
"Ya dia adalah master yang aku maksud." jawab Raja Ruo.
"Untuk apa guru memerlukan seorang alkemish baru yang belum tentu asli." tanya Yuo tao sarkas.
"Kau...!" Huo nan yang baru tiba kesal mendengar kalimat sarkas dari Yuo tao ingin marah namun dicegah oleh Ze.
Ze menahan pergelangan tangan Huo nan agar berhenti melangkah ke arah Yuo tao dan juga menghentikan kalimat Huo nan.
"Sudah ini bukan tempat yang tepat untuk meladeni mereka." ucap Ze pelan.
Huo nan menurut saja namun masih menatap kesal ke arah Yuo tao.
"Kau meragukan penilaianku tentang dirinya yang seorang master?" tanya Raja Ruo dengan nada datar berkesan dingin membuat Yuo tao tercekat.
"Bu bukan seperti itu guru." jawab Yuo tao gugup.
"Lalu?" tanya Raja Ruo lagi.
"Yuo tao kami bukan meragukan anda yang mulia. Dia hanya mengatakan apa yang dia tahu tentang gadis di depan anda itu. Dia terkenal dengan julukan gadis tidak berguna." bela nyonya Duo.
"Jika master Ze adalah gadis tidak berguna, maka kita semua adalah sampah." ucap Raja Ruo sedikit kesal.
"Maafkan istri dan juga putraku Yang mulia. Bukan maksud mereka seperti itu. Mereka hanya masih terpukul dengan kematian dari Liu sia kami. Kami datang kesini untuk itu, tapi tampaknya tidak akan ada gunanya." ucap tuan Duo.
"Apa maksud dari ucapan tuan Duo ini?" tanya Raja Ruo.
"Bukan apa-apa. Sebaiknya kami kembali saja karena, nampaknya Raja Ruo sangat sibuk saat ini." ucap tuan Duo.
"Ya sebaiknya kita kembali saja. Lain kali kita masih dapat berkunjung." saut tetua Duo membenarkan.
"Tapi..." ucapan nyonya Duo di hentikan oleh tuan Duo.
"Sudahlah! Tidakkah kau lihat situasinya? Semua akan percuma." potong tuan Duo.
Mereka akhirnya pergi dari istana api penyucian dengan wajah kesal.
Sebenarnya keluarga Duo datang ke jerajaan api penyucian dengan maksud mengadukan penyebab kematian Liu sia.
Mereka ingin menjelek-jelekkan Ze agar Raja Ruo membantu menisahkan Ze dari Jin hu dan membantu membalas dendam kematian Liu sia kepada Ze.
Mereka tidak menyangka kalau ternyata Ze malah menjadi tamu kehormatan dari Raja Ruo. Sudah pasti mereka tidak akan dapat mengarang cerita buruk tentang Ze lagi saat ini.
__ADS_1
"Apakah master Ze sudah siap untuk melihat kondisi Rong yao?" tanya Raja Ruo.
"Ya aku siap. Tapi, bisakah Yang mulia tidak memanggil aku dengan sebutan master? Cukup namaku saja Ze dan aku akan sangat menghargai itu." pinta Ze.
"Baiklah jika mas eh maaf Ze menginginkan itu." saut Raja Ruo.
"Serta gunakan bahasa santai seperti anda berbicara pada orang berusia muda bukan bahasa formal seolah aku sudah sangat tua." protes Ze.
"Baiklah baiklah." jawab Raja Ruo.
"Ayo kita ke belakang istana. Aku membuat bangunan khusus untuk Rong yao di sana." ajak Raja Ruo.
"Ya ayo." saut Ze.
Mereka berempat berjalan bersama menuju tempat Rong yao tanpa ada kasim ataupun penjaga di sisi Raja Ruo.
Mereka tiba di depan sebuah bangunan yang lumayan besar dan mewah. Tapi, semua pintu dan jendela tidak ada yang terbuka.
"Ini dia tempatnya." ucap Raja Ruo.
"Ayo kita masuk." ajak raja Ruo.
"Rong yao...!" panggil Raja Ruo.
"Rong yao...!" panggilnya lagi karena belum ada jawaban.
"Ya aku di sini." jawab Rong yao yang melangkah keluar dari sebuah kamar.
"Siapa mereka? Mengapa ayah membawa mereka ke sini?" tanya Rong yao dengan nada tinggi.
