
"Puas! gue yang ngajak dengan seenaknya malah Lo yang pergi" Ucap Meysa dengan suara meninggi. Ia melayangkan tangannya untuk menampar pipi Luziana.
Namun langsung di tahan oleh Renaldy. Pandangan Meysa langsung beralih kepada Renaldy yang sudah menahan tangannya, untuk menampar pipi Luziana.
"Kak Al lepasin tangan aku. Aku bakal menampar rakyat jelata ini, yang gak tahu diri. Dengan seenaknya pergi sama kakak padahal Meysa duluan yang sudah janjian untuk pergi sama kakak. Sekarang kenapa malah rakyat jelata ini yang pergi" Ujar Meysa yang sangat sudah marah pada Luziana. Dia ingin mereka berdua itu gak boleh romantis berduaan. Nantik bakal susah mereka berdua untuk di pisahkan, di pikiran Meysa.
Tangan mereka berdua mereka yang masih melayang di udara. Renaldy turun dengan perlahan lalu melepaskan tangannya yang menahan tangan adiknya.
"Kak Al yang ngajak bukan keinginan dia sendiri untuk pergi sama kakak" Renaldy sangat tahu bahwa adiknya marah itu karena dia tidak membangunkan Meysa untuk pergi pasar malam, kemudian malah pergi bersama istrinya.
Meysa tersenyum sinis. "Kenapa kakak harus pergi dengan dia, padahal Meysa sudah janjian duluan, untuk ngajak kakak pergi tempat favorit kita dulu" Dia ingin mengulang kenangan masa lalu di mana, mereka, pergi tempat makanan favorit mereka berdua.
Renaldy yang kini sudah berubah pesat sangat sulit untuk di ajak pergi tempat hiburan. Meysa yang merupakan adiknya kandungnya juga sulit ngajak kakaknya itu. Pria itu selalu beralasan sibuk kerja, walaupun memang itu kenyataannya. Ia selalu berkata lain kali saja ya, kalau ada waktu luang kita pergi sama-sama tempat jual gerobak maknyus jasukenya.
Dan waktu yang tempat adalah hari ini, Meysa pengen setelah pergi pasar malam. Pas pulang mereka bakal mampir ke tempat gerobak maknyus jasukenya. Tapi gak tahu-tahu dirinya malah tidur, terus kakaknya malah pergi dengan orang yang ia paling benci dan merupakan saingan ia di sekolah.
Renaldy memilih untuk diam daripada menjawab. Karena apa, gak perlu di jawab lagi Meysa sudah tahu apa jawabannya karena jawabannya hanya pada dirinya sendiri. Siapa suruh coba dia tidur pas dia sendiri ngajakin pergi jalan-jalan berdua. Jadi pertanyaannya kenapa Meysa menanyakan itu padahal jawabannya pada diri sendiri wanita itu. Jawabannya adalah sengaja membesarkan masalah itu jadi ujungnya bakal susah di selesaikan. Padahal masalahnya soal kecil.
"Kenapa tidak menjawab kak pertanyaan dari Meysa. Atau jangan-jangan kakak hanya untuk membela rakyat jelata ini. Bukan begitu Rakyat jelata" Meysa menatap remeh kepada Luziana.
Luziana menundukkan kepalanya. Dia juga tahu kalau Meysa marah itu karena sedih, mereka tidak jadi pergi berdua.
"Atau jangan-jangan Lo sengajain racuni pikiran Kakak gue. Alah ngapain coba pergi sama adik mu itu yang gak jelas itu. Mending pergi sama aku aja. Bukan begitu Luziana" Meysa menaikkan alisnya seraya menatap penuh benci pada Luziana.
"Jawab jangan diam aja!" Meysa yang sudah kesal, segera menarik jilbab Luziana dan menampakkan rambut panjang perempuan itu.
Luziana yang gak sigap, harus merasakan kesakitan di kepalanya akibat jambakan Meysa.
"Ternyata cantik juga rambut Lo" Puji Meysa yang melihat rambut panjang hitam legam Luziana sembari menjambak rambut perempuan itu.
