Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
siapa yang berani memaksa pemimpin istana atas awan?


__ADS_3

Di kamar tempat Ze dan Jin hu bermalam kini dipenuhi dengan canda tawa setelah tamu -tamu mereka berdatangan. Sangat ramai dan berisik cukup untuk mengusik telinga orang di sekitar mereka.


Mereka yang lewat dibuat penasaran dengan keramaian itu. Pasalnya, dari sekian banyak kamar yang terisi penuh di penginapan itu hanya kamar mereka yang paling ramai dan berisik.


Itu karena mereka yang menempati kamar lainnya sungkan dan takut untuk berisik. Karena, saat ini ada begitu banyak orang yang terbilang hebat dan kuat datang dari segala penjuru di tempat itu.


Takutnya jika terlalu ribut bisa membuat mereka para orang yang kuat dan terpandang itu terusik dan dapat menimbulkan masalah besar nantinya bagi diri mereka.


"Cukup menyenangkan mengolok-olok diriku hm? Bagus-bagus kalian berdua sudah berani padaku rupanya." bisik Jin hu di tengah-tengah antara Huo nan dan wen yuan membuat Huo nan dan wen yuan seketika terdiam wajah mereka memucat seketika itu juga.


"*Astaga...! mengapa aku lupa jika orang yang sedang ditertawakan ini adalah duplikat iblis jika sedang marah? aku sampai lupa diri dan kelepasan tertawa lepas bersama mereka semua.


Bodoh sungguh bodoh kau wen yuan membangunkan jiwa iblis dan membiarkan dirimu menjadi target dari amarahnya*." batin wen yuan merutuki kecerobohannya yang berani menertawakan tuannya itu.


"Astaga seseorang atau siapa saja tolong selamatkan diriku ini dari menjadi daging cincang. Aku sungguh dikutuk memiliki mulut yang suka ikut menimpali perkataan orang dan mengatakan hal yang bisa mencelakai diriku." batin Rui huo nan.


"ha ha ha ha" Hui tu yang memang dapat membaca fikiran orang-orang di sekitarnya tertawa terbahak -bahak mendengarkan suara hati mereka berdua.


"Mengapa kau telat tertawa?" tanya Ze heran karena semua orang yang sedari tadi tertawa sudah mulai berhenti sedangkan Hui tu justru baru tertawa terbahak.


"Aku bukan menertawakan kekasih konyolmu itu. Aku menertawakan ke 2 orang di dekatnya yang sedang ketakutan di ancam oleh kekasihmu itu." jawab Hui tu


Mendengar penuturan Hui tu, Ze segera melihat ke arah 3 orang itu dan mendapati wajah pucat penuh peluh dari Huo nan dan Wen yuan.


Ze segera menghampiri Jin hu dan menegurnya karena kasihan melihat wajah pucat ke 2 orang rekannya itu.


"Berhenti menindas mereka." tegur Ze


"Baiklah sayang tidak akan." jawab Jin hu sambil tersenyum ke arah Ze.

__ADS_1


"Huft, terima kasih kakak ipar." bisik Huo nan legah memiliki seorang yang lebih berkuasa dibanding kakak ke 2nya itu yang bisa membelanya.


"Terima kasih putri." bisik Wen yuan juga pada ze.


"Tok tok tok" beberapa orang datang mengetuk pintu kamar yang memang masih terbuka lebar sedari tadi.


Mereka semua melihat ke arah pintu dan ternyata yang datang adalah pria semalam yang menegur Ze di meja makan.


Pria itu adalah Gu li gui pria yang mengaku sebagai teman sejak kecil Ze lan. Li gui datang bersama rombongannya. Dia masuk lalu menyapa semua orang.


Melihat siapa yang datang Jin hu melunturkan senyum di wajahnya. Jin hu meraih pinggang Ze dan merangkulnya erat.


"Selamat siang bibi mei yin, kakek jeong nam, nenek luo yin, Grand master ji, master tang." sapanya sopan.


"Hm." jawab ke 4 pria yang disapanya itu.


