Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Bertemu Raja Ruo 3


__ADS_3

Raja Ruo menatap mata ke 2 muridnya itu bergantian sambil mencari jejak kebohongan dari sana. Raja Ruo tersenyum bahagia saat melihat kejujuran di mata kedua muridnya itu.


"Bisakah kau bawa aku menemui calon istrimu itu?" pinta Raja Ruo dengan mata berbinar penuh harap.


Jin hu tersenyum bahagia karena gurunya menyebut Ze calon istrinya. padahal sebelumnya hanya kekasihnya atau menyebutkan namanya Ze saja itu artinya gurunya sudah menyetujui hubungannya dengan Ze.


"Aku akan membawanya menemui guru." jawab Jin hu


"Tidak tidak itu tidak sopan bagi seorang kultivator biasa seperti aku memanggil seorang master alkemis hebat seperti calon istrimu itu.


Jika ingin bertemu maka akulah yang harus menjumpainya bukan sebaliknya. Ayo bawa aku menemuinya." ucap Raja Ruo penuh semangat


"Sekarang?" tanya Jin hu heran


"Tentu saja sekarang." jawab Raja Ruo masih semangat


"Apa guru tidak lelah guru baru saja tiba dan sudah berkunjung ketempat kami?" tanya Huo nan


"Apakah kalian mencari alasan agar aku tak menemui calon istri Jin hu yang hebat itu?" tuduh Raja Ruo kesal


"Bukan seperti itu maksud kami. Huft, baiklah mari kita berangkat menemui calon istriku itu." jawab Jin hu akhirnya


"Ayo. Tunggu apa lagi?" ajak Raja Ruo semangat kembali.


Mereka bertiga akhirnya bersama-sama berjalan menuju tempat Ze berada saat ini. Sangking semangatnya Raja Ruo sudah tidak lagi nengingat kemarahannya pada keluarga Duo dan muridnya itu.


"Tuan." sapa Wen yuan dan liu yu saat melihat Jin hu datang bersama Huo nan dan Raja Ruo.


"Apakah Ze sudah selesai membuat pil?" tanya Jin hu


"Sudah sedaro tadi putri keluar dan mengatakan kalau dia sudah selesai." jawab Wen yuan


"Hm baiklah kalian dapat beristirahat sekarang." ucap Jin hu dan mereka segera menunduk hormat lalu pergi dari sana.


"Tok tok tok."Jin hu mengetuk pintu


"Ya tunggu sebentar." jawab Ze dari dalam


Ze membuka pintu dan tersenyum melihat Jin hu sudah datang. Namun Ze berkerut bingung melihat orang asing yang bersamanya.

__ADS_1


"Mari guru." ajak Jin hu


Mendengar panggilan guru dari Jin hu pada pria itu Ze menjadi heran. Mengapa seorang Raja yang terkenal sebagai master kultivator hebat datang berkunjung bukannya biasanya dia hanya harus memanggil orang yang ingin di jumpainya?


"Sayang kenalkan ini adalah Raja dari api penyucian yang juga merupakan guruku Raja Ruo lei rong." ucap Ze memperkenalka gurunya pada Ze


"Guru dia adalah calon istriku Shi Ze lan." ucap Jin hu memperkenalkan Ze pada gurunya.


"Salam yang mulia Raja Ruo." ucap Ze menunduk


"Apa yang kau lakukan? Kau sebagai seorang master alkemis samgat tak pantas jika aku menerima hormatmu. Aku yang seharusnya menyapamu dulu." protes Raja Ruo.


"Maka sebaiknya kita singkirkan saja masalah itu. Karena aku tak menyukai diperlakukan terlalu tinggi seperti itu. Tapi, master alkemis apanya aku hanya seorang murid dari master alkemis." jawab Ze


"Kau yang membuat pil regenerasi milik Huo nan bukan?" tanya Raja Ruo dan Ze mengangguk


"itu sudah pil tingkat tinggi maka kau adalah master. Aku sebenarnya ingin meminta bantuan dari master Ze walau ini terkesan tak tau malu dipertemuan pertama sudah memiliki permintaan." ucap Raja Ruo penuh harap


"Apa itu?" tanya Ze penasaran


"Huo nan terlebih Jin hu adalah orang yang bisa memegang rahasia." ucap Ze menyadari keraguan Raja Ruo.


