Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
informasi baru


__ADS_3

Ze segera duduk bersila di samping tubuh terikat pria tadi yang berusaha untuk menutup rapat mulutnya karena takut dengan ucapan Ze tentang pil kejujuran.


Jin hu dan juga Hui tu ikut duduk di dekat pria itu. Ingin menonton pertunjukan seru dari introgasi Ze yang sudah tentu akan mulus mendapat jawaban.


"Siapa namamu?" tanya Ze.


"Fu kin." jawab Fu kin langsung membuatnya terkejut dan sudah berkeringat dingin.


"Baiklah Fu kin ini saatnya aku mengorek sedikit informasi darimu. Apa tugasmu di dalam bangunan milik pangeran Rong yuo?" tanya Ze.


"Memata-matai dan melaporkan setiap gerak geriknya serta memastikan dia tetap menjadi pria tidak berguna." jawab Fu kin membuat Fu kin semakin takut karena tidak dapat mengendalikan mulutnya lagi.


"Bagaimana caramu menyampaikan informasi pada atasanmu?" tanya Ze.


"Aku akan mencatat jika ada berita baru dan penting dan akan memberikan catatan itu pada seseorang yang bertugas mengambil laporan dariku sekali seminggu di malam hari." jawab Fu kin.


"Kapan waktu berikutnya dari si penjemput berita itu akan datang?" tanya Ze lagi.


"Malam ini." jawab Fu kin.


"Siapa orang yang menjadi atasanmu itu?" tanya Ze lagi.


Pria tadi berusaha menggigit bibirnya agar tidak mengatakan informasi itu.


"Permaisuri dari Raja Ruo." jawab Fu kin.


"Bukankah dia ibu dari pangeran Rong yuo?" tanya Ze.


"Bukan!" jawab Fu kin dan Jin hu bersamaan.


"Mengapa dia ingin memastikan kondisi pangeran Rong yuo?" tanya Ze.


"Untuk mengamankan posisi putranya sebagai calon putra mahkota." jawab Fu kin.


"Apakah dia ada hubungannya dengan jebakan untuk pangeran Rong yuo?" tanya Ze.


"Bukan berhubungan tapi dia adalah otak dari kejadian itu. Bahkan, dia sendiri yang memotong pergelangan tangan dari pangeran Rong yuo saat itu." jawab Fu kin.

__ADS_1


"Hm cukup aku sudah temukan apa yang ingin aku tahu." ucap Ze.


"Ah satu hal di mana ibu dari pangeran Rong yuo?" tanya Ze pada Jin hu.


"Beliau telah meninggal sebelum aku berguru pada guru." jawab Jin hu.


"Permaisuri pertama Raja Ruo ada di gua dalam hutan pinggir desa Guoin dan masih hidup." jawab Fu kin.


"Apa?" seru Jin hu terkejut.


"Mengapa beliau ada di sana?" tanya Ze.


"Permaisuri sengaja menyembunyikan dia di sana untuk senjata cadangan menghadapi pangeran Rong yuo. Untuk jaga-jaga kalau dia mau merebut tahta putranya." jawab Fu kin.


"Bukankah tubuh permaisuri pertama di temukan dengan wajah hancur di dalam jurang saat itu?" tanya Jin hu.


"Itu mayat orang lain yang memiliki bentuk tubuh mirip permaisuri pertama." jawab Fu kin.


"Bagaimana bisa permaisuri pertama dinyatakan mati dan mengapa permaisuri saat ini begitu tega melakukan ini?" tanya Jin hu.


"Permaisuri saat ini sengaja mengatakan permaisuri pertama jatuh ke dalam jurang dan melempar mayat wanita yang sudah di hancurkan wajahnya dan mengenakan pakaian permaisuri pertama.


Dia kesal karena Raja Ruo tidak pernah menyentuh atau bahkan mengunjunginya sekalipun setelah dia menjadi selir pertama dan satu-satunya Raja Ruo atas paksaan Raja sebelumnya." jawab Fu kin.


"Apa hubunganmu dengan permaisuri pertama?" tanya Ze.


"Aku adalah pengawal rahasia miliknya yang diutus oleh ayahnya Raja Hong." jawab Fu kin.


