Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
menuju hutan fujian bersama


__ADS_3

Ze sedikit sedih untuk ze lan yang terlalu naif. Mengejar cinta tian mo yang jelas jelas tak perduli padanya. Cinta masa kecilnya muncul saat dia telah tiada.


"kau sudah terlambat meminta maaf, orang yang seharusnya menerima maafmu telah tiada dan tak akan kembali lagi." batin ze.


"Sudah lah kak jin itu semua sudah terlanjur terjadi." jawab ze.


Jin hu tersenyum menatap wajah ze pandangan mereka bertemu dan


"deg deg deg deg." detak jantung ze tiba tiba mengencang.


"mengapa aku jadi berdebar begini huh, oh mungkin ini reaksi dari tubuh ze lan. Dia bertemu kekasih masa kecilnya. jiwanya telah tak ada tapi tubuh ini tetap pernah jadi miliknya." batin ze.


jin hu ini memiliki paras yang sangat tampan itu pula yang membuat putri liu sia ingin menikah dengannya. Banyak gadis yang mengidam idamkan berada di sisinya.


Tapi jin hu ini begitu dingin dan tak tersentuh. tak ada yang berani menyentuhnya karena, mereka akan kehilangan tangannya.


"Aku baru sadar setelah di perhatikan jin hu ini sangat tampan. eh apa yang aku fikirkan huh." ze berdebat dengan dirinya sendiri dalam hati.

__ADS_1


"Ah karena kak jin sudah tak kenapa kenapa lagi sebaiknya kami permisi dulu. kami harus menyusul ibuku." pamit ze


"kalian akan menyusul kemana?" tanya jin hu


"hutan fujian. sebenarnya aku bersama ibu kesini. Tapi, karena rombongan pem***uh itu aku terpaksa membiarkan ibu pergi lebih dulu.


Aku khawatir akan keselamatan mereka jika terus bersama aku." jawab ze


" Biar aku mengantar kalian. sangat jauh jika kalian berjalan ke sana." tawar jin hu.


"Tidak usah kak jin kau butuh istirahat. jadi sebaiknya kak jin vari tempat istirahat saja untuk pemulihan." tolak ze


kau juga bisa memantau kondisiku bukan? apakah kau tega meninggalkan aku dengan kondisi seperti ini?" jin hu mengatakannya dengan wajah memelas.


Ze akhirnya mau tak mau menerima ajakan jin hu untuk ikut bersamanya.


"inikah pangeran yang dingin tak tersentuh itu? orang orang tak akan ada yang percaya dia mampu memelas di depan seorang gadis. huh dinia sudah berubahkah?" batin wen yuan terpana melihat tingkah tuannya itu.

__ADS_1


jinhu bersiul kencang dan tiba tiba datang kereta kuda yang sangat indah. Tapi, ze mengerutkan alisnya melihat kuda yang menarik kereta itu.


Tubuhnya menyerupai kuda tapi, wajahnya seperti seekor naga dan memiliki sayap.


jin hu yang menyadari ke heranan dari putri ze menjelaskannya.


"Ini adalah horse dragon fly hewan roh milikku. Tolong papah aku." pintanya


"bukankah ada wen yuan kenapa harus aku huh?" protes ze


"horse dragon fly milikku tak ingin dia masuk kedalam kereta yang di tariknya. Dia hanya bisa di luar saja." kekeh jin hu lagi lagi memasang wajah kasihan.


"Aku sungguh sungguh di buat takjub dengan putri satu ini. Kalau tak melihatnya langsung aku tak akan percaya jika tuan jin mampu di buat seperti ini." batin wen yuan.


"Baiklah aku akan membantumu oke. Tapi, berhenti memasang wajah yang memelas seperti itu.


Tidak cocok untuk pria seusiamu itu sangat menjijikkan huh." sungut ze dan jin hu tersenyum.

__ADS_1


wen yuan berkedip lalu terbelalak tak percaya dengan apa yang dilihatnya. seorang gadis mengatakan dia menjijikkan dan dia tersenyum.


"Apakah dunia akan segera kiamat huh? Dari yang aku tau orang yang berani menghina tuan jin semua sudah bertemu raja neraka. Tapi, sekarang bukannya murka tuan ku malah tersenyum? putri ini sungguh luar biasa." batin wen yua.


__ADS_2