Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
ekstra chap 2


__ADS_3

Azel sang penjaga


Seorang gadis cantik tengah berdiri di atas angin. Ya, dia sedang entah itu bahasanya terbang atau melayang yang jelasnya dia sedang mengawasi sesuatu dengan posisi berdiri jauh di atas sana tanpa menginjak apapun.


Jika melihat paras cantiknya, Orang-orang akan berfikir dia adalah seorang gadis muda. Padahal sesungguhnya dia sudah berumur hampir 10 abad lamanya. Wajahnya tetap awet muda karena karunia sebagai sang penjaga adalah hidup berabad-abad lamanya dengan tubuh dan wajah yang tetap remaja.


"Dunia yang gadis ini tempati sangat tidak sesuai dengan takdir hidupnya sebagai calon ibu sang penjaga berikutnya." gumamnya sambil mengamati seorang gadis yang tengah bertarung melawan beberapa orang pria bersama dua orang rekannya.


"Aku juga tidak dapat selalu menjaganya di sini. Tugas-tugasku yang lain tentu akan terbengkalai jika aku hanya fokus padanya." ucapnya sambil menjepit dagunya dengan jari telunjuk dan ibu jarinya seolah sedang memikirkan sesuatu.


"Ayolah Azel pikirkan cara terbaik untuk membuatnya aman dan kau tidak harus kerepotan membagi tugas antara menjaganya dengan menjaga pintu-pintu dimensi itu." ucapnya lagi sekarang posisinya tengah duduk bersila dan tangan menopang dagu tapi tetap melayang di atas sana.


"Dunia yang dia tempati tidak dapat menutupi aura dari jiwanya sebagai calon ibu sang penjaga karena dunia ini tidak memiliki tabir pelindung." ucapnya lalu matanya melebar dengan senyum terbit di bibirnya setelah itu.


"Bukankah hanya jiwanya yang harus aku lindungi saat jiwanya tidak menempati tubuh itu,tidak akan ada yang dapat melacak keberadaan tubuhnya? Aku dapat memindahkan jiwanya dalam tubuh lain di dunia yang jauh lebih baik untuk dirinya.Tubuh yang cocok dan tentunya tubuh itu harus memiliki kemampuan yang luar biasa agar dapat menjaga dirinya sendiri." ucapnya lagi dengan wajah bahagia.

__ADS_1


"Telah diputuskan, aku cukup mencari satu momen untuk dapat memindahkan jiwanya sementara ke tubuh lain yang telah ditinggalkan oleh jiwanya namun masih mampu bertahan. Ya, di dunia alkemis dan kultivasi ada tubuh yang akan sesuai untuk dia. Aku harus membuat tubuh itu bertahan sebelum memindahkan jiwa gadis itu." gumamnya lalu segera memasuki sebuah lingkaran putih dan segera menghilang.


Dalam sebuah kamar sederhana seorang gadis tengah terbaring lemah. Tiba-tiba saja tubuhnya tersentak beberapa kali seperti orang kejang namun tak ada yang melihatnya karena tidak ada siapapun di dalam kamar itu.


Azel muncul dari langit-langit kamar itu dengan melewati lingkaran bercahaya. Keningnya berkerut melihat keanehan pada tubuh gadis itu dan segera menghampiri tubuh gadis itu.


"Huft.... Aku hampir terlambat untuk menjaga tubuh ini tetap hidup. Hampir saja jantungnya berhenti berdetak jika terlambat sedetik saja, aku harus mencari lagi tubuh baru yang sesuai." ucap Azel setelah mengalirkan energinya pada tubuh gadis itu dan gadis itu kembali tenang.


"Gadis ini dalam bahaya karena banyak yang berniat menghabisi nyawanya. Aku harus memberikan tabir pelindung untuk dia agar dapat bertahan sebelum aku memindahkan jiwa gadis calon ibu sang penjaga berikutnya ke dalam tubuhnya." ucapnya lalu kembali mengarahkan telapak tangannya ke arah tubuh gadis itu.


Ya, gadis yang tidak sadarkan diri itu adalah Ze lan. Gadis yang tubuhnya ditempati oleh jiwa Ze. Setelah memastikan bahwa Ze lan aman untuk di tinggalkan, Azel lalu pergi kembali menghilang di dalam lingkaran putih terang.


"Aku harus menyelamatkan dirinya segera sebelum jiwanya pergi tanpa sempat aku pindahkan." ucap Azel lalu menyerang dua orang gadis yang hendak kembali menyerang Ze.


Tubuh dua gadis itu seketika hancur dan menghilang seperti debu saat serangan tenaga dalam Azel berhasil mengenai tubuh mereka.

__ADS_1


Seorang pria yang hendak menembak Azel juga tidak luput dari serangan tenaga dalam Azel dan tubuhnya juga hilang tanpa jejak.


"Aku terus saja tidak dapat mengendalikan tenaga dalam ini saat menggunakannya. Terlalu kuat untuk menyerang orang biasa seperti mereka. Padahal sudah sembilan abad lebih, aku masih belum bisa mengendalikan kuat dan lemah serangan tenaga dalam milikku." ucapnya melihat orang yang dia serang hilang.


"Aku harus menyelamatkan tubuh gadis itu dulu." Azel segera mengarahkan tenaga dalamnya ke arah Ze. perlahan darah yang mengalir ke luar berkurang.


"Kak Ze......!"


"Ze.......!" Tiba-tiba suara seruan beberapa pria menghentikan aksi Azel.


"Untung aku tidak lupa menutupi diriku dari penglihatan orang biasa. Jika tidak, mereka akan melihat aku di sini." gumam Azel.


Tubuh Ze dibawa ke sebuah klinik dan Azel tetap mengikutinya. Hingga Ze di bawa ke negara S dan di tangani oleh tenaga ahli, Azel segera memindahkan jiwa Ze.


"Aku harus memastikan tubuhnya akan bertahan dan dapat segera dia tempati saat dia memilih tempat yang dia inginkan nantinya." ucapnya lalu memasukkan beberapa tetes cairan obat pada mulut Ze.

__ADS_1


"Dengan ini, tubuhnya akan baik-baik saja namun dia tidak akan dapat bangun karena jiwanya tidak di dalam tubuh ini." ucap Azel.


Jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan kalian untuk Ze ✌


__ADS_2