
Suasana menjadi kembali hening setelah Ze membuka tutup dari tungku ramuan miliknya. Mereka semua hanyut dalam fikiran mereka masing-masing. Masih saja mereka ingin percaya dengan pendapat awal mereka jika Ze hanyalah gadis tidak berguna.
Suasana hening pecah saat tuan Shu mulai berseru kembali.
"Baiklah semuanya, karena semua peserta sudah mengeluarkan pil buatan mereka masing-masing, maka kini saatnya para juri maju untuk menilai tingkat dan kwalitas pil yang para peserta ini telah berhasil buat." seru tuan Shu dengan suara lebih keras agar semua lamunan buyar.
Para juri segera bangkit dari duduk mereka dan segera menaiki panggung tempat para peserta berada saat ini.
"Wah nona Shi menghasilkan pil lebih banyak dari peserta lainnya. Dari awal para peserta hanya membuat 1 hingga 2 pil saja. Tapi, nona Shi ini berhasil membuat 4 pil." puji tuan Shu sebelum juri sampai ke tempat Ze.
Semua orang termaauk juri masih enggan percaya jika Ze gadis berbakat walau dia telah berhasil membuat pil. Mereka terlalu malu untuk mengakui jika ternyata pendapat mereka tentang Ze itu salah.
"Gadis itu sungguh berhasil membuat pil. Bahkan dengan jumlah yang dua kali lipat lebih banyak dari peserta lainnya." ucap penonton f yang sedari tadi hanya diam menyimak kata-kata nencemooh tentang Ze.
"Ah sudah diam saja dulu. Aku yakin jika pil buatannya pasti hanya pada tingkat rendah dan tidak akan lulus seleksi." ucap penonton a
"Ya kau benar sekali. Gadis itu tidak berguna, sehingga jika dia mampu membuat pil itu pasti karena usaha keras 3 orang kuat yang dia wakili itu." saut penonton b
"Sudah diam saja. Tuan Shu akan mengumumkan pemenang dari ketiganya." tegur penonton lain yang tengah serius memperhatikan atas panggung.
Sedangkan di sisi lain guru alkemish dan ayah Ze hanya mampu menggeleng sambil tersenyum melihat pil yang Ze keluarkan.
"Anak nakal itu ingin mempermainkan juri dengan banyak kejutan lagi besok." ucap Tang biu hu
"Ada apa master?" tanya Huo nan penasaran
"Dia menekan kemampuannya sehingga pil yang dia buat berada 1 tingkat di bawah dari pil yang sesungguhnya mampu untuk dia buat." jawab Tang biu hu
"Wah itu artinya besok mereka semua akan terkejut lagi jika melihat pil yang jauh lebih bagus dari pil hari ini." ucap Huo nan
"Hm kau benar. Sudah diamlah dulu aku ingin melihat wajah para juri yang telah meremehkan putriku terkejut melihat pil buatannya itu." saut Liu ku
Di tempat keluarga Gu semua orang merasa geram melihat jika Ze yang mereka anggap bukan ancaman buat Gu an shi, justru menyita perhatian semua orang dengan pil buatannya.
"Mengapa gadis tidak berguna itu mampu membuat pil?" tanya tuan Gu
"Entahlah ayah aku juga tidak tahu jika dia mampu membuat pil." jawab Li gui
__ADS_1
"Kita terlalu meremehkan gadis itu. Semoga saja An shi kita bisa maju ke babak berikutnya." saut tuan besar Gu
"Tenang kakek, aku masih percaya jika dia itu bukan seorang jenius. Pasti pil buatannya tidak akan di atas tingkatan pil buatan An shi kita." ucap Li gui
"Hm semoga saja apa yang kau katakan itu benar." ucap tuan besar Gu
Di sisi keluarga Duo saat ini semua juga sedang terlihat sangat kesal dengan apa yang mereka saksikan diatas panggung.
