
"Keluar.. Atau saya tembak mati" Ancam Renaldy dengan nada yang dingin. Membuat pasokan udara seakan menepis, mendengar ancaman tersebut. Namun Mommy Liona dan Meysa berusaha tetap tenang. Walaupun sudah berkeringat dingin.
"Duuh gimana ni Mommy?" Ucap Meysa yang sudah ketakutan mendengar ancaman kakaknya yang gak pernah main-main.
"Apa kita keluar aja?" Tambah Meysa.
Mommy Liona mengeleng pelan. "Jangan... Yang ada kita menambah masalah baru lagi!"
"Tullah ini semua gara-gara Mommy, siapa suruh pengen lihat anaknya kak Al. Jadinya begini kan" Gerutu Meysa dengan nada berbisik. Mommy Liona mendengar perkataan putri bungsunya, berdecak kesal.
Sementara Renaldy yang berfirasat aneh di dalam ruangan tersebut. Seperti mendengar ada nada orang bicara. Tapi bukan dari luar. Namun di dalam ruangan tersebut.
Dengan langkah pelan, pria itu menghampiri sebuah meja. Firasat nya, suara itu berasal dari meja tersebut. Mommy Liona yang melihat putranya ingin mendekati tempat persembunyian mereka. Berdoa di dalam hati. Jangan sampai putranya itu menangkap basah mereka berdua.
"Plisss... Jangan kesini" Gumam Meysa di dalam hati dengan rasa takut yang mengguncang dirinya. Sampai-sampai rasanya, ingin ngompol di celana.
Pas sudah berada di hadapan depan meja. Renaldy menundukkan kepalanya. Namun sebelum menundukkan kepalanya, para suster sudah terlebih dahulu datang duluan, dengan tergesa-gesa.
"Permisi tuan, Saya ingin menyampaikan keadaan nona Luziana tiba-tiba saja drop. Dan sekarang kami membutuhkan donor—an sebab darah dirumah sakit ini, untuk golongan nona Luziana sudah habis" Ujar suster tersebut, membuat Renaldy terperangah kaget.
"Segera hubungi bantuan rumah sakit lain" Titah Renaldy.
"Sudah tuan, cuman lagi di proses. Kami perlu tanda tangan anda. Dan tuan bisa menanda tangani nya. Di tempat pengambilan kantong darah." Mendengar itu, Renaldy langsung pergi ke tempat yang di bilang suster tadi.
Akhirnya Mommy Liona dan Meysa bisa bernafas lega dan mereka pun keluar dari tempat persembunyian mereka. Setelah melihat Renaldy sudah pergi dari tempat itu.
"Hampir dikit aja ketahuan"
"Iyah.."
__ADS_1
Pagi pun datang. Mommy Liona yang sudah berada di tempat penginapannya. Langsung menghampiri suaminya yang sedang duduk di kursi dekat kolam renang.
"Papi, Papi, tahu gak?" Tanya Mommy Liona kepada suaminya. Papi Devan yang sedang membaca koran langsung menoleh menatap istrinya.
"Tahu apa?"
"Tahu kalau anaknya Al mirip banget dengan dia..." Ujar Mommy Liona menjawab dengan heboh. Papi Devan yang mendengarnya, mengeleng pelan.
"Yah... Benar juga ya. Tapi Papi anaknya gemas banget Papi! pengen mommy bawa pulang deh" Ujar Mommy Liona sembari mengingat-ingat betapa mengemaskan bayi tadi yang ia gendong.
"Mirip banget sama Al waktu bayi, tapi yang ini agak kegemukan, pipinya tembem, hidungnya mancung, kemudian matanya coklat, tetapi itu mirip Luziana" Ucap Mommy dengan jutek saat menyebut nama menantunya. Papi Devan yang mendengarnya, berusaha mencerna apa di katakan istrinya.
__ADS_1
"Bagaimana anaknya kita ambil papi! Apalagi anak mereka berdua itu kembar, yang satu cewek yang satu lagi cowok. Yang cewek Mommy Liona tidak terlalu kali lihat soalnya lagi tidur" Sambung Mommy Liona dengan antusias.
"Yah gak lah bisa Mommy. Mommy kan tahu sifat Al bagaimana. Apalagi punya anak ni sudah penantian dia banget" Jawab papi Devan seraya membenarkan membaca korannya.
"Bukankah papi begitu juga kan, pengen punya cucu dari Al" Mommy Liona sudah sangat tahu kalau suaminya, juga menanti momen ini. Dimana dirinya bisa mengendong cucunya. Mommy Liona juga begitu. Cuman rasanya gak sudi aja, punya cucu lahir dari rahim Luziana.
Papi Devan yang mendengarnya, berusaha menimbangnya. Nanti kalau ada waktu bakal lihat sendiri. Seperti apa cucunya.
...----------------...
Sebelum menunggu update selanjutnya jangan lupa mampir di novel author yang sebelahnya ya!
Judulnya: Vanilla (Love and Dare)
Dan juga Jangan lupa dukungan, like, vote komentar gift hadiah. Dan follow Instagram author: maulyy\_05
__ADS_1
Lope sekebon untuk semuanya yang mau nurutin 💛💛