Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Cukup sampai disini (End)


__ADS_3

Renaldy yang sudah berangkat pergi kerja, mampir terlebih dahulu ke kuburan anaknya. Saat sudah berada di tempat kuburan anaknya. Pria itu tersenyum getir, masih terbenak di dalam hatinya rasa tidak terima kepergian anaknya.


Kemudian Renaldy menengadahkan kedua tangannya, dan melafalkan doa untuk ke dua anaknya yang telah meninggal. Selesai melafalkan doa. Ia beranjak dari kuburan.


"Ayah pergi dulu ya, kalau ada waktu lagi ayah mampir lagi kesini" Ucap Renaldy seolah bicara pada anaknya yang telah tiada. Setelah itu, kakinya melangkah menuju ke mobilnya.


Setelah berada di dalam mobil, Renaldy langsung menyalakan mesin mobil. Kemudian menancap gas meninggalkan tempat itu juga.


Disisi lain Luziana yang mendengar pertanyaan temannya, merasa agak kaget. Namun berusaha untuk tenang.


"Yah aku lagi nunda kehamilan, makanya sampai sekarang belum-belum hamil juga" Jelas Luziana yang langsung di mengerti oleh Difa.


"Tapi kan setahu aku, gak baik loh nunda-nunda punya anak, nanti giliran gak di kasih keturunan baru tahu rasa. Itu sih kata orang, bukan kata aku" Ucap Difa santai seraya menyeruput chocolate nya.


Luziana yang mendengarnya, menanggapi dengan anggukan kepala kecil. Lalu kembali menyantap ayam penyet nya.


...~~~...


Tak terasa terus berjalan, Luziana yang sudah kehidupan baru kuliahnya dan lingkungan teman-teman yang baik kepada nya. Sekarang sudah jarang memedulikan suaminya. Sibuk dengan urusan tugas, sama tugas kerja kelompok.


Renaldy yang sekarang yang tidak banyak nuntut, banyak hal. Memulai cari kesibukan sendiri daripada dirinya, harus membuat istrinya kecewa. Karena mengekang perempuan itu.


Renaldy mulai nyaman dengan kesibukan nya. Begitu sebaliknya Luziana, yang emang sedari dulu dasar nya pengen sekolah tinggi-tinggi. Sangat merasa nyaman di zona tersebut.


"Lun, kamu jangan terlena dengan masa kuliah mu, ingat kamu itu sudah menjadi istri orang" Tegas Mama Safira yang sudah capek melihat tingkah laku putrinya. Yang gak bisa sehari di rumah aja.


"Maksud Mama apa sih?" Tanya Luziana pada Mama nya yang hanya berliburan beberapa hari di rumah nya. Kalau nanya bagaimana hubungan antara Papi Devan dan Papa Haris? Jawaban nya hubungan mereka sudah membaik. Cuman Mommy Liona gak pernah ikut berkaitan dengan keluarga putra sulungnya lagi.


Mama Safira yang di tanya, menghela nafas panjang. "Gak tahu lah seterah kamu aja," Ucap Mama Safira langsung melenggang pergi begitu saja, Luziana yang melihatnya mengedikan kedua bahunya. Ia pun memutuskan berlenggang pergi ke tempat sebuah cafe. Yang sudah di sepakati.


Namun hal tak terduga terjadi. Luziana yang sudah berada di cafe tanpa sengaja melihat suaminya bersama seorang wanita dan seorang anak kecil perempuan.


Luziana yang melihat dari kejauhan. Suaminya begitu akrab dengan seorang anak kecil yang rambutnya di kuncir dua dan kini anak kecil itu sedang memakan sebuah coklat berada di pangkuan suaminya. Sekali-kali suaminya itu mengusap rambut anak itu.

__ADS_1


"Lun Lo lagi lihat apaan sih?" Tanya Difa melihat tatapan Luziana sedari tadi mengarah pada pria yang memangku sebuah anak perempuan mungil.


Seketika lamunan Luziana buyar "Oh aku gak ada lihatin apa-apa" Balas Luziana menggaruk tengkuk yang tidak gatal.