__ADS_1
"Lepaskan Meysa, seharusnya kamu gak boleh seperti ini dengan kakak ipar mu" Tegas Renaldy seraya berusaha menghentikan pertikaian mereka.
"Kakak ipar? kalau aku gak mau lepasin gimana," Meysa makin menguatkan jambakan rambut Luziana.
"Auuww sakit." Renaldy yang melihat istrinya meringis kesakitan, mau gak mau Renaldy mencengkram tangan Meysa lalu menghempaskan tangannya dengan kasar.
Meysa dapat merasakan sakit di tangannya. Apalagi tangan Renaldy besar, dan ia juga merupakan seorang jenderal tentara. Pasti sakit sekali bukan tangannya di cengkram, tapi Renaldy sudah berusaha tidak kuat mencengkram nya. Tetapi tetap saja dapat merasakan rasa sakit.
"Maaf-maaf" Refleks Renaldy.
Emosi Meysa makin menyeruak.
"Asal kakak tahu Meysa. Sudah lama menunggu hari ini untuk pergi bersama kak Al" Ucap Meysa sembari tetesan air mata yang mengalir di pipi mungil nya.
Mommy Liona yang melihat Renaldy tampak bingung. Kayaknya telah terjadi sesuatu.
"Meysa benci kak Al" Sambungnya lagi lalu melenggang pergi. Siapa saja orang bakal sedih. Kalau janjinya gak di tepati. Apalagi sudah lama hari ia menantikan harini.
Mommy Liona pun pergi menyusul putrinya itu. Renaldy menatap punggung Mommy yang sudah menjauh dari pandangannya.
Pria itu mengusap wajahnya kasar. Lalu ia berlenggang pergi juga menuju kamarnya, di ikuti oleh Luziana.
"Maafin aku, seandainya tadi aku gak ikut pergi sama kamu. Pasti hal ini seperti ini tidak terjadi" Ucap Luziana yang kini sudah berada di dalam kamar suaminya.
Renaldy yang mendengarnya mengehela nafas kasar. Dia tidak memilih untuk menjawab, malah mengacuhkan istrinya.
*
*
__ADS_1
"Oi Meysa kenapa semalam Lo gak pergi pasar malam" Tanya Zea kepada Meysa yang kini lagi mood nya sedang hancur.
"Gausah kepo" Balas Meysa jutek.
"Padahal seru kali loh tempat pasar malamnya" Seru Zea sembari berseri-seri.
"Ck' diem bisa" Sentak Meysa dengan sorot mata tajam. Zea yang melihatnya langsung diam.
"Kita acara ekskul belum di adakan gak sih tahun ini" Tanya Riri berusaha untuk tidak sedih, cewek itu dianya samanya dengan Meysa tidak bisa pergi semalam ke pasar malam.
"Belum sih.. emang kenapa?" Tanya balik Zea.
"Di adakan yuk Meysa acara ekskul nya" Menjawab pertanyaan dari Zea, melainkan Riri membujuk Meysa agar acara ekskul nya di laksanakan.
"Masak tahun kemarin ada. Terus tahun ini gak ada" Ucap Riri yang masih membujuk Meysa. Bagi Riri setidaknya gak bisa pergi pasar malam, tapi setidaknya bisa pergi acara ekskul yang bisa berkumpul dengan temannya.
"Oke acaranya bakal ku adakan tahun ini, dan tahun ini bakal lebih seru dari pada tahunnya sebelumnya" Balas Meysa seraya tersenyum Smirk. Dia akan merencanakan rencana licik untuk menjebak Luziana.
...----------------...
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA 😍
LIKE
KOMENTAR
VOTE
HADIAHNYA JANGAN LUPA
__ADS_1
NANTIK UPDATE SELANJUTNYA AUTHOR BAKAL KASIH KONFLIK RINGAN 😘. YANG MENANTIKAN KEBUCINAN MEREKA NANTIK DULU YA.
SEKIAN TERIMAKASIH