Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
pendekatan


__ADS_3

Jin hu dan yang lain sedang bersantai sambil masing masing asik bercerita. Wen yuan dan liu yu sedang asik bercerita bersama dan rui huo nan ikut menyela percakapan mereka karena merasa jengah jika harus bergabung dan melihat pasangan yang sedang asik bermesraan itu.


Ze masih tetap nyaman berada dalam dekapan jin hu dan bercerita tentang banyak hal.


"Jadi selama ini kau bertunangan dengan seorang br****ek yang justru berhubungan dengan anak dari selir ayahmu?" tanya jin hu tak percaya setelah ze mulai menceritakan tentang alasan berakhirnya pertunangannya dengan putra mentri wei.


Jin hu yang selama ini penasaran ingin tau alasan di balik berakhir hubungan ze dengan tian mo langsung dari mulut ze sendiri akhirnya bertanya pada ze dan ze merasa jika itu bukan rahasia akhirnya menceritakan segala yang di ingatnya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada ze lan saat berstatus tunangan dari wei tian mo.


"Tian mo sungguh orang bodoh dan buta jika mengabaikan dirimu demi gadis tak tau malu seperti itu. Dia harus nenerima hukuman atas derita yang kau alami selama ini.


Tapi, aku juga harus berterima kasih atas kebodohannya itu. Jika dia itu cerdas maka kau tak mungkin berada bersamaku sebagai calon istriku satu satunya saat ini." ucap jin hu


"Lalu kau mau menghukumnya atau berterima kasih kepadanya huh?" tanya ze sembari tersenyum meledek jin hu. Jin hu tersenyum dan mencubit hidung ze.


"Au sakit." keluh ze dan jin hu segera mengusap sambil mengecup ujung hidung ze.


"khem khem" rui huo nan berdehem untuk menegur 2 sejoli yang sedang di mabuk cinta itu. Meski rui huo nan, wen yuan dan liu yu sedang berbincang ber 3 mereka masih saja bisa melihat dan merasa jengah dengan kemesraan yang tak hiraukan tempat dan waktu itu.


"Mengapa kau mencubit hidungku?" keluh ze sembari mengerucutkan bibirnya membuat jin hu gemas.


"karena kau sudah berani mengolok aku." jawab jin hu

__ADS_1


" Berhenti memajukan bibirmu seperti itu sayangku." tegur jin hu


"memang kenapa kalau aku memajukannya?" tanya ze kesal


"Karena membuat aku ingin melu***nya." bisik jin hu


"blush" wajah ze memerah mendengarnya.


"kau..." belum sempat ze meneruskan kalimatnya 4 orang yang tadi di usir jin hu kembali mendekat.


"Salam yang mulia tuan jin hu." sapa Guo ji


Ze segera menoleh dan kembali menyender pada tubuh jin hu. Jin hu mengernyit tak suka dengan kehadiran mereka.


"Kami lihat jika istri anda tak tahan udara dingin. Kami memiliki ramuan khas racikan keluarga kami untuk menghangatkan tubuh. Selain menghangatkan ini juga menungkatkan daya tahan tubuh.


Kami kesini untuk memberikan beberapa botol untuknya." jelas yue er lembut sembari menahan kesal saat menyebutkan jika ze adalah istri dari jin hu.


"Ramuan untuk menghangatkan tubuh? Apakah ada hal seperti itu?" tanya jin hu pada ze


"Hm memang ada ramuan seperti itu. Bahkan ada banyak jenis dan cara penggunaan seperti di minum, di gunakan berendam seperti ramuan guru besar dan ada juga yang di oles pada tubuh" jawab ze

__ADS_1


"Andai di sini ada yang di oles aku akan memilih itu dan aku akan suka rela membantumu mengoles pada tubuhmu." bisik jin hu membuat ze kesal dan mencubit perutnya.


"ua ua ampun ampun." keluh jin hu merasakan cubitan pedas dari ze.


"Dasar kau menyebalkan. Berhenti menggodaku atau aku cubit perutmu lebih keras lagi." omel ze


"oke tak akan lagi." janji jin hu


"Bawa kemari dan biarkan istriku ini memeriksanya sendiri sebelum meminumnya." ucap jin hu pada mereka dengan wajah yang berubah datar.


Sue yue er yang melihat sikap hangat jin hu pada ze yang berbeda jika pada mereka jin hu akan bersikap dingin membuatnya mengeram dalam hati tapi tetap memasang senyum semanis mungkin.


Guo ji menyerahkan sebotol pada ze dan ze segera memeriksa cairan itu dari aroma dan warnanya akhirnya mengangguk ke arah jin hu.


"ini ramuan dengan kualitas lumayan baik" jawab ze melihat tatapan bertanya jin hu


Sedang ke 4 orang di depan mereka tengah marah dan memaki ze dalam hati karena menyebut ramuan turun temurun keluarga mereka yang terbaik dengan kata lumayan.


"Dasar ja***g tak tahu diri ini. kami sudah memberikan ramuan warisan keluarga kualitas terbaik dan dia dengan sok taunya itu menyebut ini hanya lumayan baik?" Batin yue er geram


"Dia sungguh ja***g tak tau diri huh hanya ja***g tak tau apa apa berani menilai rendah ramuan keluarga sue kami." batin Gu riu

__ADS_1


Tapi, mereka hanya berani memaki dalam hati saja dan berusaha memasang wajah senang pada ze.


__ADS_2