"Tenang dulu Rong yao." ucap Raja Ruo pelan.
"Apakah ayah sengaja ingin menjadikan aku sebagai bahan olok-olok mereka?" tanya Rong yao dengan nada lebih tinggi.
Wajahnya tampak raut marah juga ketakutan. Raja Ruo meraih lengan putranya itu namun ditepis kasar oleh Rong yao.
"Kau salah paham pada ayah. Ayah membawa mereka untuk mengobatimu." Raja Ruo berusaha menjelaskan tujuannya membawa Ze dan yang lain.
"Ayah bohong...! Jika ada yang dapat menyembuhkan aku, mengapa baru sekarang ayah membawa orang untuk itu?" tanya Rong yao.
"Ayah dari awal selalu mencari. Tapi, pil yang kau butuhkan adalah pil langka yang tidak semua alkemish bahkan alkemish tingkat tinggi mampu membuatnya." jawab Raja Ruo.
__ADS_1
"Ayah tidak sedang berbohong untuk membela diri bukan?" tanya Rong yao menatatap wajah sang ayah penuh selidik.
"Tentu tidak. Ayah sejak awal sudah mengutus banyak orang kepercayaan ayah mencari alkemish yang mampu membuat pil regenerasi namun tidak mendapat hasil. Bahkan tidak jarang ayah sengaja keluar sendiri mencari tahu namun hasilnya sama saja." jelas Raja Ruo.
"Sampai akhirnya ayah melihat pil regenerasi yang di buat master Ze. Saat Huo nan menunjukkan itu ayah merasa terselamatkan karena pencarian ayah akhirnya menemukan titik terang." jelas Raja Ruo.
"Tidak hanya sembuh kau juga bisa kembali memiliki kultivasi jika kau mau berusaha karena master Ze ini juga dapat membuat pil api suci." jelas Raja Ruo.
Ze masih tidak suka dengan sebutan master untuk dirinya dari Raja Ruo. Tapi, dia tidak protes karena tau ini bukan saat yang tepat.
"Benarkah aku masih bisa memiliki kultivasi?" tanya Rong yuo penuh harap.
"Ya tentu. Tapi, kau harus kembali memulai dari awal agar bisa meraih pencapaianmu sebelumnya." jawab Ze.
"Tidak masalah asal aku tidak menjadi orang tidak berguna." ucap Rong yuo semangat.
"Berarti kau bersedia aku obati?" tanya Ze.
"Ya aku bersedia." jawab Rong yuo yakin membuat Raja Ruo bahagia. Ada setetes air mata di ujung matanya namun segera dia hapus. Raja Ruo sangat bahagia hingga terharu melihat putranya yang biasanya terlihat seperti mayat hidup tanpa ekspresi kini begitu penuh semangat.
"Kalau kau ingin sembuh kau harus mengikuti semua aturan aku selama proses pengobatan." ucap Ze.
"Apapun itu akan aku lakukan." jawab Rong yuo yakin dan penuh semangat.
"Hm baiklah kita akan memulainya. Buka semua jendela karena untuk memperlancar aliran darahmu kau memerlukan pasokan udara segar yang cukup." ucap Ze dan tanpa menunggu dua kali perintah ayah dan anak itu segera melakukannya sendiri tanpa meminta atau menyuruh orang lain.
"Kak Jin hu bisa kita bicara sebentar saja?" tanya Ze.
"Tentu bisa." jawab Jin hu.
"Bersihkan dirimu dulu karena aku tidak ingin menyentuh orang yang kotor. Aku akan berbicara sesuatu pada kak Jin hu sebentar. Jadi kau bisa membersihkan diri dulu." ucap Ze.
"Baik aku akan membersihkan diri." saut Rong yuo.
"Ayah akan memanggil pelayan untuk membantumu membersihkan diri dan bersiap." ucap Raja Ruo penuh semangat.
"Tapi...." ada keraguan dari raut wajah Rong Ruo mendengar tentang orang lain akan melihat kondisinya.
"Untuk apa kau ragu? Mereka tidak akan berani memandang rendah dirimu. Jika hanya seorang pelayan dan berani menghinamu, kita tak perlu ragu untuk memotong lidah lancangnya." ucap Ze mengetahui kekhawatiran Rong yuo.
Jangan lupa terus dukung author dan Ze dengan vote like dan koment
__ADS_1