
Setelah Guo fan pergi mereka sesaat hening hingga Liu sia membuka suara lagi.
"Kakak pertama aku tidak melakukan itu." sangkalnya
"Lalu kau hendak mengatakan jika aku sedang mengarang cerita tentang dirimu?" tanya Jin hu geram
"Bu bukan itu...."
"Ah sudahlah sebaiknya kita berangkat saja kakak kedua, kakak ipar. Tak usah menghiraukan mereka lagi." ajak Huo nan
"Hm kau benar. Itu hanya akan membuang waktu percuma." saut Jin hu
"Ayo sayang kita berangkat." ucap lembut Jin hu sambil tetap memeluk tubuh Ze erat.
"Hm ayo." saut Ze
"Akh....!" pekik Liu sia tersandung dan hendak menabrak tubuh Ze.
Melihat Liu sia mendekat, Ze tersenyum penuh arti. Saat Liu sia sudah hampir menyentuh tubuhnya Ze menghindar dan dengan gerakan cepatnya dia mengoles krim yang dia buat khusus untuk Liu sia.
"Bruk" Liu sia jatuh tersungkur ke tanah.
"Akh aduh." rintih Liu sia
"Adik keenam...!" seru Duan si dan you tao terkejut lalu segera menghampiri Liu sia dan membantunya bangkit.
"Heh dasar gadis licik. Masih saja kau ingin menggunakan cara yang sama untuk mencelakai istriku." ucap Jin hu penuh emosi.
"Adik kedua...! Apa yang kau fikirkan? Kau lihat dia terluka karena terjatuh dan kau masih juga menuduh dia sengaja menjatuhkan diri untuk mencelakai istrimu?" tanya Duan si dengan nada meninggi karena emosi.
"Suamiku tidak mengatakan hal yang salah. Seandainya aku tidak menghindar tadi, maka tubuhku yang akan tersungkur di tanah saat ini." bela Ze. Mendengar Ze menyebutnya suami Jin hu sangat bahagia.
"Bukankah dia menggunakan cara yang sama agar aku masuk perangkapnya saat di dalam gua Si hui tu waktu itu?" tanya Ze dan Duan si tak sanggup menjawab atau protes terhadap pernyataan serta pertanyaan dari Ze.
"Dia bahkan mengutus 6 orang dengan pencapaian di atas pencapaianku. Bahkan seorang dari mereka mencapai tahap 9 saat itu." Jelas Ze membuat semua terbelalak terkejut bahkan Jin hu.
__ADS_1
Jin hu tidak pernah tahu mengenai 6 orang yang diutus Liu sia. Duan si bahkan merasa tidak percaya dengan yang diucapkan Ze.
"Entah apa yang terjadi dengan mereka yang mengejarku di hutan saat itu. Aku rasa kau yang bertanggung jawab terhadap hal yang menimpa mereka. Mereka mengutukmu saat akhir napasnya karena menyebabkan kematian mereka." bisik Ze mendekat pada Liu sia. Mendengar itu Liu sia terkejut dan membelalakkan mata tidak percaya.
Ternyata keenam keluarga yang sedang dicari itu sudah meninggal di tangan Ze.
Ze sengaja menyebutkan itu agar efek salep halusinasi sesuai keinginannya. Liu sia akan memikirkan perkataannya dan 6 orang itu akan masuk dalam halusinasinya menuntut dirinya.
"Ayo kita berangkat saja. Grand master Ji dan master Tang pasti telah menunggu kehadiran kakak ipar." ajah Huo nan
"Ah kau benar. Ayo kita berangkat sekarang." saut Ze.
Mereka meninggalkan 3 orang yang sedang terdiam di sana.
"Apakah benar kau mengutus 6 orang keluargamu untuk mengejar gadis itu saat di dalam hutan?" tanya Duan si mulai metagukan Liu sia.
"Tidak kakak pertama aku tidak melakukan itu. Saat itu hanya aku saja yang mengejarnya." jawab Liu sia.
