Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
kembali ke istana


__ADS_3

Ze mengalihkan pandangannya pada gadis cantik yang mengaku sebagai sang penjaga. Ze menatapnya ragu seolah ingin menanyakan sesuatu.


"Aku tahu apa yang ingin kau ketahui dariku. Aku akan memberitahukan beberapa yang sangat ingin kau ketahui. Akan tetapi bukan saat ini. Aku harus menangani beberapa monster yang berhasil lolos setelah itu aku akan menemui dirimu." ucap gadis cantik itu.


Gadis cantik itu lalu kembali melayang dan dari atas kepalanya muncul cahaya putih yang saat dia menembus cahaya putih itu, tubuh gadis cantik yang mengaku sebagai sang penjaga itu perlahan menghilang.


Ze menatap kepergian gadis cantik itu dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Jin hu menatapnya heran karena baru kali ini dia melihat Ze dengan tatapan ragu seperti itu.


"Apa yang ingin kau ketahui dari sang penjaga itu?" tanya Jin hu.


"Bukan sesuatu yang penting." jawab Ze.


"Sebaiknya kita segera kembali ke istana. Wen yuan butuh penanganan yang lebih baik. Aku kehabisan pil regenerasi saat ini sehingga Wen yuan masih harus bertahan dengan keadaan seperti ini sampai aku selesai membuat pil regenerasi." ucap Ze mengalihkan topik pembahasan.


"Kau benar sekali, ayo kita kembali ke istana." saut Jin hu.


"Sebaiknya kau kembali ke dalam batu dimensi juga kakek." ucap Ze pada Hui tu yang terlihat kesal dipanggil kakek namun Hui tu tidak mengeluarkan protesnya.

__ADS_1


Mereka kembali ke istana setelah itu. Saat tiba di istana, para penghuni istana segera menyambut mereka. Sie li terlihat cemas melihat keadaan Wen yuan. Melihat itu Ze meminta Sie li yang mengurus Wen yuan dan disetujui oleh Jin hu.


Liu yu membantu memapah Wen yuan yang masih sangat lemah sedangkan Sie li, dia mengikuti di belakang mereka.


Keluarga Ze juga sudah berdiri di depan gerbang istana menyambut mereka dengan wajah khawatir.


"Ze sayang, apakah kau baik-baik saja? Apakah ada yang luka? Apakah ada yang kurang nyaman? apakah...... " pertanyaan beruntun dari Mei yin terpotong oleh teguran dari Liu ku.


"Kau sedang khawatir dengan putrimu adalah hal wajar. Tapi kau ini sedang khawatir apa sedang menanyai seorang penjahat? Pertanyaan mu itu sangat banyak." tegur Liu ku.


"Maaf ibu hanya khawatir." ucap Mei yin malu.


"Aku tahu ibu melakukan itu karena sangat menyayangi aku." ucap Ze.


"Kau benar Ze sayang. Kami sangat menyayangimu jadi kami tidak akan rela jika kamu terluka sedikitpun." ucap Luo yin.


Mereka ingin memeluk Ze seperti kebiasaan mereka saat menyambut Ze ketika Ze baru pulang, tapi Ze menolak karena bau menyengat dari tubuhnya.

__ADS_1


"Sebaiknya kalian membatalkan niat untuk memeluk kesayangan kalian ini." ucap Ze.


"Kenapa?" tanya Mei yin dengan wajah heran.


"Apa ibu tidak mencium bau menjijikkan dari pakaian dan tubuhku ini?" tanya Ze.


"Bau dari monster yang menjijikkan tadi masih melekat di tubuh kami semua." ucap Ze lagi.


"Aku akan membersihkan diri dulu sebelum menemui kalian dan memeriksa keadaan Wen yuan." ucap Ze yang merasa tidak nyaman dengan aroma menjijikkan mahluk aneh tadi yang melekat pada tubuhnya.


"Ya, aku juga akan membersihkan diri. Aku akan menemanimu ke tempat Wen yuan setelah dari tempat Wen yuan kita dapat melanjutkan ritual sebelum mengakhiri puasa kita." ucap Jin hu.


Jin hu menawarkan Ze untuk memilih seorang pelayan untuk membantunya bersiap karena Sie li saat ini mengurus Wen yuan tapi, Ze yang tidak terbiasa dengan orang asing menolak.


"Apa kau membutuhkan seorang pelayan untuk membantumu? Sie li sibuk dengan Wen yuan saat ini tentu tidak akan sempat untuk melayani mu." tanya Jin hu.


"Tidak perlu, aku dapat bersiap sendiri." ucap Ze.

__ADS_1


"Biar ibu yang membantu mempersiapkan segalanya untukmu." ucap Mei yin.


jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan kalian pada Ze dan yang lainnya.


__ADS_2