
Renaldy melihat istrinya yang sedang ingin buka seragam sekolah. Menghampirinya dan memeluk tubuhnya istrinya dari belakang. Luziana yang ingin menurunkan resleting bajunya. Menjadi mengurungkan niatnya tersebut.
"Mas bisa gak sih, kalau masuk itu ketuk pintu dulu.." Emosi Luziana yang menatap suaminya dari cermin.
Renaldy yang sedang memeluk istrinya dari belakang, mengecup sekilas leher putih istrinya.
"kalau gak mau gimana?" Balas Renaldy seraya tersenyum menyeringai. Luziana yang melihatnya, melepaskan tangan suaminya yang melingkar di pinggang nya.
"Udah sana, aku mau buka baju" Ketus Luziana seraya mengusir suaminya.
"Gak papa kan kita suami istri, jadi mas boleh dong lihat tubuh istri sendiri. Apalagi kita sudah melakukan, hal lebih dari itu lagi" Ucap Renaldy seraya tersenyum tipis.
"Mas walaupun kita dah nikah, aku tetap malu. Apalagi aku masih sekolah, jadi kondisi kan lah dengan aku yang pemalu ini" Balas Luziana dengan cemberut.
"Iya sayang.. mas ngertiin kok" Ucap Renaldy mengalah seraya tersenyum. Luziana pun membuka seragam sekolahnya, di kamar mandi. Takutnya di kamar suaminya malah, mengintip dirinya. Padahal mereka sudah sah suami istri, tidak ada yang melarang pun. Tapi tetap saja Luziana orangnya malu.
Luziana pun keluar dengan baju piyama nya. Dia memutuskan ingin langsung tidur aja. Karena sedang hamil harus butuh banyak istirahat. Lagi pun habis pulang sekolah, pasti capek banget.
"Sayang jangan tidur dulu, minum obatnya sama susunya dulu. Baru boleh tidur" Titah Renaldy seraya menyodorkan gelas yang berisi susu dan obat.
"Iya mas.." Luziana pun menerima susu yang di berikan Renaldy. Lalu meminumnya hingga habis. Dan itu tak tak luput dari pandangan Renaldy.
"Kamu mas lihat orangnya cantik banget ya.." Puji Renaldy. Membuat Luziana pipinya bersemu merah.
"Gausah gombal bisa.." Ketus Luziana seraya memberikan gelas susunya yang sudah kosong.
"Serius kok! mas gak gombal" Sergah Renaldy seraya menerima gelas kosong yang Luziana berikan.
"Iyain aja deh, dah mas pergi sana Luziana mau tidur" Tukas Luziana seraya merebahkan tubuhnya di kasur.
Renaldy yang melihat istrinya yang seperti gak ingin di ganggu, ia hanya bisa menghela nafas berat.
"Padahal mas ingin selalu dekat kamu sebelum pergi bertugas" Ucap Renaldy dengan datar.
Luziana yang mendengarnya, semula tidur miring. Sekarang menghadap suaminya yang berdiri di samping kasur.
"Pergi bertugas?" Luziana menaikkan alisnya.
"Iya.." Sahut Renaldy seraya duduk di tepi kasur dan mengusap rambut panjang istrinya.
"Terus aku lahiran sendirian dong.." Muka Luziana yang tadi biasa saja. Kini menjadi sedih. Mengetahui suaminya, akan pergi bertugas.
"Enggak kok.. mas tetap nemenin kamu lahiran" Balas Renaldy yang masih sama mengusap rambut panjang istrinya.
Tiba-tiba bunyi ponsel pun terdengar, dengan segera Renaldy mengangkat telponnya.
"Assalamualaikum jenderal.." Ucap Arya seberang telepon.
"Walaikumsalam salam ada apa Arya" Balas Renaldy dengan datar.
"Jenderal ada yang saya ingin omongin. Tapi secara langsung, bukan melalui telepon" Tutur Arya dengan ekspresi serius. Walaupun tidak terlihat, di sebrang telepon.
"Baiklah.." Renaldy pun mengakhiri panggilannya. Ia pun menatap istrinya.
__ADS_1
"Mas pergi dulu ya, soalnya ada urusan" Pamit Renaldy dengan mengusap rambut istrinya lalu mengecup keningnya juga.
"Mau kemana?" Tanya Luziana, sayangnya pertanyaannya bagaikan sudah di telan bumi. Karena orangnya sudah pergi duluan.
Luziana yang melihat suaminya sudah pergi, dirinya memutuskan untuk tidur siang.
Renaldy yang sudah selesai bertemu dengan Arya, dia kembali pulang ke rumah orang tuanya. Dan pas di ruang tamu dia berpapasan dengan Mommynya.
"Assalamualaikum Mommy" Renaldy menyalami wanita yang telah melahirkan dirinya ke dunia tersebut.
"Eh Al walaikumsalam.." Mommy pun mengeluarkan tangannya dan menyambut salaman dari putra sulungnya itu.
"Baru dari mana Al.." Tanya Mommy Liona yang selesai menyambut salaman putranya.
"Baru selesai ketemuan dengan Arya" Balas Renaldy dengan ekspresi datarnya.
"Ouh.. Omongin apa?" Tanya Mommy Liona penasaran.