"Ya sudah kalau seperti itu, ayo kita juga segera berangkat menuju gunung Whusan. Jika tidak segera maka kau akan terlambat mengikuti kompetisi itu. Karena, kompetisi akan segera berlangsung." ajak Duan si.
Akhirnya mereka semua segera menuju gunung Whusan dengan dua rombongan berbeda.
Di atas puncak gunung Whusan
Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam lebih mereka akhirnya sampai. Cukup lama perjalanan mereka karena kendaraan hanya bisa mengantar sampai kaki bukit saja. Selebihnya mereka semua harus berjalan kaki menuju puncak gunung Whusan.
"Ze....!" seru suara yang tidak asing di telinga Ze. Saat Ze menoleh ke arah datang suara dia tersenyum dan membalas melambai tangan melihat si empunya suara melambai padanya.
"Guru...!" seru Ze lalu berjalan ke arah orang itu yang ternyata adalah master tang gurunya.
"Apakah perjalanan kalian tidak mengalami hambatan?" tanya Tang hui bi
"Tidak sama sekali guru" jawab Ze yang kala ini telah memeluk gurunya itu.
"Dasar gadis manjaku ini." tegur Liu ku melihat putrinya begitu manja pada master Tang.
__ADS_1
"Ayah." ucap Ze pelan lalu memeluk ayahnya.
Liu ku tersenyum melihat tingkah putri tunggalnya itu. Dia membalas pelukan Ze dan membelai kepalanya lembut.
Banyak mata memandang takjub dan heran kejadian itu. Bagaimana tidak, Grand master Ji yang semua orang kenal adalah seorang yang tidak tersentuh da sangat dingin.
Saat ini orang itu memeluk sayang seorang gadis dan tersenyum. Dia begitu hangat terhadap gadis dalam pelukannya yang terlihat manja itu.
Mereka lebih terkejut saat melihat Jin hu memeluk pinggang Ze saat dia sudah terlepas dari pelukan Liu ku.
"Siapa gadis itu?" bisik seorang peserta pada rekan di sebelahnya.
"Entahlah aku baru kali ini melihatnya." jwab temannya.
"Oh itu keponakan Grand master Ji." jawab seorang yang mengenal Ze sebagai cucu tuan Shi.
"Bukankah itu artinya dia cucu tuan Shi yang terkenal sebagai gadis sia sia itu?" saut seorang lain yang mendengar percakapan mereka.
"Benarkah? Sedang apa gadis tidak berguna naik ke gunung Whusan ini?" tanya yang lain heran.
Ada banyak lagi suara bisik-bisik mengenai Ze diantara banyak orang di tempat itu.
"Ayo kita ke sana. Kompetisi segera akan dimulai. Taruh bahan yang kau di atas meja sana." ucap Liu ku
"Mereka akan memeriksa semua bahan milik peserta segera setelah acara pembukaan selesai." jelas Liu ku dan Ze segera mengambil bahan kwalitas tinggi miliknya sengaja menghadap ke arah Liu sia dan keluarga agar mereka lihat bahan itu.
Kemudian Ze dengan cepat mengganti bahan itu dengan bahan kwalitas paling rendah. Lalu segera menyimpannya.
Saat acara pembukaan berlangsung, benar saja ada seorang gadis pelayan yang mendekati meja di mana Ze menaruh bahan obatnya.
Melihat itu Ze menyeringai penuh kemenangan. Dia mengkode Jin hu dan yang lain membuat yang lain juga tersenyum juga.
Saat acara pembukaan akan selesai, tanpa sepengetahuan keluarga Duo, Ze kembali menukar bahan obat di mejanya dengan bahan asli berkwalitas tinggi.
Tidak lama setelah itu acara pembukaan selesai dan panitia mulai menilai semua bahan milik peserta untuk menentukan kelayakan peserta ikut dalam kompetisi itu.
__ADS_1
Keluarga Duo tersenyum licik saat melihat para juri menghampiri meja milik Ze.