Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara

Perjodohan Gadis SMA Dengan Abdi Negara
Pergi ke sebuah tempat


__ADS_3

Dua cewek jalan dengan linglung sembari tertawa, menatap orang gila yang tampak duduk santai di trotoar sambil mengupil. Cewek itu tidak ada henti-hentinya tertawa sembari melihat orang gila tersebut. Teman cewek tengah tertawa itu, berjalan dengan jarak jauh dari mereka seraya mengumpat mati-matian, awas aja kalau sampai ODGJ itu mengamuk. Luziana dan Lisa akan di buat mati.


"Hei nong dah punya pacar apa belum?" Tanyak Lisa, lalu berhenti sejenak di depan orang gila tersebut dengan jarak jauh beberapa meter.


"Kalau belum punya pacar, pacar aje sama si Prik." Tambahnya lagi seraya menunjuk Luziana yang berdiri di sampingnya.


Mata Luziana membelalakkan. "Enak aja, kau aja yang sana jadi pacarnya" Gerutu Luziana kesal.


"Hei nong jangan mau sama aye, aye soalnya dah punya suami. Mending sama teman saya satu ini aja masih jomblo akut," Seloroh Luziana juga sembari terkikik.


Lisa menatap temannya dengan tatapan tidak bersahabat yang berdiri di sampingnya. "Siapa suami lo," Tanyak Lisa datar. Luziana yang mulutnya asal ngomong, lalu memukul mulutnya sendiri pelan sembari menyengir.


"Entah. hehehe" Balas Luziana. Lisa memutar bola matanya dengan jengah melihat teman karibnya ini.


Orang gila tersebut yang tadi menunduk, lalu mendongak menatap dua cewek yang tampak cantik-cantik.


"Hei sialan sini?" Panggil Karina kesal dengan suara sedikit pelan. Luziana dan Lisa menyipitkan matanya, melihat temannya yang sedang mengasih kode agar cepat berlalu di situ.


"Orang ini bilang apa ya." Luziana tampak, tidak paham dari kode Karina.


Lisa mengedikkan bahunya. "Entah, aku juga gak tau" Balas Lisa dengan tatapan fokus ke arah Karina.


Orang gila yang masih duduk itu, sontak berdiri. Kemudian menatap para dua cewek itu dengan tatapan mata yang berbinar-binar.

__ADS_1


"Cewek Ku.." Pekiknya kegirangan menatap dua cewek yang di hadapannya. Dua cewek itu langsung memejamkan matanya. Satu kata keluar dengan mulus dari mulut mereka.


"Kabuuurr..."


Dengan kocar-kacir mereka berlari.


"Biad*b, set*n, any*nggg. Sumpah kalian berdua bukan teman gue lagi...." Umpat kesal Karina sembari berlari cepat.


Orang gila itu jika di ganggu, dia akan kejar orang tersebut sampai dapat. Tidak heran Karina sangat mengumpat temannya yang lucnatnya itu. Yang suka jahil orang.


Karina berhenti sejenak dengan posisi memegang lutut, nafasnya kini sangat ngos-ngosan. Ia menoleh kebelakang dan mengerjapkan matanya. Sialnya ODGJ itu masih kejar mereka.


"Lari Nita..." Pekik Karina dengan ketakutan.


"Hah lari lagi." Karina berdecak kesal melihat temannya yang lemot. Terpaksa cewek itu menarik tangan Anita dengan kasar, sampai Anita meringis kesakitan.


"Dasar Lo berdua kayak setan" Bentak Karina pada Luziana dan Lisa. Luziana dan Lisa menyengir lebar menangapi bentakan Karina.


Selalu di manapun itu, mereka berdua pasti buat ulah. Sebenarnya Luziana itu, orangnya gak suka bikin ulah. Dia hanya ikut-ikutan dengan Lisa untuk sekedar mencari hiburan. Tapi yang cewek aneh itu lakukan bukan mencari hiburan, yang ada bikin masalah. Membuat temannya yang gak berdosa ikut turut dampaknya karena dirinya. Beda dengan suaminya yang tidak pernah bikin masalah dan tidak tersentuh itu.


...***...


Dor

__ADS_1


Tembakan pertama


Dor


Tembakan kedua. Kemudian di susul dengan suara tembakan yang terus-menerus bersautan.


Di tempat ruangan yang gelap dan sangat minim cahaya. Renaldy menggila.


Raut wajah pria itu memang tampak tenang, tapi bagi yang melihatnya aura dingin begitu sangat menyeruak kuat di balik tubuh kokoh Pria itu. Pikirannya kini sangat kacau sehingga dia butuh pelampiasan.


Setelah banyak menghabiskan amunisinya. Renaldy menurunkan pistolnya, menatap kosong ke arah Papan target yang sudah terkoyak akan ulahnya. Kemudian ia duduk di kursi kayu sambil menatap pistolnya.


Tak lama kemudian arsen pengawal pribadi Pria itu mendekati tuannya.


"Tuan sudah waktunya pergi" Kata arsen memberi tahu seraya melirik arlojinya.


Renaldy yang tubuhnya penuh dengan berkeringat, kemudian pria yang sedang bertelanjang dada itu. Menanggapi penuturan pengawalnya, yang sekaligus asisten pribadinya di kantor militer.


"Hm. Bawakan aku baju sekarang" Titahnya datar. Arsen pun mengiyakan perintah tuannya. Ia pun mundur beberapa langkah dan Arsen pun memerintahkan salah satu anak buahnya, menyuruh mengambil baju tuanya.


Berselang beberapa menit kini Renaldy. Siap dengan pakaian jasnya. Pria itu pun berjalan keluar dari ruangan yang cahaya minim tersebut. Lalu Pengawalnya menyusulnya dari belakangnya. Setelah keluar terlihat.


Orang yang berpakaian, berjas hitam membungkuk hormat melihat tuannya keluar dari ruangan latihan milik tuannya itu.

__ADS_1


Renaldy berjalan masuk kedalam sebuah mobil yang telah di sediakan oleh pengawalnya. Mobil pun melaju ke tempat tuannya ingin tujuin.


Selama menempuh perjalanan akhirnya sampai. Para pengawalnya langsung membukakan pintu mobil untuk tuanya. Renaldy pun keluar dari mobilnya dan menatap dari balik kacamata hitamnya. Terlihat sebuah bangunan yang lumayan besar. Lalu terlihat ramai anak kecil di depannya, dan satu wanita dewasa.


__ADS_2