Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Sudah memaafkannya


__ADS_3

"Bisa kamu jelaskan apa hubungan kamu dengan adik ku. Bukannya adik ku sangat membenci mu? tapi kenapa di dalam foto tersebut kalian terlihat akrab" Tanya Renaldy dengan ekspresi datar.


Luziana pun menjelaskan apa hubungannya dengan Meysa dengan detail. Renaldy pun nampak menyimak dengan serius. Hingga sampai ujung cerita Luziana nampak terlihat, sedih. Mungkin Meysa membenci dirinya emang karena dirinya yang tidak becus jadi temannya. Sampai Meysa tidak ingin lagi berteman dengan Luziana.


"Gitu ceritanya.." Balas Luziana dengan ekspresi tersenyum kembali. Biar itu jadi luka lama.


Renaldy nampak menghela nafas berat, mendengar cerita istrinya. Ia pun menggenggam tangan istri kecilnya itu, yang kini telah mengandung benih nya.


"Sebagai kakaknya, Saya minta Maaf atas kejahatan yang telah di perbuat adik ku ya, kepada mu..." Ucap Renaldy dengan rasa bersalah dengan bahasa formal.


Luziana yang mendengarnya tersenyum kecut.


"Mas apa-apaan sih, aku udah maafin Meysa sudah dari dulu kok. Lagi pun dari dulu sampai sekarang aku gak pernah membenci nya. Di balik kejahatan Meysa, dia pernah buat baik kok, sama aku" Balas Luziana yang gak ingin melihat suaminya sedih. Atas kesalahan adiknya, Meysa.


Renaldy yang mendengarnya tersenyum tipis. Sampai suara berdering ponsel, membuat mengganggu percakapan mereka.


"Mas angkat telepon dulu ya" Ucap Renaldy dan di anggukan kepala oleh Luziana. Renaldy mengangkat telponnya agak menjauh dari istrinya.


"Walaikumsalam Arya ada apa.." Tanya Renaldy di seberang telepon.


Teleponnya yang sudah terhubung. Arya menjelaskan apa maksudnya menelepon jendral nya itu. Selang beberapa menit kemudian, teleponnya pun berakhir.


Renaldy pun berjalan mendekati istrinya. Luziana yang sedari duduk di kursi meja makan nampak menanti perkataan suaminya.


Sebelum berbicara, Renaldy nampak menghela nafas pelan.


"Sayang mas kayaknya harus pergi ke kantor militer, kamu mas tinggal gak papa kan. Apa kamu ada ingin pergi tempat sesuatu biar mas antar" Tanya Renaldy di akhir kalimat.


"Ada sih, aku pengen pergi ke tempat Mommy. Tapi nampaknya mas ada kesibukan mendadak gak papa aku bisa pergi sendiri" Jawab Luziana yang gak mau repotin suaminya.


"Gak mendadak kali kok sayang, masih ada waktu untuk ngantar kamu ketempat Mommy" Ucap Renaldy gak mau istrinya ke rumah sakit sendirian.


"Gak papa mas pergi aja, aku bisa sendiri kok. Apalagi ke kantor militer kan jauh" Tolak Luziana dengan bersikeras. Emang benar tempat suaminya jauh. Tempatnya, kantor militer nya di kota B.


"Pokoknya mas gak mau, mas yang bakal ngantar kamu. Sekarang kamu siap-siap terus" Ucap Renaldy tanpa ingin di gugat. Luziana yang melihat suaminya bersikukuh ingin mengantar dirinya. Dengan terpaksa Luziana pun menurutinya. Ia pun pergi bersiap-siap.




Luziana mendaratkan bokongnya di sofa, ruang Mommy Liona. Terlihat Mommy Liona yang sedang istirahat.



Luziana yang gak tahu ngapain, pun membuka tutup rantang satu-satu. Di ruang VIP itu hanya Luziana saja. Sementara Papi Devan sedang mengurus pelaku yang telah membuat Meysa menjadi begini. Dan Papi Devan, menitipkan istrinya ke Kinasih, teman Mommy Liona. Tapi sekarang Kinasih sudah pulang. Katanya ada urusan mendadak. Dan tinggallah Luziana seorang diri di ruang tersebut.



"Assalamualaikum..." Terlihat pintu ruang VIP rumah sakit itu terbuka, oleh seorang gadis remaja yang selalu terlihat sok cool.



"Walaikumsalam.. ih Karina" Mata Luziana membulat sempurna. Bahwa yang datang itu temannya.



Karina menempelkan jari telunjuk bibirnya. Bahwa isyarat jangan ribut. Luziana yang kelepasan, menyengir lebar. Ia pun menepuk sofa sampingnya. Bahwa Luziana menyuruh temannya untuk di sampingnya.



"Lo sendiri aja.." Tanya Karina yang kini duduk di sofa panjang bersebelahan dengan Luziana.



Luziana mengangguk kepalanya, tanpa mengeluarkan suaranya.



"Itu makanan buat siapa?" Tanya Karina lagi dengan perasaan kepo.



"Buat Mommy, tapi kalau kamu mau. Aku tarukin makanannya buat kamu" Ucap Luziana dengan nada pelan.


