa lucu juga karena anaknya semua pada dingin. Sedangkan Mommynya itu ramah sekali, terus asik lagi orangnya. Kalau Papi Jenderalnya. Gak tahu kayak gimana ntah dingin kayak anaknya yang dua ini, atau malah sebaliknya.
Sementara Luziana sedari tadi hanya diam. Kalau di katakan dingin seperti mereka enggak juga. Karena Perempuan itu kurang cepat berbaur sama orang-orang yang menurutnya asing. Tingkat sama suami sendiri dia pendiam apalagi sama orang lain, sama orang gak kenal.
"Semua keluarga Nyonya saya undang" Ucap Arya sembari terkekeh.
"Wah.. asik nantik dapat makan enak ni" Seru Mommy Liona tergelak tertawa. Padahal Mommy Liona setiap hari makannya enak-enak, tapi kenapa di undang bilangnya asik dapat makanan enak ya?
Arya pun tersenyum lebar. "Saya izin pamit pulang dulu ya" Ucap pria itu. Semua pun mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
"Hati-hati ya.." Ucap Mommy Liona.
Arya yang hendak ingin menutup pintu ruang rawat inap VIP. Tersenyum lebar. "Iya" Jawabnya lalu menutup pintu ruang rawat inap VIP nya.