Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Tetap pergi


__ADS_3

Ia pun langsung unboxing paket tersebut. Mata Renaldy membulat sempurna. Melihat isi dalam paket tersebut.


Luziana yang baru selesai mengerjakan, tugas rumah. Berjalan masuk ke kamar suaminya.


Ceklek..


Renaldy yang mendengar suara pintu terbuka, membalikkan badannya.


"Ini paket di kasih siapa?" Tanya Renaldy dengan nada begitu dingin. Luziana yang di lontarkan pertanyaan dari suaminya, menjadi bingung.


"Ini paket punya kau kan?" Lontar pertanyaan dari Renaldy lagi. Luziana mengangguk kepalanya mengiyakan.


"Siapa kasih?" Renaldy menaikkan alisnya, seraya menatap istrinya dengan sorot mata tajamnya.


"Mommy.." Cicit pelan Luziana. Gak perlu lama pria itu keluar dari kamar kamarnya, menuju ke tempat Mommy Liona. Luziana yang gak ngerti apa-apa, mengikuti suaminya dari belakang.


Mommy Liona yang asik melihat majalah, dikagetkan dengan suara dingin putra sulungnya.


"Maksud Mommy apa?" Tanya Renaldy dengan nada begitu dingin, dan dengan sorot mata tajamnya. Mommy Liona gak tahu maksud putranya, langsung berdiri.


"Maksud apanya?" Tanya balik Mommy Liona seraya mengerutkan dahinya bingung.


Renaldy menghela nafas panjang, untuk meredam emosinya.


"Buat apa Mommy kasih kayak ginian untuk istri Al" Ucap Renaldy dengan nada dingin seraya menampakkan hadiah pemberian Mommynya itu untuk istrinya.


Mommy Liona membulatkan lebar matanya. Pandangan wanita paruh baya itu mengarah ke Luziana yang hanya menunduk kepalanya. Lalu Mommy Liona mendesah berat.

__ADS_1


"Emang kenapa kalau Mommy kasih begituan itu ke istri mu?" Balas Mommy Liona Santai.


Renaldy tertawa remeh. "Mengasih ini untuk dia, untuk menjebak Al agar berhubungan intim. Kemudian melarang Al untuk pergi bertugas, bukan kah begitu rencana Mommy. Sangat mudah di tebak" Ucap Renaldy dengan ekspresi datarnya.


"Iya emang betul kamu bilang. Sangat betul, Mommy cuman ingin punya cucu dari kamu Al, itu doang gak lebih" Balas Mommy Liona yang gak bisa mengelak lagi.


"Iya pengen punya cucu dari darah dagingku. Apakah Mommy menjamin mengizinkan kan ku bertugas?" Sorot mata Renaldy begitu dingin. Membuat Mommy Liona menunduk kepalanya.


"Gausah di jawab, pasti jawabannya gak. Sebelum Al menikah dengan wanita ini, bukankah Mommy kasih persyaratan. Bahwa kalau wanita ini hamil, Al bakal tidak boleh pergi bertugas, dan harus mengurus dia yang sedang hamil. Kemudian sebaliknya jika dia tidak hamil, Al bakal boleh pergi bertugas. Jadi.. jika dia hamil atas persengkokolan kalian berdua. Al tetap pergi bertugas bagaimanapun caranya, jadi jangan pernah Mommy sudah bersekongkol dengan dia untuk menjebak Al agar wanita ini hamil. Al mungkin bakal tidak bisa pergi bertugas karena persyaratan kita berdua. Al tetap bisa pergi, jadi gak ada gunanya membuat rencana yang tidak berguna itu.." Renaldy menarik nafas dalam-dalam.


"Al tetap gak bakal menyentuh wanita. Gak bakal, jadi jangan berharap punya cucu dari Al" Renaldy mengangkat lingerie dari pemberian Mommynya untuk istrinya. Luziana baru bisa lihat apa yang pemberian ibu mertuanya itu. Kain kurang bahan itu suruh pakai untuk nya?. Tanpa basa-basi Renaldy merobeknya layaknya seperti kertas.


