Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Alasan Mommy


__ADS_3

"Apa benar Mommy yang ambil uangnya" Ujar Renaldy lagi yang melihat istrinya hanya diam saja.


Luziana menatap suaminya seraya mengeleng kepalanya.


"Bukan, Mommy gak ada kok ambil uang itu kok. Uang itu emang sudah aku habiskan. Terus bukan salah siapa-siapa" Dusta Luziana dengan lirih. Dia gak mungkin jujur sama suaminya, kalau uang itu di ambil ibu suaminya. Luziana gak ingin, anak dan orang tua itu bertengkar gara-gara dirinya.


"Baiklah.." Renaldy memilih tidak pertanyakan lagi. Lebih baik dia tanya langsung ke orangnya. Ia pun duduk di tepi kasur dan tangannya terangkat mengusap kepala istrinya.


"Yaudah maafin perlakuan mas tadi ya. Mas gak ingin kamu menyembunyikan sesuatu yang membuat kamu terluka. Mas ingin kamu terbuka dengan mas" Ujar Renaldy dengan lembut.


Luziana menatap, tatapan suaminya yang tulus. Merasa kecewa dengan dirinya sendiri yang telah membohongi suaminya itu.


"Iya mas.." Balas Luziana seraya tersenyum.


"Yaudah pergi mandi sana dah sore ini.." Titah Renaldy, lalu di anggukan kepala oleh Luziana sebagai jawaban.



"Mommy apakah ada mengambil uang istri Al" Tanya Renaldy to the point kepada Mommynya yang sedang menuang kan buavita ke gelas.



Mommy Liona menaikkan alisnya, mendengar pertanyaan putra sulungnya.



"Apa maksud mu Al mommy tidak mengerti" Sahut Mommy Liona yang tidak mengerti dengan pertanyaan putra sulungnya.



"Apa mommy ada mengambil uang istri Al" Ulang Renaldy dengan tegas.



Mommy Liona yang sudah mengerti apa yang di maksud putranya. Merasa sedikit takut.



*Apa Luziana sudah memberitahu putra ku, kalau aku sudah mengambil uang nya*. Batin Mommy Liona.



"Gak ada.." Belum selesai Mommy Liona sudah di potong duluan oleh Renaldy.



"Jangan bohong Mommy.. apa Mommy ingin bukti" Ucap Renaldy datar.

__ADS_1



Mommy Liona yang tidak bisa mengelak lagi, terpaksa tidak bisa berbohong lagi.



"Iya Mommy mengambil uangnya. Mommy bakal kembalikan lagi uangnya" Jujur Mommy Liona.



"Kenapa Mommy mengambil uang istri Al, apa Mommy kekurangan uang?" Lontar pertanyaan Renaldy dengan sorot mata tajam.



Mommy Liona yang mendengar pertanyaan yang di lontar putranya merasa tidak terima.



"Apa maksud mu Al mengatai mommy seperti itu. Dengar ya Al Mommy bisa mencari uang sendiri. Mommy gak butuh uang dari mu! apalagi Papi mu itu. Aku wanita mandiri, bisa mencari uang sendiri tanpa butuh bantuan orang lain. Apalagi meminta!" Mommy Liona menatap putranya dengan sorot tajam yang tak kalah tajam.



"Jadi Mommy kalau bisa cari uang sendiri, kenapa harus mengambil uang menantu sendiri. Kalau Mommy butuh uang tinggal bilang aja ke Al. Renaldy kasih kok berapa Mommy minta" Ucap Renaldy dengan nada tenang.




"Dia kenapa tidak mengurus Al? karena Al yang meminta sendiri. Jadi jangan coba-coba ikut campur rumah tangga Al ingat itu. Bukannya Mommy sendiri ingin menikah dengan teman anaknya Papi?" Tanya Renaldy yang terlihat tenang.



"Memang iya tapi Mommy hanya menuruti keinginan papi kamu. Mommy cuman mengikuti kemauan papi mu itu cuman itu saja. Lagipun Mommy baru tahu kalau pak Haris itu mempunyai putri yang seusia dengan adik mu, Meysa. Padahal keluarga kita sudah berteman lama dengan Pak Haris." Mommy Liona pun mengambil air yang ia tuangkan ke gelas, untuk mereda emosinya.



"Maksudnya?" Renaldy tidak mengerti maksud apa yang mommy bicarakan.



"Ada apa ni ngumpul-ngumpul di dapur?" Tanya Papi Devan seraya menaikkan alisnya seraya tersenyum.



"Tanya aja ituh sama putra mu sendiri" Ketus Mommy Liona lalu berlenggang pergi menuju ke kamarnya.


__ADS_1


Papi Devan menatap putranya, yang sedang terlarut dengan pikirannya sendiri.



"Ummh.. kamu gemas banget" Ucap Renaldy seraya mencubit pipi istrinya.


"Iih sakit tahu sayang.." Balas Luziana seraya merenggut seraya mengusap pipinya.


"Tadi kamu panggil mas apa? mas tadi gak dengar coba ulangi lagi" Pinta Renaldy dengan memelas.


"Emang tadi Luziana manggil mas apa? perasaan tadi manggil dengan sebutan biasa? mas kan.." Ucap Luziana dengan seraya tersenyum.


"Jangan pura-pura lupa deh! coba di ulangi lagi mas pengen denger" Pinta Renaldy lagi.


"Siapa juga yang lupa, yaudah Luziana panggil lagi. Mas gendut.." Ejek Luziana seraya menahan tawanya.


"Kok di panggil gendut si sayang" Renaldy menarik hidung Luziana dengan gemas.


"Iya mas gendut kan. Lihat aja mas badannya lebih besar dari padaku yang kurus ini" Ucap Luziana dengan tergelak tertawa.


Renaldy yang mendengar ejekan istrinya tersenyum tipis.


"Kamu gak bisa bedakan yang mana badan yang kekar dan gendut ya.." Renaldy menatap istrinya dengan wajah mengejek.


"Bisa kok, gendut sama kekar sama aja kan. Sama-sama gendut" Ucap Luziana dengan santai.


Renaldy yang mendengarnya tertawa lepas.


"Hmm dasar bocil, yaudah tidur sana besok kamu sekolah lagi kan" Titah Renaldy kepada istrinya.


"Iya deh tapi tidur nya di peluk ya sama mas ya.." Pinta Luziana dengan memelas.


"Iya mas peluk... dah tidur kamu dulu. Kenapa gak sekalian minta di jenguk dedek bayinya aja" Seloroh Renaldy seraya menyelimuti tubuh istrinya yang sudah merebahkan tubuhnya di kasur.


"Di jenguk? jenguk kayak gimana. Dedek bayinya kan belum lahir" Tanya Luziana dengan polos.


"Tullah kamu kurang pro. Biar mas kasih tutor mau? biar kita bisa jenguk dedek bayinya" Dengan polosnya Luziana mengangguk kepalanya.


"Mau.." Seru Luziana dengan kegirangan.


Renaldy yang melihat istrinya yang terlalu polos, berusaha menahan tawanya sampai bibirnya terasa berkedut akibat menahan tawanya.


"Yaudah pertama kamu buka baju kamu dulu" Pinta Renaldy dengan tatapan menggoda seraya merangkak di atas tubuh istrinya.


"Kok malah di suruh buka baju?"


...----------------...

__ADS_1


Follow Instagram author: maulyy_05


__ADS_2