__ADS_1


Karina yang memang dasarnya pergi kesini, gak makan. Karena di suruh Mamanya mendadak pergi ketempat Mommy Liona, sampai-sampai dia gak sempat untuk makan. Jadi Karina mengiyakan. Lagi pun makanannya itu terlihat lezat.



"Ini makannya, harus di habisin ya" Titah Luziana seraya mengasih piring yang sudah berisi nasi dan lauk.



"Iya bawel," Ketus Karina pelan. Luziana yang melihat raut wajah temanya kesal. Terkekeh pelan.



Saat Karina menyuapkan makanannya ke mulutnya. Mata Karina langsung berbinar-binar. Karena makanan ia makan, sangat begitu terasa lezat. Cewek itu pun makannya dengan lahap.



"Lun tambah lagi boleh?" Pinta Karina dan langsung di anggukan kepalanya oleh Luziana. Lagi pun makanan dia bawa lumayan banyak.



"Makannya pelan-pelan dong Rin" Ujar Luziana seraya mengeleng kepalanya.



"Iya Lun. Gue makannya pelan-pelan kok. Btw ini makanannya siapa masak?" Tanya Karina seraya mengambil gelas yang sudah terisi air di meja bundar di depan mereka.



"Suami aku.." Jawab Luziana santai. Sementara Karina hampir tersedak mendengarnya.



"Uhukk ehem.. Yang serius?" Tanya Karina memastikan. Gak mungkin suaminya Luziana masak, soalnya ini terlalu enak. Btw Karina udah tahu kok kalau Luziana udah menikah, dan menikahnya itu dengan kakak nya Meysa.



"Iya serius ngapain coba aku bohong.." Balas Luziana dengan raut wajah terlihat serius. Karina yang melihat tidak ada bohongan dari mat Luziana. Mengangguk kepalanya mengiyakan.




"Gue iri janchok.." Batin Karina seraya tersenyum memaksakan.



Luziana yang melihat tatapan Karina, mengerutkan dahinya.



"Tapi nyatanya dia itu suami aku, ini aku aja lagi hamil anaknya" Balas Luziana santai.



Karina yang mendengarnya, seperti disambar petir. Kayaknya Luziana suka mematahkan harapan orang.



"Lo bisa kek, dikit bohong gitu. Kalau kakak nya Meysa itu bukan suami Lo. Gue juga heran, di dalam kandungan Lo kayaknya bukan anaknya deh. Bisa-bisanya orang kayak prik kayak loh, aneh, polos, blo'on bisa-bisanya sekarang tengah hamil. Kok bisa gitu! tutor dong" Karina nampak iri dengan Luziana. Sekarang hidup enak dapat suaminya. Duhh gak payah di bilang deh. Pokoknya paket lengkap, Renaldy itu.



"Kamu becanda atau maksudnya ingin menghina dulu" Tanya Luziana dengan mengerutkan dahinya.



"Dua-duanya.." Balas Karina seraya menyuapkan kembali makanan nya. Yang gelas tadi sudah ia letakkan di atas meja bundar.



Luziana yang mendengar jawaban, Karina tidak terlalu mengindahkan sekali. Ia pun sibuk dengan ponselnya kembali. Sedangkan Karina sibuk dengan makanan nya.



"Lun, suami Lo kemana?" Tanya Karina yang sudah selesai.

__ADS_1



"Kerja.." Jawab Luziana tanpa mengalihkan pandangannya.



Karina mengangguk kepalanya paham.



"Lo bisa hamil gini gimana sih" Tanya Karina dengan Lontar pertanyaan yang tadi belum di jawab Luziana. Bukan maksud gimana, gitu pertanyaan Karina. Dia heran aja teman super polosnya ini. Bisa perutnya sekarang dah buncit.



Luziana nampak menimbang-nimbang pertanyaan Karina.



"Kita masih anak sekolahan loh lun. Kok bisa loh dah sampai buncit gini. Gimana ceritanya Lo goda duluan ya" Tanya Karina seraya memainkan alisnya.



Luziana mendengarnya, langsung pipinya bersemu merah. Tentang kejadian hubungan badan suaminya, pas di kantor pun terlintas di pikiran nya dan pas suaminya yang bohong itu juga.



"Kamu tanya aja deh sama dia sendiri, aku juga gak tahu" Balas Luziana dengan pura-pura polos seraya mengedipkan matanya.



Karina yang melihatnya, berdecak kesal.



"Hei bo doh kalau aku tanya gitu ke suami Lo. Dimana coba harga diri gue nanti! Yang benar aja lah Lo jawab. Yang ada gue kenak pukul dengan Mama gue" Ucap Karina kesal seraya memutar bola matanya malas.



Luziana yang mendengarnya tertawa pelan.



"Lun, ayoo Loh nantik lahiran kayak gimana... Apalagi Lo masih muda umur 17 tahun. Terus melahirkan itu sakit loh. Nanti Lo mati suami Lo nikah lagi"



...----------------...



Jangan lupa dukunganya ya.



Like



vote



komentar



Hadiah



**Tolong Rate limanya juga yaa jangan lupaa..🖤 tolong bantuin author semoga ratingnya naik kembali semula 🥲**



**Dan Jangan lupa mampir di novel baru author judul nya, Tokoh utama antagonis**.

__ADS_1


__ADS_2