
Like dulu sebelum membaca✌🙏
Keesokan harinya, masih pagi sekali pelayan wanita yang sudah ditunjuk oleh Ze dan Jin hu untuk menjadi pelayan pribadi Ze saat Ze tinggal di istana atas awan yang kemarin mengantar Ze ke kediaman pribadi Jin hu itu sudah membangunkan Ze.
"Tuan putri Jin?" panggil pelayan wanita itu pelan.
"Tuan putri Jin!" serunya dengan suara yang sedikit lebih besar.
"Hm?" saut Ze.
"Ada apa pagi buta kau membangunkan aku Sie li?" tanya Ze.
"Maaf Tuan putri, saatnya anda untuk menjalankan ritual untuk persiapan pernikahan." jawab Sie li.
"Akh hoam.....!" Ze meregangkan otot tubuhnya lalu menguap.
"Baiklah, aku mandi dulu." pasrah Ze.
"Tidak perlu mandi dulu Tuan putri Jin." ucap Sie li.
"Cukup panggil aku putri saja. Kenapa aku tidak perlu mandi dulu? Bukankah sebaiknya sebelum mengikuti ritual tubuh kita harus bersih?" tanya Ze.
__ADS_1
"Baiklah putri, sesuai keinginan putri. Ritual awal ini adalah ritual pembersihan tubuh putri." jawab Sie li sambil mengambil selembar kain untuk Ze kenakan.
"Ritual pembersihan tubuh?" beo Ze.
"Iya putri, putri dan Yang Mulia akan berendam dalam air rendaman beberapa tanaman wewangian yang beberapa jenisnya sudah sangat langka tapi,Yang Mulia dengan mudahnya dapat mengumpulkan semua itu." jawab Sie li.
Sie li membantu Ze menanggalkan pakaian luar lalu memberikan kain putih untuk Ze lilitkan pada tubuhnya. Ze hanya menurut dengan pasrah Sie li melilitkan kain itu.
"Berendam berapa lama?" tanya Ze.
"Selama satu batang dupa (dua jam) putri." jawab Sie li.
"Satu batang dupa lamanya aku harus berendam di pagi hari yang dingin ini?" tanya Ze tidak percaya.
Sie li sengaja menggunakan kain tebal untuk menutupi tubuh Ze yang kini hanya berbalut selembar kain yang hanya menutupi tubuh Ze dari dada hingga lutut saja. Selain takut Ze yang dia anggap tuannya itu kedinginan oleh udara pagi, Sie li juga sangat takut jika Jin hu akan mengamuk jika dia membiarkan tubuh calon istrinya dilihat oleh orang lain.
Sie li mulai menyadari sikap protektif Jin hu hanya dalam beberapa jam melihat kebersamaan mereka berdua saja. Tentu Sie li tidak ingin mengambil resiko membuat Jin hu cemburu.
"Putri, boleh Sie li menanyakan sesuatu pada putri?" tanya Sie li.
"Tanya saja, aku akan jawab jika tahu jawabannya." jawab Ze.
__ADS_1
"Mengapa putri tidak membiarkan Sie li untuk menegur dan memberikan hukuman pada Hia ling kemarin? Bahkan putri juga tidak memberi tahu Yang Mulia perihal rencana busuknya itu?" tanya Sie li penasaran.
"Buat apa membuang-buang waktu dan tenaga hanya untuk mengurus sampah yang tidak berarti?" jawab Ze dengan bertanya pada Sie li.
"Jika menangani satu sampah saja kak Jin hu tidak mampu, maka dia tidak pantas untuk menjadi sandaran untuk aku kelak." ucap Ze dan Sie li hanya mendengarkan sambil sesekali mengangguk.
"Pria yang berdiri di sebelahku yang menjadi pendamping yang akan aku dampingi hingga akhir, dia harusnya adalah pria yang dapat diandalkan. Jika dia tidak mampu menyingkirkan gulma kecil, bagaimana kedepannya?" tambah Ze.
"Kita sudah sampai putri." ucap Sie li saat mereka sudah berdiri di depan sebuah pintu.
Hai kalian semua para pembaca dan pendukung setia novel
"Pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas"
Jangan lupa untuk tetap terus semangat untuk memberikan dukungan pada novel kesayangan kita ini.
Vote, like dan komen sangat berharga bagi kelangsungan novel ini.
Dukung terus Ze dan Jin hu
Selamat membaca dan semoga kalian selalu sehat dan bahagia.
__ADS_1
salam hangat dan sayang dari Author
Terima kasih