Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Nasihat Mama Safira


__ADS_3

"Maaf ya tentang kejadian tadi, yang aku ngatain kamu tol*l budeg. Maaf ya! soalnya aku gak tau kalau itu kamu" Ucap Luziana meminta maaf soal pasca kejadian di hotel permata. Kini mereka tinggal berdua di dalam ruangan rawat inap VIP. Semuanya sudah pada pulang. Karena ada kegiatan besok yang mereka harus lakuin. Mommy Liona serahkan semuanya kepada Luziana untuk menjaga putra sulungnya, alias suaminya sendiri.


Renaldy yang mendengarnya tersenyum kecil. "Terus kamu kirain saya itu apa!" Tanya Pria itu sembari mengingat kejadian tadi.


Luziana yang di berikan pertanyaan seperti itu menautkan jarinya cemas. "Penjahat..." Cicitnya pelan.


Renaldy yang dapat mendengarnya terkekeh pelan.


"Tapi bener kok saya benar-benar gak tahu kalau itu kamu. Soalnya kamu nampak keren dari pada sebelumnya" Sambung Luziana. Terus kalau nampak keren di kirain penjahat begitu. Ada-ada aja Luziana.


"Iya saya maafin kok, lebih baik kamu kedepannya jangan pergi tempat yang bisa membahayakan keselamatan kamu sendiri" Nasihat Renaldy yang berbicara pakai kata saya, kamu.


Luziana yang mendengarnya mengangguk paham. "Terimakasih atas nasihatnya." Kini mereka berdua tidak ada yang bersuara lagi, mereka sibuk bergelut dengan pikiran masing-masing. Tak berselang lama Renaldy membuka suaranya.


"Soal tadi, apa yang dibilang dokter Lily gausah pikirin ya" Ucap Renaldy dingin dengan tiba-tiba.


Luziana mendengar suaminya berbicara, celingak-celinguk tak kirain dirinya ada orang lain selain mereka.


"Iya.." Jawab Luziana sembari mengingat tentang perkataan dokter Lily tentang anak. Dalam benak Luziana ia penasaran kenapa suaminya kayaknya sama seperti tidak ingin punya anak dulu, atau mungkin karena dia masih seorang pelajar mungkin aja.


Rasa kantuk pun mulai terasa. Ia pun merebahkan tubuhnya di sofa sembari memejamkan matanya, setelah melihat kayaknya suaminya sudah tertidur.


Renaldy yang baru memejamkan matanya. Kini kelopak matanya terbuka lagi. Ia menatap sebelah kirinya, yang terlihat istrinya sedang tidur pulas. Ia pun bangkit dari brankar menjalan mendekati istrinya yang tengah tertidur pulas. Dan selimut perempuan itu sudah tergeletak di lantai. Pria itu pun mengambil selimutnya. Kemudian menyelimuti istrinya, saat hendak menyelimuti istrinya, ia menatap perut rata istrinya.


Renaldy pun menyingkap baju piyama Luziana dan mengusap perut ratanya.


"Maafin ayah, ayah bukannya gak mengharapkan kamu hadir dalam kehidupan kami. Cuman waktunya saja belum tepat. Maaf ayah, saya harap kamu tidak secepatnya hadir dalam kehidupan kami" Ujarnya seolah berbicara dengan benih yang ia tanam sendiri di dalam rahim istrinya. Renaldy pun kembali menyelimuti istrinya. Lalu mengecup kening Luziana yang sedang tertidur. Tidak ada pergerakan dari perempuan itu. Baru pertamakali bagi pria itu mengecup kening Luziana yang sedang tertidur, biasanya pria itu gak. Karena mungkin Luziana terlihat tertidur pulas.


Renaldy pun kembali tidur di brankar nya. Pria itu lagi dalam kondisi tidak di infus, karena jika di infus susah bergerak bebas. Makanya ia meminta lebih baik gausah di infus. Lagipun pria itu bukan keadaan sakit parah. Sakit parah gak sakit parah tetap harus di infus, air infus itu agar di dalam tubuh ada cairan tubuh. Tetapi karena Renaldy memaksanya, para dokter pun menurutinya. Tapi tidak untuk besok, ia akan di infus oleh salah satu perawat rumah sakit ini.




Hubungan mereka terasa lebih hangat dari pada sebelumnya. Kadang-kadang sikap Renaldy kembali pada sifat nya yang dingin. Tidak ada pengganggu yang biasanya, ingin merusak hubungan mereka. Meysa yang suka bikin rusak suasana. Beberapa hari ini tidak menjenguk kakaknya yang di rumah sakit. Mungkin aja cewek itu di larang oleh Mommy Liona. Mommy Liona pengen hubungan mereka semakin dekat dan lebih terbuka terhadap satu sama lain. Makanya ia melarang tidak ada boleh menjenguk Renaldy sebelum wanita paruh baya itu izinkan.



Kini sudah hari ketiga Renaldy di rumah sakit Medika. Lalu sekarang waktunya sudah pukul delapan malam, rencananya mereka besok sudah mulai pulang. Orang tua Luziana yang tahu menantunya masuk rumah sakit. Sekarang datang menjenguk menantunya yang sedang sakit itu.



