Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Ritual sebelum pernikahan 3


__ADS_3

Ze perlahan menaiki tangga untuk masuk ke dalam bak air rendaman daun yang mengeluarkan harum bak parfum jaman modern itu dibantu oleh Jin hu yang memegangi tangannya.


Ze memasukkan perlahan kakinya ke dalam air itu. Hangat, itu yang Ze rasakan dan tanpa ragu lagi Ze memasuki air dalam bak itu. Setelah memastikan bahwa Ze sudah aman di dalam bak rendaman, Jin hu juga memasuki bak rendaman untuk dirinya tepat di sebelah bak rendaman tempat Ze.


"Sangat nyaman berendam dalam air hangat dengan aroma menenangkan seperti ini." batin Ze.


"Tentunya itu sangat menenangkan dan juga menyehatkan. Kau harus tahu kalau air rendaman yang kau masuki untuk berendam itu, nilainya bisa membuat sebuah istana megah." ucap seseorang yang tidak dapat didengar oleh siapapun selain Ze.


Siapa lagi pelakunya kalau bukan Hui tu. Ze hanya berpura-pura menutup mata agar saat dia berkomunikasi dengan Hui tu tidak ada yang curiga. Lagi pula tidak ada larangan untuk tertidur dalam air rendaman itu.


"Apa kau tidak melebih-lebihkan penilaian mu terhadap air rendaman ini?" tanya Ze.


"Tentu tidak." jawab Hui tu.


"Di dalam air rendaman itu terdapat beberapa tanaman yang langka dengan harga selangit. Untuk daun yiqian yang sangat harum yang harumnya diibaratkan seribu bunga itu seseorang membutuhkan satu juta kepingin emas untuk memiliki sepuluh tangkai saja." jelas Hui tu.

__ADS_1


"Apa kegunaan dari tanaman itu?" tanya Ze.


"Jika seseorang berendam dalam air rendaman daun Yiqian, dia akan memiliki tubuh yang harum. Dari dalam tubuh orang tersebut akan keluar bau harum setiap saat setelah dia berendam di dalamnya selama satu dupa lamanya." jawab Hui tu.


"Lalu, apa lagi yang ada di dalam air ini?" tanya Ze mulai tertarik dengan pembahasan dengan Hui tu.


"Ada daun nianqin dan daun quanyu yang masing-masing untuk setangkai nya diberi harga lima juta kepingin emas." jawab Hui tu.


"Pemuda itu sungguh tidak perhitungan. Dia dapat diandalkan untuk menjadi pendamping dirimu. Dia rela susah payah mencari semua bahan ini untuk melancarkan rencana pernikahan kalian." ucap Hui tu memuji Jin hu.


"Apakah kau lupa bahwa aku dapat membaca pikiran dan mendengarkan suara hati seseorang?" tanya Hui tu.


"Apa hubungannya?" tanya Ze.


"Tentu berhubungan, aku tahu semua itu karena mereka yang menangani segala keperluan ritual pernikahan kau dan Jin hu, bergosip tentang semua itu. Ada juga yang membatin karena iri dengan usaha Jin hu untuk pernikahan kalian itu." jawab Hui tu.

__ADS_1


Ze dan Hui tu terus berbincang tanpa ada yang menyadarinya hingga ritual pembersihan selesai. Membuat Ze tidak melalui proses itu dengan rasa bosan.


"Besok pagi sekali kalian harus bangun lebih awal untuk makan. Setelah itu kalian harus berpuasa hingga esok paginya lagi. Itu untuk melatih kesabaran calon mempelai. Agar dapat tegar melalui segala rintangan dalam pernikahan kelak." ucap sang pemimpin tetua.


Ze hanya diam tanpa bereaksi sedikitpun walaupun sebenarnya Ze sangat tidak setuju untuk menjalani puasa itu.


"Aku bisa pingsan kalau tidak makan selama itu." keluh Ze dalam hati.


"Dasar kau gadis bodoh." ejek Hui tu.


"Mengapa kau mengatai aku gadis bodoh? Kau lupa bahwa aku adalah seorang jenius?" protes Ze.


"Mana ada seorang jenius yang kebingungan dengan masalah yang sangat mudah jalan keluarnya?" ucap Hui tu dengan nada ejek yang merendahkan Ze membuat Ze kesal.


jangan lupa untuk memberikan vote, like dan komen

__ADS_1


selamat membaca


__ADS_2