Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Terima kasih ular api


__ADS_3

Tolong temui putra kita di desa Taoxi kau akan mengetahuinya saat melihatnya karena wajah kalian berdua sangat mirip.


Namanya adalah Si guo tu perpaduan nama kita Wei guo dan Hui tu. Jaga dan kasihi dia karena dia tidak bersalah padamu sama sekali." Setelah kalimat terakhir dia ucapkan ada cahaya samar yang terbang ke arah telur Hui tu.


Tiba-tiba setelah sinar itu memasuki telur Hui tu, telur itu retak dan hancur saat itu juga sosok Hui tu muncul lagi dengan sosok aslinya.


"Oh tidak ini tidak mungkin benar." Hui tu menolak untuk percaya pada kata-kata wanita bernama Wei guo itu.


"Sudahlah tenang dulu. Kita cari dulu tubuh yang sesuai untuk jiwamu tempati. Setelah itu kita baru fikirkan untuk mencari tahu kebenaran dari kata-katanya. Serta membalas dendam kepada pria misterius itu tentunya.


Aku juga memiliki dendam terhadap pria misterius itu sekarang ini. Karena, dia sudah lancang melukai ayahku." ucap Ze.


"Ya kau benar aku harus mencari tubuh yang cocok untuk jiwaku tempati dulu agar dapat mencari tahu kebenarannya." saut Hui tu.


"Bagaimana cara kita bisa tahu kalau tubuh itu cocok atau tidak dengan jiwamu? Apakah kau harus menempatinya satu per satu ata bagaimana?" tanya Ze dengan tangan yang masih saja sibuk dengan ramuan.


"Tidak, aku tidak harus mencoba menempati satu per satu tubuh dulu untuk mengetahui kecocokan tubuh itu dengan jiwaku. Saat ini aku melihat cahaya hijau di keningmu. Itu artinya tubuhmu cocok. Tapi, aku tidak akan mau menempati tubuh wanita ataupun orang berusia renta." Jelas Hui tu.


"Ada berapa warna yang bisa terlihat seauai tingkat kecocokan tubuh-tubuh itu dengan jiwamu?" tanya Ze.


"Ada warna merah itu tidak cocok sama sekali dengan jiwaku. Jika aku memaksa masuk ke dalam tubuh itupun tubuh itu akan menolak jiwaku untuk masuk ke dalamnya.


Warna kuning belum cocok yang artinya masih bisa aku paksakan untuk aku tempati sebagai wadah tubuhku tapi hanya akan bertahan sebentar dan aku tidak bisa memiliki 100 persen kekuatanku saat menggunakan tubuh itu.


Warna hijau cocok artinya tubuh itu menerima 100 persen jiwaku dan tidak akan ada masalah saat aku menjadikan tubuh itu sebagai wadah jiwaku.


Terakhir putih adalah tubuh jiwa yang murni. Ini sangat langka untuk di temukan karena sangat sedikit bahkan hampir tidak ada jiwa yang murni saat sekarang ini.


Tubuh ini sangat istimewa karena dapat menyatu sempurna dengan jiwa yang menempatinya seolah itu adalah tubuh asli dari jiwa itu." jelas Hui tu.

__ADS_1


"Hm aku paham sekarang. Berarti kita hanya perlu mencari tubuh yang memancarkan sinar hijau atau jika kita beruntung maka kita dapat mencari dan menemukan tubuh dengan pancaran sinar putih." ucap Ze sambil mengangguk paham.


"Betul sekali yang kau katakan tadi. Saat ini aku hanya perlu mengintip keluar saat kau dalam perjalanan mencari tubuh yang sesuai." saut Hui tu membenarkan.


"Ramuanku sudah jadi, sebaiknya aku segera keluar untuk membersihkan kereta dan tubuh kami dari jejak racun milik si pria misterius itu." ucap Ze.


"Ya lakukanlah. Bagaimana dengan ular api milikmu itu?" tanya Hui tu melirik ular api yang hanya terdiam menatap Ze.


"Kau tinggallah dulu di dalam sini. Karena akan sangat menghebohkan jika aku berjalan di ikuti seekor ular api ukuran besar. Aku akan memanggilmu keluar saat aku membutuhkanmu." ucap Ze.