Difa yang mendengar jawaban Luziana mengangguk saja. Lagipula cewek itu sudah sangat ngantuk, karena mereka mengerjakan tugas kelompok itu sudah beberapa jam. Dan kemudian hari pun makin malam.


~~


Di kediaman rumah mewah mereka. Perempuan itu langsung melemparkan sebuah pertanyaan untuk suaminya.


"Mas tadi habis baru dimana" Tanya Luziana dengan tatapan mengintimidasi.


Renaldy yang baru saja nyampai rumah. Dan langsung di lemparkan sebuah pertanyaan dari istrinya, menghela nafas lelah.


"Habis dari tempat kantor militer, kenapa?" Tanya balik Renaldy seraya berjalan melangkah menuju ke kamarnya.


Luziana yang mendengarnya, emosi nya langsung meledak.


"Kalau iya kenapa?" Jawab Renaldy acuh langsung pergi meninggalkan istrinya.


Luziana yang mendengarnya, seketika emosi makin menyalang.


"Katanya mas mau perbaiki, kenapa sekarang mas sendiri yang merusakkan hubungan itu sendiri" Ucap Luziana dengan nada sedikit teriak.


Renaldy yang berjalan beberapa langkah, yang ingin menuju ke kamar mandi seketika berhenti. Ia pun membalikkan badannya. Dengan tenang pria itu berkata.


"Cukup disini aja ya, omongan yang sebelum saya tarik kembali. Lagipula kamu udah bahagia kan dengan kehidupan kamu sekarang tanpa memedulikan saya, jadi lebih baik kita pisah. Kamu sekarang lanjutin apa yang kamu mau" Ujar Renaldy dengan tenang. Buat apa dia harus mempertahankan rumah tangga ini lagi sementara Luziana tidak mempedulikannya. Kemudian istrinya itu sekarang sudah bahagia dengan dunia nya sendiri.


Tentang sekedar melihat kuburan anak mereka aja Luziana gak pernah berinisiatif untuk melihatnya. Begitu dengan nama anak mereka, Luziana sama sekali tidak pernah berniat ingin tahu, dan tidak ingin tahu. Dari anak pertama dan bayi kembar Luziana memang tidak tahu, sama sekali. Daripada menuntut untuk punya anak lagi. Yang sementara Luziana tidak mau jadi sosok seorang ibu. Lebih baik rumah tangga ini berhenti di sini aja. Daripada harus ada yang terluka lagi.



__ADS_1


Surat perceraian pun selesai di urus. Dan juga mereka berdua sudah beberapa kali mengikuti sidang perceraian. Sekarang baik Renaldy dan Luziana resmi bercerai.



Kini mereka bahagia dalam kehidupan mereka masing-masing. Dengan Renaldy sekarang sudah memilih menikah dengan wanita lain. Ya dimana orang tuanya, mengharapkan seorang menantu yang seperti mereka impikan. Kini terwujud, begitu pula Renaldy yang bagaimana pria itu di perlakukan seorang suami, dan juga wanita itu bisa lebih mengerti pria itu, di bandingkan istrinya yang sebelumnya.



Sementara Luziana lebih memilih mengejar impian yang dia impikan sejak dulu.



...----------------...



Dulu awal-awal buat cerita ini, pengen cerita perjodohan nya beda dari lain. Eh tau-tau terjebak begini. Walaupun begitu, ada banyak kesalahan yang harus saya di benahi, untuk itu. Terimakasih semuanya sudah mengikuti cerita saya sampai disini :). Masing-masing orang berhak untuk memilih ending yang ingin dia sendiri, walaupun tidak sesuai ekspektasi para pembaca. Untuk itu saya minta maaf sebesar-besarnya 🙏.



**Sekian dari cerita ini assalamualaikum w.r w.b**



**Jangan lupa mampir novel saya yang di selanjutnya 🤗🖤**



***Untuk para pembaca jangan kaitkan cerita ini dengan kehidupan nyata. Soalnya cerita ini cuman berdasarkan karangan, bukan kenyataan, sekian itu aja***.



...~***Tamat***~...

__ADS_1


__ADS_2