
Pria itu mengumpulkan energinya pada telapak tangannya dan mengarahkan pada Ze. Beruntung Ze menyadari serangan itu dan segera menarik tubuh mahluk aneh yang ada di dekatnya untuk jadi perisai.
"Hebat putri....! Dua lalat dalam sekali tepuk." puji Liu yu.
Melihat Ze akan berhadapan dengan Raja atau pemimpin dari mahluk aneh itu, Liu ku dan Jin hu segera mendekati Ze untuk membantunya.
"Sebaiknya kalian bantu yang lain saja. Mahluk ini tidak cukup kuat untuk mengalahkan aku." ucap Ze dan mereka berdua mengikuti perkataan Ze.
Liu ku sangat menyadari perkembangan kekuatan Ze yang sangat jauh berbeda dari terakhir dia bertemu dengan putrinya itu. Dia yakin bahwa putrinya tidak akan sembarangan meremehkan lawan dan membual.
Jin hu yang sangat tahu perkembangan kemampuan Ze juga sangat yakin bahwa Ze mampu menangani pemimpin mahluk aneh itu. Jin hu membiarkan Ze melatih kemampuan bertarungnya dengan melawan mahluk itu seorang diri sementara dia membantu yang lain memusnahkan sisa mahluk aneh yang masih hidup.
"Cukup besar nyali mu untuk melawan aku seorang diri." ucap pria itu dengan tatapan meremehkan.
"Tidak perlu banyak bicara, ayo lawan aku dan tunjukkan kemampuan yang kau miliki." ucap Ze balas menatap pria itu dengan tatapan menghina.
"Hiat....... " seru mereka dan mulai bergerak mendekat.
"Bak buk bak buk." pria tadi menyerang Ze dengan gerakan cepat dan Ze berhasil menangkis serangan pria itu dengan gerakan yang tidak kalah cepat juga.
Setiap serangan mampu Ze tangkis dengan mudah membuat pria itu geram dan merasa diremehkan.
Pria itu mulai ingin menyerang dengan kekuatan tenaga dalam. Dia kumpulkan energi pada telapak tangan dan mengarahkan pada Ze.
Dengan sigap Ze menangkis serangan tenaga dalam itu dengan telapak tangannya. Pria itu terkejut mengetahui bahwa Ze cukup mampu untuk menangkis serangan tenaga dalam darinya dengan tangan kosong.
"Rupanya aku terlalu menganggap remeh dirimu." ucap pria itu dan seketika asap tebal menyelimuti seluruh tubuhnya.
Pria tadi berubah menjadi sosok mahluk aneh yang sangat besar dari tubuhnya keluar energi berbentuk seperti api. Ze menyeringai melihat perubahan itu.
"Ini adalah sosok asli dirimu? Menjijikan sekali." ucap Ze membuat mahluk itu geram.
__ADS_1
"Groarrrr.... Graaa.... " suaranya memekakkan telinga.
Mahluk aneh itu mulai menyerang Ze dengan pukulan yang kuat dan gerakan cepat. Namun Ze masih berhasil mengelak dari serangan mahluk aneh itu.
Pukulan mahluk aneh itu sangat kuat bahkan dapat mematahkan batang pohon besar yang tidak sengaja terkena pukulannya saat menyerang Ze dan Ze berhasil menghindari serangan itu.
"Cukup untuk bermain-main saatnya pertarungan kita akhiri." ucap Ze yang berhasil menangkap pukulan mahluk besar aneh itu dengan mudah dan tanpa senjata apapun.
Wajah santai Ze kini berubah serius. Kekuatan yang dia sembunyikan kini dia lepas membuat tubuh mahluk aneh itu bergetar merasakan aura kuat dari Ze.
Tekanan dari kekuatan Ze bahkan membuat semua mahluk aneh itu tidak mampu bergerak lagi. Jin hu dan Liu ku membuat batas pelindung agar kelompok mereka tidak menerima dampak buruk dari tekanan energi yang Ze kerahkan.