"Kalau itu hanya tingkat istimewa aku bisa. Tapi, jika surga aku masih harus berlatih." jawab Ze santai tanpa beban membuat Raja Ruo terbelalak


"ting ting kat is timewa?" tanya Raja Ruo terbata


"Iya ada apa dengan itu? Apakah masih tak memenuhi standar anda?" tanya Ze heran


"Dasar kau ini seorang yang angkuh. Tingkat istimewa kau bilang "hanya" huh apa kau sungguh muridku? Aku saja belum mencapai itu. Atau kau sedang membual hm?" bentak seseorang dari luar dan ternyata Ji liu ku dan 2 master tang sudah kembali.


Sedang yang mengomel adalah Tang biu hu yang jadi geram tanpa sengaja mendengar ucapan polos Ze yang terdengar angkuh.


"Ayah...!" Seru Ze dan menghambur pada ayahnya.


"Baru juga beberapa jam kau tak berjumpa dengan ayahmu ini kau sudah seperti anak kecil yang merindukan ayahnya.


Bagaimana kau akan menikah dengan cepat jika sifatmu ini masih saja seperti anak kecil hm?" tegur Ji liu ku


"Aku hanya ingin manja pada ayah selagi aku masih belum berganti status saja." ucap Ze manja

__ADS_1


"Baiklah kau memang anakku yang nakal dan manja." ucap Ji liu ku tersenyum membelai kepala putrinya.


Mendengar panggilan ayah dari Ze pada Ji liu ku membuat Raja Ruo terkejut.


"Ayah?" beonya


"Raja Ruo, kau ada di sini rupanya" tegur Liu ku


"Iya. Salam Grand master Ji. Aku tersanjung karena anda mengenaliku." jawab Raja Ruo senang.


"Siapa yang tak mengenali seorang master kultivator seperti anda?" puji Liu ku


"Hei gadis kecilku tunjukkan pil yang baru kau buat pada ayahmu ini." ucap Liu ku


"Dari mana ayah tau jika aku habis membuat pil?" tanya Ze heran


"Dari aroma yang tercium dari tubuhmu itu." jawab Liu ku


"Ayah sungguh grand master yang hebat." ucap Ze sembari mengeluarkan beberapa pil pada Liu ku.


Melihat itu Liu ku tersenyum dan mengangguk santai. Sedangkan yang lain di sana kecuali Jin hu yang selalu percaya dengan kemampuan Ze semua terkejut.


"I ini bukan hanya tingkat istimewa." seru Tang biu hu.


"Ini mendekati level surga. Cukup baik bahkan mendekati sempurna tongkatkan lagi maka akan sempurna. Kau sungguh benar-benar darah dagingku segala dariku dan ibumu menurun padamu." puji Liu ku


Mendengar pernyataan Liu ku, semua yang ada termasuk Hui tu dalam batu dimensi geram, kesal, iri dan banyak lagi perasaan lain bercampur aduk.


"Sungguh orang-orang jenius itu membuat iri saja. Bagaimana bisa mereka menyabut obat sesempurna itu masih kurang? Seluruh bumi dan langit akan mengutuk mereka jika mendengar itu. Aku saja hampir menyemburkan api dari dalam tubuhku sangking panasnya mendengar keangkuhan mereka berdua." batin Tang biu hu


"Sikap sombong dan tak mudah puasmu itu ternyata menurun dari ayahmu huh." sungut Hui tu


"Sombong apa yang kau maksud itu Hui tu?" bukan Ze namun Liu ku yang menjawabnya. Mendengar itu Ze dan Hui tu terkejut dan Ze memandang ayahnya itu penuh rasa bangga.


"Kau dapat mendengar bahkan saat aku tak berbicara padamu?" tanya Hui tu heran.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca buat dukungan bagi author oke๐Ÿ˜‰


Beri vote like dan koment kalian๐Ÿ˜„๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2