Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
rencana


__ADS_3

Ze segera memanjat sulur cece menyusul jin hu yang sudah di atas tembok. Setelah itu Rui huo nan, wen yuan dan liu yu juga ikut memanjat menyusul mereka.


Di atas tembok mereka bisa melihat hanya ada wanita berbaju putih sama persis dengan para wanita yang mengangkat tandu di luar tadi.


Mereka berlalu lalang membawa barang barang dari dalam ruangan ke lapangan di depan bangunan.


Sedang ze dan kelompoknya sudah berpindah ke atas atap bangunan itu sambil mengamati kesibukan orang orang di bawah sana.


"Apa yang mereka akan lakukan sebenarnya?" tanya Rui huo nan sedikit berbisik


"Entahlah aku rasa mereka sedang ingin mengadakan upacara do'a atau persembahan atau semacam itu soalnya barang yang mereka bawa seperti perlengkapan untuk ritual." jawab jin hu


Di sana ada panggung tinggi dan mereka menaruh meja di atas panggung lalu menyusun Dupa, wadah berisi bara api, pisau, wadah berisi air dan sebuah gelas besar.


"Ritual apa yang akan mereka lakukan sebenarnya?" tanya ze bingung


"Entah akupun penasaran ingin tahu." jawab jin hu


"Eh bukankah itu gadis tadi?" tanya ze


Saat melihat gadis berbaju merah darah tadi naik ke atas panggung. Saat dia di atas panggung semua wanita berbaju putih semua berlutut.


"Iya kau benar itu gadis di atas tandu tadi" jawab jin hu

__ADS_1


"Mengapa gadis itu tampak berbeda dari yang tadi?" tanya Rui huo nan


"Iya dia tampak lebih tua tidak seperti gadis melainkan nenek tua." saut liu yu


"mungkinkah dia itu ibu gadis tadi?" tanya wen yuan dan yang lain mengangkat bahu tanda tak tahu


"Dia gadis yang tadi. Ritual ini adalah ritual menyembah iblis untuk memperoleh tampilan muda dan cantiknya." jawab hui tu


"Jika menyembah iblis itu artinya akan ada tumbal bukan?" tanya ze


"iya kau benar dan sebentar lagi tumbalnya akan datang." jawab hui tu


Tak berapa lama 3 orang wanita berbaju putih datang. satu orang membawa sesuatu dalam gendongannya di saat ze melihat apa yang di gendongnya ze terbelalak.


"Bayi?" tanya ze terkejut


"Bagaimana cara menolong mereka?" tanya ze.


"Kau lihat di sana ada sangkar burung? tanya hui tu


"Hm ada apa dengan itu?" tanya ze bingung.


"Di dalamnya bukan hanya burung tapi ada seekor serangga aneh mirip kecoa namun memiliki taring panjang.

__ADS_1


Burung itu hanya pengalihan dan serangga itu adalah sumber kekuatan gadis penyembah iblis itu.


Saat serangga itu musnah maka sumua yang ada di dalam desa ini akan kembali normal.


Semua orang di sini sedang dalam pengaruh sihir sehingga mau melakukan apa saja yang di ucapkan gadis itu." jelas hui tu


"Tinggal masuk dan binasakan seranggakan?" tanya ze


"Tidak sesederhana itu. Mereka yang di atas panggung terutama yang berbaju merah darah itu sangat kuat karena kekuatan iblis dalam tubuhnya." ucap hui tu


"lalu bagaimana?" tanya ze


"Berpura pura" jawab hui tu menggantung


"Maksudnya?" tanya ze penasaran


"Karena yang boleh masuk hanya wanita maka kau yang harus masuk. pura pura tersihir saat kau di tangkap nanti. jelaskan dulu pada teman temanmu agar tak menimbulkan masalah nantinya." jelas hui tu


"Apa aku tak akan terpengaruh oleh sihirnya?" tanya ze


"sihir penguasaan jiwa hanya berfungsi untuk orang berjiwa lemah. kau pemberani dan kuat akan aman. lagi pula kau memiliki jimat dari sekelompok serigala dan poci bukan maka sihir tak akan berguna padamu." jawab hui tu


"Baiklah tapi bagaimana kau tau jika aku miliki itu bukankah kau tertidur saat aku menerima itu?" tanya ze

__ADS_1


"aku merasakan aura serigala raja dalam tubuhmu dan bertanya pada cece lau dia menceritakan seluruh kejadian. Maaf aku belum cukup kuat untuk melindungimu." jelas hui tu


"kau tak perlu merasa bersalah karena kau sudah berusaha sekuat yang kau bisa. Aku justru bersukur kau ada sehingga aku masih bisa selamat dari serangan paman dari putri liu sia itu." jelas ze


__ADS_2