
Luziana sudah, memantapkan dirinya untuk berpisah. Ia tidak mau mempertahankan rumah tangga ini lagi. Perempuan itu ingin lebih baik sekolah, dari pada mempertahankan rumah tangga yang sudah hampir ujung tandus.
Ceklek
Suara pintu terbuka pun terdengar. Sontak Renaldy dan Luziana mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Terlihat Papa Haris dan Mama Safira datang menghampiri mendekati mereka. Begitu dengan dokter Lea, Papi Devan, Mommy Liona bersama dua orang suster.
"Mama, Papa" Luziana mengerutkan dahinya heran melihat orang tuanya ada disini dengan membawa kursi roda.
"Maksudnya ini apa Haris?" Tanya Papi Devan yang ambigu dengan sifat temannya harini.
"Aku ingin membawa putri ku pulang?" Sahut Papa Haris dengan datar.
"Bawa pulang? kamu tahu kan RIS anak mu baru selesai operasi. Dan baru saja kehilangan anaknya, dia masih butuh perawatan. Kenapa kamu bawa pulang?" Lontar pertanyaan Papi Devan lagi. Renaldy yang mendengarnya masih bingung apa maksud mertuanya itu.
"Aku gak bisa menjelaskan kenapa, aku membawa pulang putri ku. Yang jelas aku ingin anak kita bercerai" Tegas Papa Haris penuh penekanan.
Deg
Renaldy yang mendengarnya jantung nya serasa akan keluar dari tempatnya.
"Papa gak bisa seenaknya gitu, memutuskan kami untuk bercerai" Sanggah Renaldy yang terima keputusan mertuanya.
__ADS_1
"Kenapa gak bisa! saya sangat berhak memutuskan, dan meminta kamu menceraikan anak saya, karena saya orang tua nya" Ujar tegas Papa Haris gak mau kalah.
Renaldy mengusap wajahnya dengan kasar. Kayaknya percuma berdebat dengan mertuanya itu.
"Fira bawa Luziana ke mobil" Titah Papa Haris kepada istrinya. Mama Safira mengangguk kepalanya mengiyakan.
"Mohon maaf pak, tapi Luziana tidak kami mengizinkan pulang. Karena kondisi nya sangat lemah. Baru saja selesai operasi loh" Cegah Dokter Lea yang sangat dongkol dengan orang tua pasien. Namun tidak di gubris oleh Papa Haris.
"Cepat Fira!" Titah Papa Haris ingin cepat putrinya keluar dari rumah sakit ini.
"Iya Pah" Sahut Mama Safira tapi langsung di hadang oleh minta.
"Tolong papa sama Mama mendengar kan, apa kata dokter bilang. Tidak mengizinkan Luziana pulang sebelum pulih total. Jadi Papa sama Mama, jangan seenaknya membawa istri saya sesuka hati kalian. Saya suaminya, saya lebih berhak. Walaupun kalian orang tuanya. Jadi tolong lebih baik kalian keluar dari rawat inap ini" Pinta Renaldy dengan tegas seraya menghadang mertuanya yang ingin mencabut infus putrinya.
"Tapi kamu sekarang, bukan menantu saya lagi. Lebih baik minggir" Pinta Papa Haris menatap tajam kearah menantunya.
"Enggak!" Jawab Renaldy singkat.
"Renaldy sudah bilang, saya tidak mengizinkan papa membawa Luziana pulang" Sambung Renaldy. Papa Haris yang mendengarnya jadi geram. Ia pun melayangkan pukulan di rahang menantunya hingga wajah menantunya berpaling.
BUGH
__ADS_1
Renaldy memegang rahang nya terasa nyeri. Tetapi Pria itu tetap menghadang mertuanya itu.
"Saya bilang minggir! kalau kamu gak minggir saya pukul lagi" Ancam Papa Haris tetapi Renaldy tidak mengindahkannya.
Papa Haris pun mengepal kuat tangannya.
BUGH
BUGH
Kedua pukulan pun mengenai wajah menantunya.
"Berhenti! apa yang melakukan terhadap putra saya" Ucap Mommy Liona mendekati putranya seraya memegang wajah Renaldy yang terlihat lebam. Namun Renaldy terlihat biasa aja, seperti tidak merasakan sakit apa-pun.
"Sudah Al! ikhlaskan saja perempuan itu. Gak ada gunanya kamu mempertahankan rumah tangga ini. Lihat aja dia hanya diam, melihat kamu di pukuli Papa nya. Lagipun banyak di luar sana wanita yang lebih baik dari nya. Malahan wanita dari keluarga terpandang"
...----------------...
FOLLOW INSTAGRAM AUTHOR : maulyy_05
Author bakal buat ending nya beda dengan novel lain.
__ADS_1
Jadi terima kasih atas dukungannya 🌝🖤