"Hm cukup untuk saat ini." ucap Ze.


"Aku akan menyelamatkan permaisuri sebelum permaisuri saat ini sadar dengan kondisi pangeran Rong yuo yang perlahan normal." putus Jin hu.


"Aku akan ikut bersamamu karena untuk beberapa hari pangeran Rong yuo hanya perlu minum ramuan dan di pijat oleh Huo nan hingga tubuhnya siap menerima efek dari pil api suci. Aku cukup membuatkan ramuan yang cukup untuk 1 minggu ke depan." jelas Ze.


"Baiklah kita akan pergi bersama. Tapi, alasan apa yang akan kita berikan agar guru dan yang lain percaya?" tanya Jun hu.


"Itu biar menjadi urusan aku. Kak Jin hu tinggal mengiyakan saja kata-kataku di depan Raja Ruo." jawab Ze.

__ADS_1


"Baik semua terserah kamu saja." saut Jin hu.


"Aku membuat ramuan racikan tambahan dulu dan untuk kau Hui tu, ganti pakaianmu dengan pakaian miliknya di luar. Aku melihat ada beberapa pakaian ganti miliknya di kamar itu." ucap Ze dan Hui tu segera keluar dari batu dimensi untuk berganti pakaian.


Ze segera sibuk dengan bahan ramuan dan meminta Ceri emas beserta Jin hu mengambilkan bahan yang dia butuhkan.


Dengan sigap Jin hu juga Ceri emas akan mengambilkan apapun yang Ze butuhkan hingga ramuan yang dibuat Ze selesai.


"Huft akhirnya ramuan ini selesai juga dibuat." ucap Ze.


Ze selesai membuat ramuan 1 wadah besar. Ze mengambil sebuah mangkok berukuran sedang lalu menuang ramuan racikannya ke dalam mangkuk tadi dan memberikannya pada Jin hu.


Jin hu menerima mangkuk berisi ramuan pemberian dari Ze dengan alis berkerut.


"Minumlah ramuan ini!" Ze menyuruh Jin hu meminum ramuan buatannya itu.


"Ramuan ini sangat berguna untuk memelihara kesehatan tubuh. Karena, ramuan ini mengeluarkan racun dari dalam tubuh juga memperlancar aliran darah di tubuh kita.


Selain itu ramuan ini juga meningkatkan daya tahan tubuh dan memberikan energi baik untuk tubuh kita." jelas Ze dan tanpa ragu Jin hu segera meminum ramuan itu.


"Mengapa ramuan ini bisa enak untuk diminum? Sangat jarang hm salah tidak pernah sebelumnya aku menjumpai ramuan berasa enak. Semua ramuan yang aku minum sebelumnya sangat tidak enak untuk diminum." tanya Jin hu.


"Aku memang sengaja membuat ramuan dengan rasa yang enak dan segar di tenggorokan." jawab Ze.


"Ayo kita keluar dan memberikan ini pada pangeran Rong yuo." ajak Ze namun sebelum Jin hu mengangkat wadah ramuan itu Ze menuangkan ramuan itu dalam sebuah mangkuk.


"Ini untuk Hui tu karena tubuh barunya sangat lemah akan sangat berguna untuknya." jelas Ze sebelum Jin hu bertanya.


"Ayo....!" ajak Ze dan Jin hu hanya mengikuti Ze yang melangkah membawa mangkuk berisi ramuan. Jin hu membawa wadah berisi ramuan dengan sangat hati-hati.


"Hui tu minum ramuan ini untuk meningkatkan stamina dari tubuh barumu itu." ucap ze dan Hui tu tanpa ragu meminumnya.


"Ayo kita keluar dari sini." ajak Ze dan Jin hu hanya mengangguk.


"Kakak kedua apa yang kau bawa dalam wadah itu?" tanya Huo nan melihat Jin hu membawa wadah cukup besar.


"Itu ramuan yang harus diminum pangeran Rong selama seminggu setiap pagi dan sore. Kau juga sebaiknya meminum ini karena sangat berguna untuk tubuhmu." jawab Ze.

__ADS_1


Jangan lupa tetap dukung Author dengan


Vote like dan komentmu


__ADS_2