Luziana yang berada di belakang Renaldy. Terhenyak, dengan perkataan suaminya yang sedikit menyayat hati. Kenapa bikin menyayat hati? bukannya seharusnya Luziana harus senang, karena suaminya tidak menyentuh dirinya. Dia tetap bakal bisa sekolah kayak anak remaja lainnya, walaupun status seorang istri. Tapi ntah kenapa perasaannya hari ini jadi sensitif.


Saat Renaldy ingin berlenggang pergi, langkah Pria itu berhenti.


"Apa salahnya Mommy lakuin ini demi kamu Al. Untuk kamu, Mommy lakuin ini agar kamu tidak pergi bertugas hal yang berbahaya itu, nantik pulang tidak menyatu dengan tanah. Mommy gak mau kamu pulang tinggal nama doang Al. Kamu gak tahu rasanya jadi orang tua yang sangat khawatir sama anaknya, kamu bisa merasakan posisi itu semua setelah kamu punya anak Al, menjadi orang tua, jadi mohon jangan pergi" Ujar Mommy Liona yang tak bisa membendung air matanya.


"Lebih baik pulang tinggal nama, daripada gagal dalam tugas" Sambung Renaldy.


Mommy Liona yang mendengarnya. Tak bisa berkata apa-apa jika slogan itu sudah di gemakan. Bukan slogan asing bagi Mommy Liona yang putranya seorang jenderal, abdi negara.


Mommy Liona hanya bisa meneteskan air matanya. "Tapi Mommy gak ikhlas kamu pergi bertugas Al. Mommy takut-"


"Mommy cukup doakan aja, semoga Al pulang dengan selamat. Dan misinya selesai" Potong Renaldy lalu berlenggang pergi. Mommy Liona yang melihatnya sudah pergi, ia memutuskan untuk pergi juga ke kamarnya.


Luziana hanya diam seribu bahasa. Ia pun memutuskan juga, mengikuti suaminya.

__ADS_1


Meysa yang sedari tadi hanya diam. Tersenyum miring, setelah melihat adegan di depannya.


"Wah.. gak payah gue bilang kayaknya, sama rakyat jelata. Kakak gue sendiri gak mau nyentuh dia. Jadi gak perlu dong sampai berbusa, gue ingatin dia tidak berhubungan badan sama kakak gue. Jadi gak ada alasan lagi dia tidak angkat kaki dari rumah ini" Meysa tersenyum kemenangan.



"Saya ingat kan sama kau, jangan pernah menerima apapun dari Mommy saya ingat itu.." Ingat Renaldy dengan nada membentak.



Luziana mengangguk kepalanya pelan.



"Dan ingat satu lagi, jangan pernah berharap dengan saya. Walaupun status kita suami istri, saya ingin kita hidup layak bukan suami istri. Dan jangan pernah sekali-kali ikut campur dengan kehidupan saya. Nafsih-nafsih." Renaldy mengambil kunci mobil mobil, lalu melenggang pergi dari rumah. Pria itu pergi untuk menenangkan dirinya.



Luziana mendaratkan bokongnya di tepi kasur. Perempuan itu menghela nafas panjang, agar masalah beban di pundaknya berkurang, walaupun kenyataannya masalah itu tidak akan berkurang.



"Kasian Mommy ku tersayang, di marahin sama kak Al. Gak di marahin sih tapi cuman di bilang gitu doang. Tapi tetap aja, tidak seharusnya anak ngomong begitu sama ibunya. Terus Luziana cuman diam. Kayaknya dia senang deh liat hubungan antara Mommy dan putra sulungnya berantakan. Tadi aja dia tidak niat membela Mommy. Padahal Mommy selalu membela Luziana" Ucap Meysa dengan suara di besarkan. Mommy Liona yang sedang mengaduk teh dapat mendengar perkataan putrinya.


...----------------...


Jangan lupa dukunganya, bagi yang belum VOTE silahkan vote, dan belum follow silahkan follow. Dan hadiahnya jangan lupa.

__ADS_1


Sekian terimakasih.


Maaf baru bisa update karena author kemarin tidak ada paket data. 😍


__ADS_2