
Setelah membantu Ze menghabisi monster raksasa yang semakin kuat setelah kawanannya dimusnahkan, Azel segera pergi dari sana.
"Aku harus segera menyingkirkan mahluk- mahluk yang telah melanggar aturan pintu dimensi. Jika tidak, nyawa dari calon ibu sang penjaga berikutnya akan terancam dan aku akan semakin lama lagi hidup dalam kesepian sebagai seorang penjaga pintu dimensi." gumam Azel sambil terbang menuju lingkaran cahaya putih yang merupakan pintu dimensi yang dia jaga dan dapat dia kendalikan.
Azel sibuk ke sana kemari menggunakan pintu dimensi untuk menangani para mahluk yang telah melanggar aturan pintu dimensi.
"Cukup banyak juga mahluk yang berhasil lolos dari gerbang pintu dimensi. Ada apa sebenarnya ini?" ucap Azel sambil menjepit dagunya menggunakan jari telunjuk dan ibu jarinya.
"Sepertinya ada sesuatu yang cukup kuat telah sengaja membuat pintu dimensi gagal menahan mahluk-mahluk itu untuk melintasi dimensi lain." gumamnya.
"Huft, cukup melelahkan juga mengatasi mahluk-mahluk yang jumlahnya sangat banyak itu." keluhannya.
"Saatnya aku menemui gadis bernama Ze itu. Dia akan memilih salah satu dari kehidupan yang akan dia jalani kedepannya. Aku berharap dia memilih dunia yang dia tinggali sekarang karena dimensi itu cukup kuat untuk menghalau mahluk dari dunia lain untuk masuk." gumamnya.
"Entah konspirasi apa yang membuat dimensi itu dapat kebobolan beberapa mahluk yang cukup merepotkan." gumamnya lagi.
"Sudahlah, itu urusan belakangan untuk aku cari tahu. Kini saatnya aku mengurus gadis itu dulu. Keinginannya adalah yang terpenting karena aku telah membawa paksa jiwanya dari dunianya sebelum ini." putus Azel lalu segera terbang memasuki lingkaran putih yang dia munculkan dan menghilang di dalam lingkaran itu.
__ADS_1
Cahaya putih tiba-tiba muncul dari atap bangunan tempat seorang gadis tengah berbaring dan Azel keluar dari cahaya itu. Gadis itu adalah Ze.
"Kau sudah datang." ucap Ze.
Azel menapakkan kakinya di lantai lalu tersenyum sambil mengangguk. Dia duduk di kursi dan Ze segera menghampiri lalu ikut duduk di kursi dekat dengan Azel.
"Aku selalu menepati janjiku." ucapnya pada Ze.
"Kau terdampar di dimensi ini karena aku yang membawa dan menitipkan jiwamu di dimensi ini." ucap Azel sebelum Ze bertanya.
"Jiwamu adalah jiwa calon ibu sang penjaga selanjutnya. Pada duniamu sebelumnya tidak aman untukmu hidup di sana." lanjut Azel.
"Di sini kau dapat melatih kultivasi agar dapat melindungi diri dari mahluk lain yang berhasil menerobos pintu dimensi. Jika kau tetap di duniamu, tidak hanya dirimu, Orang-orang yang tidak terkait akan ikut terluka dan bahkan mati." jelasnya lagi dan Ze masih setia menyimak.
"Itulah sebabnya saat kau terluka dan jiwamu terlepas dari tubuhmu, aku memindahkan tubuhmu ke dunia ini dan kebetulan ada tubuh yang sangat sesuai untuk melatih kultivasi yang juga terlepas dari jiwanya." ucapnya lagi.
"Tubuhmu sengaja aku jaga agar tetap hidup di duniamu sana agar kau dapat memilih untuk hidup dimana nantinya." lanjutnya.
__ADS_1
"Jadi, kau ingin seperti apa sekarang ini?" tanyanya membuat Ze terdiam memikirkan apa yang dia inginkan.
Ze memilih untuk hidup di dunia yang sekarang tapi ingin pamit pada adiknya dulu. Azel mengabulkan keinginan Ze. Melihat perpisahan Ze dengan sang adik membuat Azel meneteskan air mata mengingat keluarga yang dia sayang yang telah berabad-abad lalu meninggal.
Kehidupan sebagai penjaga penuh dengan rasa kesepian dan ketakutan. Bukan takut pada mahluk yang harus dia lawan atau hal sejenis itu. Tapi, ketakutan untuk berhubungan dengan orang lain.
Ketakutan untuk berinteraksi dengan orang lain. Takut untuk memiliki perasaan yang spesial untuk orang lain. Takdirnya untuk hidup jauh lebih lama dari manusia normal membuat dia harus rela menyaksikan orang disekitarnya menua dan meninggal.
Setiap kali dia akan dekat dengan orang lain karena merasa kesepian, dia harus memikirkan lagi untuk mengurungkan niatnya itu karena dia takut dengan perasaan takut akan kehilangan saat masa hidup dari orang itu telah sampai batasnya.
Karena itu, dia sangat menjaga Ze agar kesempatan untuk hidup dengan normal nantinya segera dia dapatkan tepat pada usia 10 abad nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai semua pembaca setia Ze
Hari ini author up sekalian untuk memberikan informasi bahwa novel "pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas s2" akan up pada tgl 5 bulan 11 nanti.
__ADS_1
Silahkan klik profil author pada hari itu pukul 11 wita nanti.
Salam hangat dari author