Ular besar itu menggerakkan kepalanya naik turun seolah mengangguk mengiyakan kata-kata dari tuan barunya itu. Sebelum Ze sempat berkata lagi ular itu mengeluarkan cahaya berwarna merah tua dan mengarahkannya pada kening Ze.


"Apa itu tadi?" tanya Ze.


"Itu adalah inti sari kekuatan dan jiwa ular api itu. jika dia menyerahkannya kepada kamu, itu artinya ular api itu saat ini telah mengakui 100 persen dirimu sebagai tuannya. Saat kau dalam bahaya, tanpa kau panggilpun dia akan datang secepat mungkin untuk menyelamatkan dirimu." jelas Hui tu.


"Wah terima kasih ular api." ucap Ze bahagia.


"Kau sudah selesai dengan ramuanmu?" tanya Jin hu saat melihat Ze keluar dari batu dimensinya.


"Ya sudah bahkan sudah siap untuk di gunakan." jawab Ze.


"Ambil ini dan lumuri pada seluruh permukaan kereta luar dan dalam. Jangan lupa dengan diri kalian juga harus di baluri ramuan ini.


Diamkan beberapa saat lalu bilas bersih dengan air. Setelah semua selesai kita bisa kembali pada jalur normal menuju istana api penyucian." ucap Ze


"Siap laksanakan nyonya besar." ucap Huo nan sambil mengambil wadah ramuan dari tangan Ze.


"Aku akan membersihkan diriku di sana. Jangan ke sana kecuali atas ijin dariku itu juga jika kau masih menyayangi nyawamu itu.

__ADS_1


Aku ingin mengetes ular api milikku dalam bertugas menjaga wilayahnya. Jangan salahkan aku jika kau terluka atau bahkan bisa tewas saat nekat ke sana." ucap Ze memberi peringatan.


"Tenang kakak ipar, aku tidak akan berani berurusan dengan ular api milikmu itu." ucap Huo nan sambil bergidik ngeri membayangkan jika dirinya harus berhadapan dengan ular api dengan racun mematikan milik Ze yang dia ketahui adalah pemberian dari Grand master Ji, ayah dari Ze yang sering dia panggil kakak ipar.


Huo nan belum tahu saja jika ular api milik Ze kini sudah berpuluh-puluh kali lipat lebih besar di banding saat pertama kali dia melihatnya.


Jika dia tahu dan melihat ukuran yang asli saat ini mungkin dia akan gemetar letakutan setiap kali ular api di sebutkan.


Ze segera pergi ke arah hulu sungai untuk membersihkan diri. Sebelum melakukan pembaluran ramuan Ze meminta ular api ke luar dan berjaga di sekitar.


Ze melakukan kegiatan bersih-bersih dengan tenang hingga selesai. Saat Ze akan kembali ke tempat Jin hu dan Huo nan membersihkan kereta dan diri mereka, Hui tu menghentikan dirinya.


"Tunggu sebentar gadis bodoh." ucap Hui tu mencegah Ze melangkah lagi.


"Ada apa Hui tu?" tanya Ze.


"Di seberang sana aku melihat cahaya samar sepertinya ada seseorang yang mati dan terkubur di sana." jawab Hui tu.


"Lalu apa hubungannya dengan kita? Bukankah hal wajar jika seseorang mati dan di kuburkan?" tanya Ze masih belum paham dengan maksud Hui tu.


"Dasar kau ini sungguh gadis bodoh. Apakah kau harus selalu di jelaskan secara detail baru kau akan paham?" ucap kesal Hui tu.


"Apa yang salah? Mengapa kau harus marah hm?" tanya Ze.


"Apakah kau lupa jika aku sedang mencari tubuh yang cocok untuk jiwaku?" tanya Hui tu.


"Oh aku paham sekarang. Apakah itu artinya tubuh yang terkubur itu cocok untuk jiwamu?" tanya Ze.


"Tidak hanya cocok tapi sangat cocok. Dia adalah tubuh langka tubuh dari jiwa yang murni." jawab Hui tu dengan semangat.

__ADS_1


Jangan lupa Vote, like dan komennya


kalau ada dan bisa tipnya juga boleh😉


__ADS_2