Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Berangkat bertugas


__ADS_3

Renaldy duduk di kursi di teras dengan seragam tentaranya. Ia kini tinggal memakai sepatunya aja sebelum berangkat.


Luziana menatap sendu suaminya, yang benar-benar akan meninggalkan dirinya. Untuk pergi bertugas sebagai abdi negara. Dan juga sebagai jenderal yang memimpin prajuritnya.


"Mas yakin, benar-benar ninggalin aku.." Lirih Luziana dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.


Renaldy yang sudah memakai sepatunya, lalu berdiri dan memengang pipi mulus istrinya. Tangan Luziana pun terangkat dan memegang tangan suaminya yang sedang memengang pipinya. Air yang menggenang di pelupuk matanya, kini pun luruh.


"Doain mas ya, semoga tugas nya cepat selesai dan pulang dengan selamat" Ujar Renaldy dan langsung memeluk tubuh istrinya.


Mommy Liona yang melihatnya ikut turut sedih. Sedangkan Papi Devan hanya bisa menenangkan istrinya itu.


"Al Mommy gak mau tahu kamu harus pulang dengan selamat, kamu gak pengen kah lihat anak kamu lahir" Kini giliran yang memeluk Renaldy adalah Mommy. Renaldy pun melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Mommy nya itu.


"Seorang ayah mana sih gak ingin melihat anaknya lahir ke dunia. Doain Renaldy ya Mommy, semoga tugasnya cepat selesai dan Renaldy bisa ikut turut melihat istri Renaldy melahirkan.." Pinta Renaldy kepada ibunya yang telah melahirkannya.


"Gak perlu kamu minta, Mommy selalu bakal doain kamu Al" Ucap Mommy dengan iringan air mata. Renaldy yang mendengarnya tersenyum tipis.


"Terimakasih Mommy.." Kini giliran Meysa. Tapi nampaknya Meysa hanya diam datar saja.


"Sya gak kasih kata perpisahan untuk kakak mu" Meysa yang mendengarnya Menoleh menatap kakak nya.


"Semoga kakak bisa pulang dengan keadaan sehat wal-alfiat ya kak Al" Ucap Meysa yang berpelukan dengan Kakaknya.


"Makasih sya.."


Melihat orang anggotanya, sudah menunggu lama. Terpaksa Renaldy tak bisa berlama-lama. Setelah bersalaman dengan Papinya ia pun keluar dari pagar rumah yang dimana salah anggotanya sudah menjemputnya dari tadi, di depan pintu pagar.

__ADS_1


"Apa perlu kami juga antar ke bandara Al.." Tanya Papi Devan yang berdiri dengan pintu pagar.


"Gausah Papi cukup sampai di depan pintu pagar aja, nantik juga Al di jemput oleh Arya di bandara" Balas Renaldy seraya membuka pintu mobilnya. Papi mengangguk kepalanya mengiyakan.


"Al pergi dulu ya Papi.." Pamit Renaldy lalu di jawab anggukan kepala oleh Papinya. Kemudian Renaldy pun masuk kedalam mobil tersebut.


Melihat mobil Renaldy sudah pergi, Mommy Liona mengajak menantunya untuk masuk ke dalan rumah.


"Yuk masuk Luziana, kamu kan harus banyak istirahat" Ucap Mommy Liona dan di anggukan kepala oleh Luziana sebagai jawaban.


Meysa yang melihat kakaknya sudah pergi, dia kembali menuju ke kamarnya.


"Halo Langit kapan bakal Lo laksanakan, apa rencana yang telah gue perintahin" Telepon Meysa terhadap sepupunya.


"Sabar lah masak baru pergi, kakak Lo. Kita lakuin terus rencananya yang ada rencananya malah gagal" Balas langit di seberang telepon.


"Yaudah deh, kalau gak besok aja gimana?" Tanya Meysa di sebrang telepon.


"Oke itu mah gampang, yaudah sampai jumpa besok malam" Meysa pun mengakhiri teleponnya dan merebahkan tubuhnya di kasur.


"Gak sabarnya tunggu besok.."




Para prajurit berdiri hormat melihat kedatangan jendral nya.

__ADS_1



"Selamat kembali bertugas jendral" Seru para anggota tentara.



"Terimakasih.." Para anggota pun menurunkan tangannya, yang hormat kepada jendral nya.



"Gimana persiapan nya Arya.." Tanya Jendral Renaldy kepada letnan Arya.



"Sudah siap semua Jendral tinggal kita berangkat saja" Jawab letnan Arya dengan penuh penegasan.



"Oke besok kita bakal perginya, sementara itu kita bakal istirahat dulu sini"



*Bersambung*..



...----------------...

__ADS_1



Follow Instagram author: maulyy\_05


__ADS_2