"Ya selamat siang." jawab Mei yin dan luo yin kompak.


Apa yang bisa membuat kalian keluar dari kediaman kalian sejauh ini?" tanya Li gui


Li gui heran melihat mereka berdua berada di desa lou han ini yang terbilang sangat jauh dari kediaman tenang Jeong nam.


Karena, semua yang mengenali pasangan paruh baya itu sangat tau dengan pasti jika mereka sangat enggan pergi meninggalkan kediamannya apa lagi sampai sejauh itu.


"Kami datang menemui Ze cucu kami karena mendengar jika dia telah memiliki kekasih dan berencana untuk menikah.


Kami ingin melihat dan mengenal kekasihnya lebih dulu baru memutuskan akan menerimanya atau tidak. tapi ternyata dia adalah orang yang sangat kami kenal dan sangat kami kagumi." Jawab Jeong nam.


Jeong nam sengaja berbohong agar Li gui tak mengganggu hubungan Ze dan Jin hu. Jeong nam sangat tau jika Li gui dari kecil telah berusaha mandekati Ze.

__ADS_1


Andai Li gui tulus pada Ze, dia tak akan menentang dan menolak permintaan perjodohan antara Ze dan Li gui kala itu.


Tapi, jeong nam sangat paham dengan sifat asli dari keluarga Gu itu. Mereka itu adalah keluarga yang sangat licik dan sangat serakah.


Jeong nam yakin jika mereka selalu berusaha mendekatkan Li gui dan Ze serta ingin menjodohkan mereka berdua bukan karena mereka menyukai Ze.


Tapi mereka semua hanya mengincar Ze dan menjadikan Ze sebagai akses agar bisa keluar masuk hutan Fujian dan bebas mengambil apapun yang berharga di dalam hutan untuk keuntungan mereka.


"Jadi, Ze dan dia tidak dijodohkan apa lagi dipaksa untuk bersama? Mereka pasangan kekasih yang merencanakan sendiri pernikahan mereka ber 2?" gumam Li gui pelan namun masih dapat di dengar oleh Ji liu ku.


"Tentunya mereka bersama bukan karena dijodohkan apa lagi karena paksaan. Siapa yang berani memaksakan kehendaknya pada seorang Jin hu yang merupakan pendiri dan pemimpin istana awan?" saut Ji liu ku.


Mendengar nama Jin hu dan istana atas awan Li gui terbelalak terkejut. Dia sungguh merasa sangat kesal mengetahui jika saingannya saat ini jauh lebih kuat dan berkuasa dibandingkan mantan tunangan Ze dulu.


"*Oh astaga bagaimana caranya aku bisa berebut dengan pemimpin istana atas awan? Jangankan bersaing bahkan berdiri sejajar dengan dirinya saja aku merasa tak akan pantas.


Keluarga Gu sudah tak ada jalan lagi untuk bisa memiliki Ze sebagai kunci kejayaan kami.


Ah bagaimana bisa gadis selemah Ze ini memiliki seseorang seperti tuan jin hu sebagai kekasihnya?


gadis ini sungguh pandai merayu. Dia pasti telah menggoda Tuan Jin hu ini dengan cara licik.


Ze ini sungguh seorang gadis lemah yang beruntung*." batin Li gui.


Li gui sungguh kesal dan resah mengetahui jika orang yang ingin dia miliki telah bersama dengan orang yang tak akan sanggup dia singgung.


Terlebih jika mengingat kejadian semalam di mana dia melihat jika Jin hu sangat menyayangi dan memanjakan gadis yang diakuinya sebagai calon istri itu.


"Oh seperti itu. Maafkan aku jika semalam tidak mengenali anda yang mulia tuan jin hu. Jika seperti itu kami permisi dulu. Kami harus bertemu dengan guru kami agar bisa segera mendaftarkan kelompok kami untuk kompetisi." pamit Li gui berusaha tetap tersenyum.

__ADS_1


"Hm" jawab para pria dan 3 wanita di dalam sana hanya mengangguk saja.


__ADS_2