Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Diary?


__ADS_3

Renaldy menatap istrinya yang sudah tertidur pulas. Pria itu pun bangkit dari kasurnya dengan pelan-pelan, dan menuju ke kamar adiknya.


Saat berada di depan pintu kamar adiknya. Dia pun memutar kenop pintu. Merasa kamar adiknya, tidak terkunci ia pun berjalan masuk ke dalam kamar.


Terlihat kamar Meysa yang cukup sangat berantakan. Mancam tidak ada yang membersihkannya. Kok betah adiknya tinggal kamar dengan kotor begini. Perasaan Renaldy adiknya itu orangnya cukup bersih. Mungkin stress karena akibat karirnya hancur. Dia pun berusaha mencari sesuatu yang penting terkait dengan semua.


Selama beberapa jam. Dia tidak menemukan apa-apa jam pun sudah mau pukul jam 4 pagi.


"Kenapa aku tidak menemukan apa-apa ya disini" Gumam Renaldy seraya mengusap wajah tampannya dengan kasar.


Bruhk.


Terdengar sesuatu jatuh dari atas lemari, yang jatuh itu seperti sebuah lebar foto yang jatuh. Dan juga buku diary. Mata Renaldy membulat sempurna seketika.


"Di dalam foto ini, kenapa mereka terlihat sangat akrab" Renaldy melihat yang di dalam foto itu ada Meysa dengan Luziana yang terlihat sangat akrab. Saat bangku SMP sekolah.


Renaldy pun membuka diary dengan satu lebar satu lebar. Dan tertulis..


Dear Luziana, kukira kau teman yang baik. Gak seperti orang-orang yang berteman dengan ku hanya memanfaatkan kekayaan orang tua ku saja.


Saat awal aku bertemu denganmu, di saat waktu bangku SMP. Kau datang di sekolah tempat ku menimba ilmu sebagai anak baru. Saat itu aku tidak terlalu peduli dengan mu. Di waktu SMP banyak orang-orang memuji ku, aku anak pintar lah, aku anak orang kaya raya. Omongan mereka cuman omong kosong belaka.


Pada saat itu tiba, yang dimana pengumuman rangking. Aku kira yang selalu jadi juara pertama, ternyata dugaan aku salah. Malah aku menjadi rangking dua. Saat itu semuanya berubah, aku ingin berteman dengan mu hanya untuk memanfaatkan-


Saat Renaldy membaca lembaran selanjutnya ternyata lebaran selanjutnya itu sudah di sobek. Sekalian ada beberapa foto yang mukanya di coret.


"Ck' sial, tulisannya cuman segini doang" Renaldy mengacak rambutnya dengan kasar. Dia pun menyimpan buku itu dan ingin dia pertanyakan langsung dengan istrinya. Yang bersangkutan dengan Meysa.




Pagi yang cerah, Luziana nampak sibuk sendiri di dapur. Dia nampak merajang beberapa sayuran untuk sarapan pagi. Dan sekalian di bawa untuk orang yang berada di rumah sakit.



Tiba-tiba Luziana merasa ada seseorang memeluknya dari belakang, menjadi terdiam. Renaldy yang pelaku memeluk istrinya dari belakang. Mencoba mencium aroma leher dalam-dalam. Dan memberikan tanda kepemilikan di leher istrinya.



Renaldy memutar badan istrinya, menjadi menghadap dirinya. Ia pun mendekatkan diri nya dan mengecup bibir istrinya. Yang pertama hanya sekedar mengecup bibir istrinya, sekarang \*\*\*\*\*\*\* bibir istrinya. Luziana yang sudah kehabisan pasokan udara, menjauhkan wajahnya dari suaminya.



"Udah cukup mas, aku mau masak" Ujar Luziana seraya membalikkan badannya dengan wajah yang sudah merah padam. Dan dengan bibir yang sudah bengkak karena ulah suaminya.



Renaldy yang melihatnya tersenyum tipis.



"Kok udah cukup sih sayang, aku masih loh pengen rasain bibir kamu yang manis ini" Goda Renaldy. Dan itu sudah membuat Luziana menjadi salah tingkah sendiri.



"Kok diam aja kamu salting ya..." Goda Renaldy lagi.



"Enggak kok siapa juga yang salting, aneh" Sanggah Luziana berusaha untuk biasa aja.


__ADS_1


Renaldy yang mengangguk kepalanya, mengiyakan saja apa perkataan istrinya.



