Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Ajakan ze


__ADS_3

Melihat reaksi ke 4 orang keluarga sue itu ze akhirnya mulai paham apa yang menjadi tujuan mereka berbuat baik pada dirinya orang yang bahkan tak pernah di sapa oleh mereka dari awal.


"Menginginkan kak jin hu untuk anggota keluarga sendiri rupanya kalian. Heh dasar tak tau kemampuan dirinya. Baru juga sudah bisa memijak dahan lalu kau ingin meraih langit huh. Tidakkah mereka tau jika jatuh dari ketinggian itu sangat menyakitkan sehingga menggantung mimpi terlalu tinggi huh?" batin ze.


Ze menyeringai melirik ke arah mereka ber 4 terutama ke arah yue er dan ze mulai berencana memancing emosi yue er karena dia sadar betul jika gadis yang satu ini lah yang sangat berambisi memiliki jin hu.


"Bukankah sangat tak nyaman bagi pangeran rui huo nan duduk bersempitan dengan wen yuan dan liu yu di luar kereta? Karena pangeran tak nyaman duduk bersama kita bagaimana jika dia bersama dengan kereta mereka dan biarkan para nona itu bersama kita di kereta yang luas ini. Bukankah kita memiliki tujuan yang sama?" usul ze pada jin hu.


Mendengar jika orang yang mereka abaikan karena di kira hanya seorang pengawal itu adalah seorang pangeran mereka terbelalak.


"Apakah anda pangeran Rui huo nan dari kerajaan Beicheng?" tanya Gu riu sopan


"Hm" jawab rui huo nan


"Astaga maafkan kami yang tak mengenali calon putra mahkota dari istana Beicheng." ucap yue er lemah lembut


"Tak masalah." jawab rui huo nan santai

__ADS_1


Setelah itu sikap dan tatapan mereka jadi lebih bersahabat pada rui huo nan sedang Rui huo nan merasa risih pada mereka.


"Bagaimana dengan tawaran aku tadi?" tanya ze pada jin hu lagi.


Menyadari jika kekasihnya ini sedang merencanakan sesuatu, meski merasa kurang nyaman berada dalam satu ruangan dengan gadis lain jin hu memilih mendukung apapun yang di inginkan ze.


Tentang konsekuensi dari kenakalan yang akan kekasihnya lakukan dia akan mengurus dan menanggungnya walau belum tau apa lagi ulah ze kali ini asalkan kekasihnya ini bisa bahagia tidak harus tertahan dan bisa dengan sangat bebasnya melakukan apapun termasuk menyinggung siapapun tanpa perlu khawatir.


Jin hu tersenyum menatap ze dan mengangguk menyetujui keinginan ze.


"Jika istriku berkata demikian maka aku akan setuju saja." jawab jin hu sambil terenyum pada ze.


"Baik kakak kedua" jawab rui huo nan pasrah.


" Apakah keinginan istriku ini tidak memberatkan para nona ini jika harus ikut dengan kami dan berada dalam satu kereta bersama kami? Aku takut jika para nona ini keberatan biar bagaimana kami baru pertama bertemu." ucap jin hu


"Kami mau." jawab ke 2nya kompak dengan begitu antusias dan mata berbinar penuh harap.

__ADS_1


"Em maksud ka kami bahwa kami tak merasa keberatan untuk ikut dengan kereta yang mulia tuan jin hu. Tak ada alasan bagi kami menolak permintaan istri anda." ucap yue er kembali berusaha bersikap anggun. Yue er sangat tak nyaman menyebut jika ze adalah istri jin hu. Tapi dia lebih tak ingin menyebut ze nyonya.


"Dia sungguh tak memiliki kewaspadaan terhadap ancaman dari wanita lain. Apakah dia terlalu percaya diri tak akan kehilangan tuan jin hu pada wanita lain atau dia terlalu bodoh untuk berfikir se jauh itu?" batin yue er sembari tersenyum licik dari wajahnya terlihat jika dia memiliki sejumlah rencana di otaknya itu.


"Aku yakin jika putri memiliki rencana paling sadis terhadap 2 gadis ini. Sungguh kasihan mereka ini harus menghadapi kelicikan putri ze dengan dukungan dari tuan jin hu si budak dari cintanya terhadap putri ze ini." batin liu yu.


Selama bersama dengan ze sebagai pengawal ze, liu yu tahu betul watak dari tuannya itu. Ze tak pernah mau berhutang jika di singgung maka akan sesegera mungkin di bayar kontan olehnya jika perlu plus bunganya.


Terlebih 2 gadis ini terang terangan mendekati jin hu yang notabenenya sebagai kekasih dan di kenal sebagai suaminya, yang artinya berani tak menganggap dia ada.


"Apakah kakak ipar ini sangat cuek pada kakak ke 2 atau dia itu bodoh karena tubuhnya yang saat ini sedang terluka parah? Bagaimana mungkin dia meminta suaminya mengajak 2 gadis ikut dalam kereta yang sama dengan dirinya dan suaminya. Terlebih lagi gadis yang satu itu tampak sengaja ingin merayu suaminya dengan pesonanya" batin rui huo nan.


Dia tak begitu mengenal ze hingga tak tau jika ze tak pernah mau rugi meski dalam keadaan lemah sekalipun.


"Ingin berebut dengan putri ze hanya dengan kemampuan mereka berempat saja huh? Sungguh menyia nyiakan hidup yang damai miliknya." batin wen yuan


Setelah beberapa waktu mengenal ze dan mendengar penuturan liu yu tentang ulah dan kekejaman ze, Wen yuan sadar jika ze ingin membuat seseorang menderita saat melihat senyum misterius dari bibir ze.

__ADS_1


Terlebih dia memperhatikan ulah 4 bersaudara terutama gadis lemah lembut dan cantik bernama yue er itu wen yuan sadar jika ze tak akan membiarkannya.


"Bahkan putri Duo liu sia yang merupakan seorang putri kandung dari raja di kerajaan beiceng tidak di pandangnya apa lagi dia hanya putri dari pejabat di kerajaan kecil." batin wen yuan lagi.


__ADS_2