"Bukankah kau mengatakan jika gadis ja***g itu adalah gadis tanpa bakat Liu sia?" tanya tetua Duo
"Dari yang aku ketahui tentang gadis ja***g itu, Dia memang tanpa bakat kakek buyut." jawab Liu sia
"Bahkan dia dan ibunya ditendang dari keluarga An karena membuat malu dengan status gadis tidak berbakatnya itu." sambungnya lagi.
"Liu sia benar kakek buyut. Bahkan aku mendengar jika dia baru putus dengan tunangannya karena keluarga tunangannya itu malu dengan status memalukan gadis itu." saut yuo tao.
"Hm baik kita lihat saja dulu. tampaknya kit harus memberikan bahan yang jauh lebih berkwalitas pada katak ajaib besok agar hasil pilnya jauh lebih berkwalitas." ucap tetua Duo.
Kembali ke atas panggung. Para juri masih berada di depan meja Gu an shi. Mereka tersenyum melihat pil milik An shi.
"Ternyata ada lebih banyak anak muda yang mampu membuat pil di atas standar yang kita tentukan." ucap master Shen
Mereka lalu pindah ke tempat Wu ji le peserta satunya lagi. Sebenarnya mereka sudah sangat penasaran untuk melihat pil buatan Ze. Tapi, mereka harus menilai sesuai urutan.
"Wah kau peserta ini juga sudah bisa membuat pil tingkat tinggi dengan kwalitas yang sama dengan pil buatan putri keluarga Duo dan putra keluarga Ruo." puji master Qi
"Dua peserta behasil membuat pil tingkat tinggi. Lalu, bagaimana dengan peserta yang terakhir ini?" seru tuan Shu membuat para penonton berdecak kagum.
"Lihatlah itu. Baru juga pil tingkat tinggi dengan kwalitas rendah dan mereka sudah terkagum-kagum. Kau sudah bisa membuat pil tingkat tinggi mendekati level surga kwalitas sempurna masih ingin merasa tidak puas?" ucap Hui tu
"Aku tidak ingin menurunkan levelku" jawab Ze
"Maksudmu?" tanya Hui tu
"Dengan hanya menjadikan orang lemah sebagai patokanku sama halnya aku menurunkan levelku. Aku ingin berada di puncak maka aku harus menjadikan orang kuat seperti ayahku sebagai patokanku." jelas Ze
"Baiklah kau menang aku tidak akan berkomentar lagi." pasrah Hui tu akhirnya
__ADS_1
"Bagus jika seperti itu. Baiknya kau diam menyimak saja." ucap Ze
"Mengapa kau menekan tingkat pembuatan pil milikmu menjadi satu tingkat di bawah dari tingkat pil yang sesungguhnya kau mampu buat?" tanya Hui tu penasaran
"Tentu tidak akan seru lagi jika besok aku tidak memberikan satu kejutan lagi buat mereka yang meremehkan kemampuan diriku." jawab Ze
"Kau sungguh gadis bodoh yang licik." ucap Hui tu
"Itulah mengapa kau menyukai dan menyayangiku seperti keluargamu bukan?" tanya Ze percaya diri
"Siapa yang akan menjadikan seorang yang licik sebagai keluarga huh." bantah Hui tu
"Tapi kau benar. Aku memang sangat perduli kepada dirimu. Walau aku tidak tahu alasannya. Kau sudah seperti keluarga bagiku." ucap Hui tu lagi.
"Karena, aku juga menganggapmu keluargaku yang aku sayang dan aku perdulikan." jawab Ze
"Baiklah sekarang kembali fokus pada kompetisimu itu." tegur Hui tu melihat para juri sudah melangkah ke arah Ze.
Mereka berenam dengan tuan Shu yang juga sudah penasaran dengan pil milik Ze sudah berdiri di depan Ze dan segera melihat ke arah wadah tempat Ze menyimpan pilnya.
Hayo....
penasarankan penngen tau reaksi para juri?
Kira-kira Ze menang gak yah?
makanya dukung author dengan like vote dan koment yang banyakπππ
Kalo ada tip juga bolehπππ
makasih banyak nih buat @Anya Zainal atas tipnyaπ
Biar semangat nih menuhin jiwa penasaran para readers yang budiman.
selamat membaca
author
__ADS_1
πππππ