
"Ada 3 tingkat di atas tingkat misteri. Itu adalah tingkat suci, tingkat sejati dan yang terakhir adalah tingkat mulia. Masing-masing dari tingkat itu memiliki 7 tahapan atau kadang kita sebut sebagai level. Level 1 adalah level awal dan Saat mencapai level 7,maka tingkat pencapaian itu sudah sempurna dan sudah akan menyebrang menjadi tingkat selanjutnya."jelas Zili.
" Itu artinya, tingkat mulia sempurna adalah yang paling kuat diantara semua pencapaian kultivasi di seluruh dunia ini?"saut Huo nan.
"Sebenarnya bukan, karena sesungguhnya ada satu lagi tingkat pencapaian yang tidak aku sebutkan.Tapi, karena itu hampir mustahil untuk di capai, sebagian dari kami sudah melupakan untuk menyebutkan tingkat pencapaian itu." ucap Zili membuat Huo nan menatap penuh semangat ingin tahu.
"Apa itu?" tanya Huo nan penasaran.
"Itu adalah tingkat keabadian. Dikatakan bahwa, siapa dan apa saja yang mencapai tingkat itu akan terpilih untuk naik ke dunia teratas dan menjadi bagian dari Dewa dan akan hidup abadi. Tapi, kebenaran tentang itu masih tidak ada yang dapat memastikannya." jawab Zili menjelaskan.
"Mengapa tidak dapat dipastikan dan bukankah hewan roh Suci memang memiliki hidup yang abadi?" tanya Huo nan lagi.
"Karena belum pernah ada dari kami yang mencapai tingkat pencapaian itu dan mengenai hidup abadi itu salah.Karena,kami hanya hidup beberapa abad lebih lama dari kalian umat manusia dan hewan roh biasa.Tentu saat mencapai batas usia,kami juga akan mati sama seperti kalian juga." jawab Zili.
"Kau sudah terlalu banyak bertanya kapan kalian akan bertapa jika terus saja bertanya." tegur Zili.
"Maaf aku memang tidak bisa diam saat penasaran akan sesuatu." ucap Huo nan.
"Hm tidak apa. Segera lakukan tapa kalian." saut Zili dan Huo nan juga Jin hu mengangguk mengiyakan perintah dari Zili.
"Tunggu dulu...! " seru Zili karena terlupa sesuatu yang harusnya dia berikan kepada dua orang itu.
"Ada apa?" tanya Jin hu heran.
Zili segera berjalan menuju dinding gua dan memetik dua lembar daun berwarna emas dari tanaman rambat di dinding gua itu. Zili berjalan ke arah Jin hu dan Huo nan lalu memberikan masing-masing satu lembar daun emas yang dia petik tadi pada mereka berdua. Jin hu dan Huo nan hanya menerima daun emas tersebut lalu menatap penuh tanya pada Zili tentunya tentang untuk apa dan apa kegunaan dari daun emas itu.
__ADS_1
"Makanlah daun emas itu sebelum kalian berdua melakukan tapa." perintah Zili dan mereka berdua segera memakannya tanpa ragu.
"Daun itu dapat membantu mempercepat peningkatan pencapaian kultivasi kalian berdua. Selain untuk membantu mempercepat peningkatan kultivasi kalian, daun Yiyang ini juga membantu mempertahankan kondisi tubuh kalian tetap bugar selama bertapa." jelas Zili membuat dua orang itu mengangguk paham.
"Kalian tidak akan merasakan lapar dan juga lelah meskipun telah bertapa selama 2 hingga 3 minggu lamanya. Saat kalian bangun dari tapa kalian, kalian harus kembali memakan selembar, ingat hanya selembar dan kembali lanjutkan tapa kalian itu." lanjut Zili menjelaskan juga memberikan peringatan pada dua orang itu.
"Mengapa harus hanya selembar saja bukankah jika memakannya dua lembar agar dapat lebih lama bertahan dalam bertapa?" tanya Huo nan.
