Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Dipengaruhi obat


__ADS_3

"Gimana keadaan istri saya? apa baik-baik saja" Tanya Renaldy dengan ekspresi sangat khawatir.


Dokter citra menghela nafas panjang sebelum, menjawab pertanyaan Renaldy.


"Alhamdulillah kondisi luziana sudah baik-baik saja, begitu dengan baby twins nya" Ujar dokter citra menjelaskan. Membuat Renaldy yang mendengar perkataan, dokter citra bernafas lega. Kalau istrinya sudah baik-baik saja. Begitu juga dengan Arya.


"Tuan ada yang ingin saya ngomongin kepada anda berkaitan dengan Nona Luziana, tapi tidak bisa disini. Jadi ketempat ruangan kerja saya" Ucap dokter citra lalu di angguki kepala oleh Renaldy.


"Arya tolong kau jaga istri saya sebentar!" Pinta Renaldy kepada Arya. Arya pun mengangguk mengiyakan.


Setelah itu Renaldy pun mengekori dokter Citra menuju ruang kerjanya.


"Begini tuan, saya tau ini berat bagi anda. Tapi saya ingin anda lebih ekstra memerhatikan istri anda. Apalagi hamil muda ini sangat cukup sensitif bagi nona Luziana. Kemudian ada pernah riwayat keguguran. Jadi anda tolong bisa memakluminya. Dan usahakan mungkin jangan sampai depresi itu bakal nantinya membahayakan keadaan janin di dalam kandungannya" Ujar dokter citra memberikan peringatan.


"Baiklah saya akan usahakan" Balas Renaldy diikuti anggukan kepala.


"Tapi dokter! Saya ingin tahu kenapa keadaan istri seperti itu tadi, ada bercak darah" Tanya Renaldy seraya mengerutkan dahinya. Melihat kondisi istrinya seperti tidak biasanya, dan bawaannya pengen tidur aja.


"Ya itu terutama karena ada depresi! kemudian Nona Luziana seperti ada meminum obat tidur yang berdosis sedikit tinggi. Makanya mempengaruhi keadaan janin, dan terjadi pendarahan ringan. Untung aja tuan Renaldy segera membawa ke rumah sakit. Dan segera langsung di tanganin. Kalau mungkin saja telat saya tidak tau apa yang telah terjadi kepada janin Nona Luziana" Ujar dokter citra menjelaskan.


Renaldy mengerutkan dahinya heran, kalau penyebab istrinya seperti itu karena obat tidur.


"Karena obat ya dok? Bukan karena alkohol. Soalnya tadi saya bilang ada. Bercak darah, istri saya malah bilang itu karena lagi datang bulan! Makanya saya mengira kalau istri saya lagi pengaruh alkohol" Ujar Renaldy bertanya.


"Ya karena itu di pengaruhi obat tidur. Makanya ngomong agak ngelantur. Jadi Nona Luziana tadi berbicara tuan sebelumnya, belum dalam kondisi sadar sepenuhnya. Dan bukan karena alkohol" Jawab dokter citra seadanya.


Renaldy pun mengangguk kepalanya paham.




Luziana membuka kedua kelopak matanya seraya mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya lampu, rawat inap. Ia pun menatap sekelilingnya yang bernuansa putih. Dan bau obat yang begitu menyengat di indra penciumannya.



"Mas.." Panggil Luziana dengan suara parau nya. Renaldy yang duduk di samping ranjang istrinya. Tidak menggubris panggilan tersebut.



Membuat Luziana mengerutkan dahinya heran. "Mas marah ya.." Tanya Luziana yang melihat suaminya seperti tidak memedulikan dirinya. Namun tetap tidak ada respon.



"Mas jangan gitu! aku gak suka di diamin. Jadi maafin aku ya mas, aku tahu, aku salah. Aku udah pengen bilang ke mas. Kayaknya mas sibuk jadi makanya, aku gak bilang kalau ada Mommy sama Meysa dirumah" Lirih Luziana dengan mata berkaca-kaca.


__ADS_1


Renaldy menghela nafas pelan seraya mengusap wajahnya kasar.



"Kan kamu bisa chat di wa. Kalau Mommy sama Meysa dirumah" Balas Renaldy membuat Luziana makin bersalah.



"Aku lupa! tapi mereka nggak ngap-" Omongan Luziana yang belum selesai langsung di potong oleh Renaldy.



"Ngapain kamu minum obat tidur?" Potong Renaldy dengan bertanya. Luziana mendengar pertanyaan yang di lontarkan suaminya, memutar otaknya keras.



"A-ku..."



"Ya aku apa? Jawab yang benar! dan tidak ada boleh ada yang ditutupi. Kalau kamu menutupi kamu sama aja kayak mereka gak ada kurangnya" Ucap Renaldy tegas. Membuat Luziana makin bingung harus menjawab apa.



"Ya aku takut, kejadian yang waktu bulan lalu terulang lagi. Meysa mengungkit aku bunuh anak ku sendiri" Lirih Luziana dengan menahan air mata yang ingin turun. Sekilas bayangan dulu, masih terbayang dibenak nya.




Renaldy yang mendengar, pembicaraan sudah tidak sebatasnya lagi. Pria itu mencoba mengalihkan pembicaraan. Apalagi dirinya juga termasuk andil dalam kejadian istrinya yang mencoba, mengugurkan kandungannya.



Renaldy mengangguk kepalanya, pelan. "Ouh maafin mas, mas gak tahu kalau kamu ingin minum obat itu hanya untuk nenangin diri. Mas cuman gak suka lihat berbuat hal nekat" Ujar Renaldy seraya menggapai tangan mungil istrinya yang tidak di infus.



Luziana mengeleng kepalanya. "Gak papa kok mas, aku juga gak tahu kalau obat itu bakal bahaya buat bayi kita" Balas Luziana seraya menggenggam tangan suaminya



"Kamu udah makan?" Tanya Renaldy lalu Luziana mengeleng kepalanya pelan.



"Belum.." Jawab Luziana seraya menyengir.

__ADS_1



"Yaudah kamu makan dulu! terus tidur" Ujar Renaldy. Membuat Luziana langsung mengeleng kepalanya.



"Aku gak mau makan! nasinya hambar dan mancam nasi adik bayi aja, aku mau kue aja"



...----------------...



Jangan lupa dukunganya biar author semangat update terbaru 🖤🖤😘



Like



Komentar



Vote



Hadiah



Rating bintang limanya 🌟🌟🌟🌟🌟



Follow Instagram author: maulyy\_05



Buat para readers, jangan lupa mampir di karya baru author ya.



Judul nya: Vanilla (Love and Dare)

__ADS_1


__ADS_2