"Boleh aja gak ada siapa larang" Mommy Liona tidak ada menghadang putranya lagi pergi bertugas. Karena mendengar bujukan suaminya, bahwa boleh mengizinkan putranya boleh pergi bertugas, kalau misalnya mengetahui Luziana sedang hamil. Ya pas waktu itu Mommy Liona senang mengetahui bahwa Luziana, Setidaknya ia sudah ada kartu as untuk menghalangi putra sulungnya melakukan tugasnya sebagai abdi negara. Tapi setelah mendengar bujukan suaminya terpaksa Mommy Liona menurut nya.
"Terimakasih Mommy.." Ucap Renaldy seraya tersenyum tipis.
"Sama-sama"
Selesai perbicangan dengan Mommynya, Renaldy pun memutuskan ke kamar dirinya.
Luziana yang sedang tertidur pulas, tiba-tiba merasakan ada yang mencium pipinya.
"Mas.. udah pulang" Ucap Luziana yang masih setengah sadar.
__ADS_1
"Udah baru tadi nyampai" Balas Renaldy datar.
"Luziana mas ingin nanya sama kamu. Uang untuk bulanan kamu yang sepuluh juta kemana?" Tanya Renaldy dengan tatapan mengintimidasi.
Luziana yang melihat ekspresi suaminya, menjadi takut.
"Uang apa sih mas aku gak tahu" Tanya Luziana yang sudah sepenuhnya nyawanya terkumpul.
"Kamu jangan pura-pura lupa, uang yang saya kasih melalui Sekertaris saya! yang bernama Seno," Ujar Renaldy dengan nada dingin.
"Ouh yang itu" Belum selesai Luziana ngomong, sudah di potong duluan oleh Renaldy.
"Kalau sudah tahu, balikan lagi uangnya" Pinta Renaldy dengan tegas. Luziana yang melihat suaminya, meminta uang nya kembali harus bingung jawab apa gak mungkin dia menjawab kalau sebagian uang itu di ambil Mommy nya.
"Maaf ya mas uangnya udah habis.." Balas Luziana seraya menyengir, agar mencairkan suasana yang menegangkan ini.
"Jangan coba nyengir di depan saya. Saya ini lagi bicara serius" Sentak Renaldy membuat Luziana menjadi kaget.
"Mas ini kenapa hiks..hiks" Luziana yang di bentak gitu air matanya jadi turun. Apalagi dia sedang hamil, ya pasti sangat sensitif perasaannya.
Renaldy menghela nafas panjang. Pria itu tidak menerima kenyataan bahwa Sekertaris Seno bilang uang 10 juta itu di ambil Mommy Liona.
Flashback
"Apa gak papa tuan, istri tuan di tinggalin di rumah orang tua tuan Renaldy sendiri" Sekertaris Seno yang mendengar tuan mudanya akan pergi bertugas dan memutuskan dia akan meninggalkan istrinya dan menitipkan istrinya ke orang tuanya. Membuat sekertaris Seno jadi ragu.
"Emang kenapa kalau saya tinggalkan istri saya di rumah orang tua saya sendiri" Tanya Renaldy dengan datar.
Melihat tatapan intimidasi Renaldy membuat sekertaris Seno jadi takut.
"Ya gimana tuan soalnya uang tuan muda kasih 10 juta di ambil nyonya Liona" Balas Sekertaris Seno jujur takutnya misalnya Luziana di tinggalkan rumah Mommy Liona. Jadi kenapa-kenapa apalagi istrinya itu sedang hamil.
"Maksudnya.." Renaldy menaikkan alisnya.
Sekertaris Seno pun menceritakan dari awal sampai akhir. Sementara Renaldy menyimak dengan serius.
"Apa maksud mu" Renaldy mencengkeram kerah baju Sekretaris Seno nya. Tidak menerima pernyataan bahwa Mommy Liona seperti itu.
Apalagi ibu kandung sendiri kan. Ibaratnya gini Renaldy lebih percaya keluarga sendiri daripada orang sekitarnya, apalagi seorang wanita yang telah melahirkan nya ke dunia. Jadi dia tidak bisa percaya Mommy Liona yang selalu bersikap baik semua orang. Mengambil uang istrinya. Apalagi Mommy Liona itu ada uang sendiri.
Arya baru selesai dari toilet. Mencoba melerai mereka berdua.
Flash off.
"Apa uang itu di ambil Mommy" Renaldy gak percaya bahwa istrinya bisa menghabiskan dengan sejumlah uang sebanyak itu bagi seorang seperti Luziana yang bukan anak orang kaya raya. Dan dia pun tadi hanya mengetes kepada Mommynya apa mau Mommy itu merawat istrinya selama dia pergi bertugas.
Luziana yang semula nangis. Menjadi berhenti mendengar pernyataan suaminya.
Bersambung..
...----------------...
Alhamdulillah akhirnya bisa update juga. Maklum sangat sibuk banget di hari raya di idul Fitri ini.
__ADS_1
Minal Aidzin wal-faizin teman-teman, mohon maaf lahir dan batin. Tolong maafin kesalahan author ya bila ada salah, terimakasih 😊🙏.
Jangan lupa Instagram author: maulyy_05