"Gimana hubungan kamu dengan nak Renaldy. Sudah melakukan itu apa belum?" Tanya Mama Safira pada putrinya sulungnya. Luziana yang tahu maksud Mamanya, berusaha mengalihkan pembicaraan.



"Ngomong apa sih mah gajelas banget" Ucap Luziana sembari memijit pelipisnya yang sedikit pusing. Kenapa sih semua orang menanyakan hal itu. Dan terlalu kepo tentang pernikahan mereka.



"Masa kamu! gak tahu sih maksud Mama itu apa Luziana. Apa jangan-jangan kamu belum ngelakuin-nya" Tukas Mama Safira.



Luziana yang mendengarnya. Mulai deh pidatonya panjang lebarnya.

__ADS_1



"Ini ya! dengan nasihat Mama. Kamu kalau belum ngelakuin-nya nantik mau hubungan kamu gak langgeng sama suami kamu." Apa hubungan sih gak ngelakuin itu gak langgeng hubungannya. Bilang aja to the point kalau pengen cucu. Itu aja ribet amat sih.



"Mau suami kamu ninggalin kamu? enggak kan. Makanya kamu dengar kata Mama kamu harus lakuin itu Luziana. Sampai kapan sih kamu harus nunda-nunda" Sewot Mama Safira. Luziana yang mendengarnya hanya mengangguk kepalanya. Gak tahu harus berkata apalagi.



"Jangan mengangguk-angguk kepala saja. Kalau gak di lakuin, sama saja itu bohong. Ada dengar Luziana. Kalau gak pas pulang dari rumah sakit ni kamu lakuin cepat!" Titah Mama Safira.



Luziana yang mendengarnya terperanjat kaget. "Hah.." Pekik Luziana dengan raut wajah kaget.



Semua perhatian mengalihkan pandangannya kepada mereka berdua.



"Kenapa sih Luziana kamu teriak-teriak" Tanya Papa Harris kepada putrinya.



"Gak ada papa kok pah" Yang jawab bukanlah Luziana melainkan Mama Safira. Papa Harris yang mendengar jawaban istrinya kembali berbincang-bincang pada menantunya tentang bisnis.




"Gimana gak kaget coba mah. Masa pas pulang langsung ngelakuin itu. Sedangkan suami Luziana baru sembuh dari sakitnya" Mama Safira mendengarnya ada benar juga dengan perkataan putrinya.



"Lagipun kalau sekali buat, gak mungkin cepat jadi kan kayak mie instan. Itu butuh proses, mau jadi Dede bayi. Masa Mama dah pengalaman gak tahu" Cibir Luziana sembari membetulkan posisi duduknya. Mama Safira yang mendengarnya, dah nampaknya mulai mengamuk.



"Jangan ceramah-in aku yang sudah pengalaman. Dengar ya sekali kamu buat langsung jadi dede bayi. Asalkan kamu mau bersungguh-sungguh buatnya. Mau tahu caranya biar Mama kasih tahu" Ujar Mama Safira dengan raut wajah emosi. Luziana mendengarnya rasanya siap-siap ingin kabur. Dengar omongan lantur Mama Safira.



"Ini caranya -" Belum apa-apa sudah ada yang potong omongannya.



"Kakak Luziana temani Febby jajan yuk...." Ajak Febby seraya menarik tangan Luziana. Yes penyelamatnya sudah datang. Batin Luziana.



"Nantik aja ya sayang. Mama pengen ngomong yang penting dulu sama Kakak kamu" Ucap Mama Safira agar putri bungsunya memberi pengertian.


__ADS_1


"Gak mau, ngomong pentingnya nantik aja dulu Febby pengen jajan dulu sama kak Luziana" Ujar Febby yang gak mau di gugat.



Terpaksa Mama Safira mengiyakan. "Jangan lama-lama ya!" Ujar Mama Safira dengan wajah yang di tekuk kesal.



Luziana yang melihat wajah Mamanya. Rasanya ingin tertawa puas. Tapi ia urungkan. Saat sampai di mini market rumah sakit. Luziana di buat sangat kesal, lebih baik dia mendengar ocehan Mamanya dari pada menemani adiknya.



"Cepat jajanya" Titah Luziana pada adiknya.



"Tapi Kakak belanjain ya! soalnya Febby gak ada duit" Ucapnya dengan tampang sok polosnya.



"Dajjal Lu emang" Mending kayak gini dengerin ocehan Mama Safira. Daripada uangnya bakal terkuras habis sama ni bocah. Kirain Luziana dia ada uang sendiri, cuman minta di temani doang. Ternyata selain minta di temani doang, minta di bayarin juga.



Dengan entengnya dia bilang. "Suami kakak-kan kaya!" Boleh gak sih adik kayak gini kita tendang aja di sungai Amazon. Biar ***Mampus***! di makan sama ikan piranha sana.



...----------------...



JANGAN LUPA DUKUNGANNYA AGAR AUTHOR SEMANGAT UPDATE



LIKE



VOTE



KOMENTAR



RATING BINTANG LIMANYA



JANGAN LUPA GIFT HADIAHNYA 😍♥️


__ADS_1


TERIMAKASIH


__ADS_2