"Kamu kenapa masak sih sayang, kenapa gak suruh pelayan di rumah ini aja" Ucap Renaldy gak pengen lihat istri nya kecapean.



"Ya kan gak papa mas, masak juga pun sekali-kali. Terus bosen gak tahu ngapain coba. Emang kamu gak kangen apa dengan masakan aku?" Tanya Luziana seraya mengulek cabe.



"Kangen dong.. yaudah deh kalau itu mau kamu. Tapi kalau capek bilang ya sama mas" Ujar Renaldy dengan penuh perhatian.



Luziana mendengarnya menjadi tersenyum.



"Siap bos.." Balas Luziana seraya terkekeh pelan. Renaldy yang berada disitu gak tahu ngapain juga ikut turut bantu istri nya masak. Dan kemudian terakhir ujung-ujungnya Renaldy yang masakin semuanya. Karena si bumil sudah di suruh duduk aja sama suaminya.



"Mas padahal aku belum capek Loh.." Ucap Luziana dengan cemberut. Sama aja begini bukan dia masak.



"Gak capek gimana nya, lihat aja kening kamu aja dah berkeringat" Ucap Renaldy seraya menaikkan alisnya.



Luziana mendengarnya makin cemberut.




Renaldy melihat istrinya, menghela nafas pelan. Istrinya terlalu gak suka namanya, di kekang. Maklum terlalu di bebasin sama orang tuanya, dan kurang di peduliin. Jadi sekali di kekang merasa risih, tapi Renaldy gitu-gitu karena sayang sama istrinya. Pria itu takut nantik istrinya kenapa-kenapa. Di kekang pun karena untuk kebaikan Luziana sendiri.



"Silahkan di minum tuan putri.." Melihat istrinya cemberut, Renaldy sengaja membuat SOP buah untuk istrinya. Luziana melihat SOP buah matanya langsung berbinar.



"Makasih sayang ku.." Balas Luziana seraya tersenyum. Dan segera mengambil SOP buah yang suaminya hidangkan di atas meja makan.



"Sama-sama sayang ku.." Balas Renaldy.



Renaldy pun memulai masak kembali. Sementara Luziana sibuk dengan sop buahnya sendiri. Wanita itu terlalu sangat menikmati sop buahnya. Karena terdapat banyak buahnya, yang sengaja Renaldy buah banyakin buahnya dari pada airnya.



Setelah selang beberapa kemudian. Renaldy pun selesai dengan masaknya dan ia pun melentakan makanannya di atas meja.



Mereka berdua pun memulai, memakan apa yang Renaldy telah masak. Setelah selesai, Renaldy pun berusaha ingin tanya sesuatu sama istrinya.

__ADS_1



"Masakan kamu Ntah kenapa selalu enak mas, aku aja sampai nambah loh" Ucap Luziana yang merasa suka dengan masakan suaminya.



"Ouh iya, lain kali mas lagi buat istri mas tercinta ini" Renaldy mencubit hidung mancung nya istrinya dengan gemas.



"Sayang ada yang ingin mas tanyakan sama kamu?" Ujar Renaldy memberi tahu.



"Ingin nanya apa bilang aja" Balas Luziana seadanya.



Renaldy pun mengeluarkan buku diary yang memang simpan di dalam sakunya begitu dengan fotonya. Lagi pula buku diary tersebut kecil, jadi muat di taruk di dalam sakunya.



Luziana yang sedang minum. Tiba-tiba jadi tersedak, melihat ada dirinya di dalam foto tersebut bersama dengan Meysa.



"Uhuk.. uhukk.."



Melihat istrinya batuk-batuk Renaldy segera menuangkan air putih dan kasih kepada istrinya dan seraya mengusap punggung istrinya.



"Pelan-pelan dong sayang minum nya" Ujar Renaldy dengan raut wajah cemas.



Luziana mengangguk kepalanya sebagai jawaban.



"Mas dapat foto itu dari mana?" Tanya Luziana yang tidak merasa tersedak lagi.



"Emang kenapa?" Tanya balik Renaldy dengan datar. Melihat eskpresi suaminya Luziana mengeleng kepalanya pelan.



"Ya gak papa" Balas Luziana santai.



"Bisa kamu jelaskan apa hubungan kamu dengan adik ku. Bukannya adik ku sangat membenci mu? tapi kenapa di dalam foto tersebut kalian terlihat akrab"



...----------------...



Jangan lupa follow Instagram author: maulyy\_05

__ADS_1


__ADS_2