"Karena energi yang terdapat pada daun Yiyang ini sangat besar, jika kalian memakannya lebih dari satu lembar, tubuh kalian tidak akan sanggup untuk menampung energi yang berasal dari daun Yiyang ini jadi jangan pernah berpikir untuk memakannya lebih dari satu lembar." jawab Zili.
"Lalu apa dampaknya pada tubuh kami jika itu terjadi?" tanya Huo nan lagi.
"Kemungkinan terbesar adalah tubuh kalian akan meledak atau kemungkinan lainnya lagi adalah pencapaian kultivasi kalian akan menyusut hingga menghilang sama sekali dari tubuh kalian." jawab Zili membuat dua orang itu begidik ngeri mendengarnya.
"Sekarang kalian dapat melakukan tapa kalian. Setelah enam minggu dari sekarang aku akan menemui kalian lagi di tempat ini untuk menjemput kalian dan kita akan melanjutkan pencarian tuan jika aku belum dapat menemukan tuan dalam pencarian ku saat kalian berdua melakukan tapa." ucap Zili.
"Sebaiknya aku mulai melakukan pencarian terhadap tuan. Aku berharap tuan dalam keadaan baik-baik saja hingga aku menemukan dia." gumam Zili.
"Aku akan mencari di negeri hitam terlebih dahulu untuk berjaga jika tuan masuk ke dalam negeri hitam itu. Maka aku harus menemukan dia sebelum terjadi hal buruk padanya." gumamnya lagi.
Zili kembali menatap dua orang yang sedang bertapa itu lalu melangkah pergi ke luar dari gua itu. Zili kemudian menutup mata dan segera cahaya keemasan keluar dari tubuhnya. Zili menghilang dan berpindah dari negeri hewan roh Suci menuju ke negeri hitam yang dia maksud tadi.
Zili mulai melakukan pencarian di setiap sudut dari negeri hitam itu. Tidak jarang Zili mendapatkan serangan-serangan dari mahluk penghuni negeri hitam itu sehingga terjadi perkelahian yang cukup menguras energinya.
Seperti saat ini, Zili harus berhadapan dengan siluman merak jahat yang menginginkan dirinya untuk dapat menjadi budak yang akan selalu tinggal di sisinya.
__ADS_1
"Kau terlalu tampan untuk aku lepas. Kau harus tetap tinggal di sisiku atau aku akan menghabisi dirimu." ancam siluman merak.
"Ceh hanya seekor merak hina seperti dirimu menginginkan aku hidup sebagai budak. Jangan terlalu sombong kau binatang hina." ucap Zili dengan nada menghina dan tatapan jijik dia tujukan pada siluman merak di depannya itu.
"Dasar kurang ajar....!" pekik marah siluman merak menatap penuh amarah pada Zili.
"Kau harus mati di tanganku hari ini juga." ucapnya penuh dengan emosi.
"Lakukan jika kau mampu melakukan ancaman mu itu." tantang Zili dengan tatapan merendahkan.
"Terima ini." seru siluman merak mengarahkan kumpulan energi pada tubuh Zili.
Zili hanya menepis serangan energi itu dengan santai. Membuat siluman merak semakin bertambah murka. Wajah cantik dan tubuh indahnya berubah menjadi sosok aslinya yaitu merak namun dengan bulu berwarna hitam pekat dan kembali menyerang Zili secara membabi buta.
Zili cukup dibuat kewalahan oleh serangan siluman merak yang semakin kuat saat kembali pada wujud aslinya itu.
Cukup lama terjadi perkelahian dan saling serang dengan kekuatan tenaga dalam hingga akhirnya Zili dapat menang dan memusnahkan siluman merak menjadi debu. Zili kembali melakukan pencarian terhadap Ze di setiap sudut negeri hitam yang belum dia datangi setalah itu. Setelah selama 5 hari mencari dan mengunjungi semua tempat, Zili keluar dari negeri hitam tanpa hasil yang memuaskan.
Hai para pembaca setia novel
"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas. "
Jangan lupa untuk tetap terus semangat memberikan dukungan pada author dan Ze.
Berikan vote, like dan komen sebagai bentuk dukungan untuk kami.
__ADS_1
salam hangat dari author dan Ze.