Ze mengumpulkan energi pada telapak tangannya. Warna merah pekat yang menyala keluar dan terkumpul membentuk bola api di telapak tangannya. Ze mengarahkan kumpulan energi yang membentuk bola api pada tubuh mahluk aneh itu.
"Duar...blar groarrrrrr graaaau," bola api itu meledak pada tubuh mahluk aneh itu dan membakar tubuhnya. Membuat mahluk itu mengeluarkan suara keras yang memekakkan telinga.
Perlahan mahluk aneh itu pupus oleh api yang membakar tubuhnya. Mahluk aneh lainnya yang merupakan bawahannya juga ikut lenyap bersama hilangnya tubuh sang pemimpin dari mereka.
"Ular api, untuk berjaga-jaga, sebaiknya kau tidak kembali ke dalam batu dimensi. Berubah wujud saja menjadi ukuran yang lebih kecil saja untuk menghindari kekacauan. Kau sudah mampu melakukan itu bukan?" ucap Ze dan ular api segera berubah wujud menjadi ular yang sangat kecil hingga bisa membentuk gelang pada pergelangan tangan Ze.
Ze mengulurkan tangannya pada ular api yang sudah mengecil itu dan ular api segera memanjat tangan Ze lalu melingkar pada pergelangan tangan Ze membentuk gelang.
"Woah putri, kau semakin hebat saja." puji Liu yu.
"Kau belum melihat kekuatan dari seorang lagi yang juga jauh lebih besar dari kekuatan yang aku capai." ucap Ze.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan. Tidak aman untuk menetap lama di satu tempat untuk saat ini. Kita harus segera tiba di istana atas awan sebelum serangan lain datang." ajak Ze.
"Ya kau benar Ze sayang. Ayo yang lain kita segera berangkat." saut Tuan besar Shi.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan dengan jumlah pengawal yang lebih sedikit karena yang lain sudah menjadi santapan mahluk aneh tadi.
__ADS_1
"Mengapa ular pada pergelangan tangan anda tidak bergerak sama sekali putri? Jika itu orang lain pasti akan mengira bahwa itu adalah gelang asli berbentuk ular." tanya Wen yuan.
"Dia sedang tertidur. Jangan menimbulkan suara yang mengganggu atau kalian dapat merasakan amarah dari ular api." ucap Ze menggoda Wen yuan membuat Wen yuan tidak lagi mau bersuara.
Bahkan Liu yu yang ada di dalam kereta tidak lagi berani untuk bergerak dari tempatnya karena takut menimbulkan suara yang akan menggangu tidur dari ular api raksasa tadi yang kini berada pada pergelangan tangan Ze.
Melihat reaksi dua orang itu sebenarnya Ze sangat ingin ketawa. Tapi, dia menahannya agar dua orang itu berhenti untuk bertanya lagi. Kalau rasa takut mereka hilang maka Ze harus menghadapi berbagai bentuk pertanyaan dari dua orang itu.
"Hoamm.... " Ze menguap.
"Istirahat saja dulu. Kau pasti sangat kelelahan sudah mengeluarkan energi yang sangat banyak." ucap Jin hu dan Ze hanya mengangguk lalu bersandar pada tubuh Jin hu.
Kereta kembali bergerak untuk melanjutkan perjalanan mereka. para pengawal kini tersisa lima orang saja hingga Ze dan yang lain sepakat untuk membiarkan pengawal ikut naik kereta.
Itu juga yang membuat mau tidak mau Liu yu dan Wen yuan duduk di dalam kereta menyaksikan tuan dari istana awan menjadi budak cinta. Karena 3 orang pengawal sudah duduk di tempat mereka di luar.
Hai para pembaca setia novel
"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas"
Terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah kalian berikan untuk kelangsungan cerita dalam novel
"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas" ini.
Jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan kalian dengan tetap memberikan
vote, like dan komen buat novel kesayangan kita ini.
Tinggal seminggu lagi ya pengumuman sekaligus pemberian hadiah untuk para pemenang lomba vote terbanyak.
selamat membaca
__ADS_1
salam hangat dari author