Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
senjata makan tuan 4


__ADS_3

Mei yin membelalakkan matanya saat melihat kalau yang masuk lewat jendela kamar putrinya adalah putrinya sendiri.


"Kenapa kau masuk seperti pencuri di dalam kamarmu sendiri?" tanya Mei yin sambil menggelengkan kepalanya.


"Ceritanya panjang ibuku tersayang. Besok aku ceritakan pada ibu. Sekarang aku hanya ingin tidur karena aku sudah sangat lelah." jawab Ze.


Ze langsung membaringkan tubuhnya tanpa membasuh wajahnya ataupun mengganti pakaiannya. Mei yin sekali lagi menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak gadisnya yang kadang masih seperti anak kecil padahal sebentar lagi dia akan menjadi seorang istri.


"Sudah akan berkeluarga dan masih saja bertingkah seperti seorang anak kecil." ucap Mei yin sambil tersenyum.


Mei yin keluar dari kamar Ze dan tidak lama dia kembali lagi dengan membawa air dalam wadah dan sebuah kain. Dengan pelan Mei yin mendekati putrinya yang sudah damai dalam tidurnya itu.


"Bagaimana kau bisa lupa untuk membasuh wajahmu saat akan tidur sedangkan sebelumnya kau menggunakan riasan." gumam Mei yin.

__ADS_1


Mei yin merendam kain yang dia bawa kedalam wadah berisi air yang juga dia bawa tadi. Dia kemudian dengan lembut mengusap pelan wajah Ze. Setelah membantu membersihkan wajah Ze, Mei yin menyelimuti tubuh Ze, mengecup keningnya lalu keluar dengan membawa kembali wadah dan kain yang dia bawa masuk tadi.


Sementara di tempat Hia ling, saat Hia ling hendak berusaha untuk membuka pintu, sebuah tangan kekar menarik lengannya membuat Hia ling tersentak dan masuk kedalam pelukan orang yang menariknya.


Hia ling hendak berteriak tapi mulutnya keburu dibungkam oleh lu**tan bibir pria yang memeluknya erat. Akibat dari salep yang reaksinya sama dengan obat peran*sang yang sebelumnya Ze oles pada pipi Hia ling, Hia ling akhirnya membalas lu*atan pria itu hingga malam yang panjang dan panas akhirnya tercipta dalam gudang yang gelap itu tanpa ada yang menyadarinya.


Keesokan paginya, Sia li dan Mao tian kakak dari Hia ling sudah membawa sekelompok orang termasuk Jin hu dan beberapa pejabat juga tetua dari istana atas awan untuk menggerebek Ze yang dia pikir sudah melewati malam dengan pria asing.


Mereka berhasil mengumpulkan orang dengan alasan ada hal aneh yang mereka lihat di gudang belakang. Karena kasus monster sebelumnya, semua orang jadi waspada karena takut jika itu monster yang berhasil menerobos tabir lagi.


"Ini adalah detik-detik dimana kebahagiaan adikku dan kejayaan keluarga kami akan dimulai." batin Mao tian sambil menyeringai.


"Mengapa gudang ini tidak tertutup rapat? Bukannya kemarin aku sudah menutupnya bahkan menguncinya?" tanya seorang kasim membuat semua orang menatap ke arahnya.

__ADS_1


"Ayo kita periksa dulu. Siapa tau apa yang ada di dalam sana." ajak Mao tian.


"Ya, tapi ingat untuk berhati-hati. Kita tidak ingin jika ada yang akan terluka." ucap seorang tetua.


Mereka semua masuk dan seketika terbelalak melihat sepasang pemuda pemudi sedang berpelukan tanpa sehelai benang yang menutupi tubuh mereka.


Jin hu langsung membalik tubuhnya dan memerintahkan para prajurit untuk menggiring pasangan tidak bermoral itu keruangan hukuman.


"Bangunkan mereka segera dan giring mereka keruangan persidangan istana setelah memakai pakaian mereka." ucap Jin hu lalu melangkah pergi meninggalkan gudang itu.


Mao tian berdiri mematung sejenak sangking syok mendapati bahwa adiknya justru yang tengah bersama pemuda yang dia sekap sebelumnya.


Yuhuuu author yang kece badai ini datang menyapa. (PD abis gua)

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian 😉


__ADS_2