Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
serangan hewan-hewan roh


__ADS_3

Saat para pemberontak yang mengepung Raja Ruo datang, Ze merasakan kehadiran dari kekuatan yang menyerupai kehadiran dari hewan roh dan itu dalam jumlah yang cukup besar. Untuk berjaga dari kemungkinan yang dia rasakan itu benar, maka Ze memangil para serigala yang telah berjanji akan membantu dia kapan pun itu agar segera datang.


"Aaauuu aaauuu aaauuu. " tak lama setelah peluit di tiup terdengar suara lolongan serigala dari kejauhan.


Ze tersenyum mendengar suara lolongan serigala itu. Karena, dengan adanya suara lolongan serigala itu menandakan bahwa kawanan serigala yang dia panggil sudah menjawab panggilan dari Ze untuk datang.


"Mereka sungguh selalu datang sesuai janji yang mereka berikan dulu." gumam Ze sambil tersenyum.


Sebelum kawanan serigala yang dipanggil oleh Ze itu tiba di hadapan Ze, tiba-tiba saja sekumpulan hewan roh dengan berbagai jenis mulai muncul satu per satu dari balik pepohonan di dalam hutan.


"Ternyata apa yang aku pikirkan itu benar, jika ada sekumpulan hewan roh yang telah mereka siapkan untuk menyerang di saat mereka semua terdesak." gumam Ze.


Ze mengarahkan cincin pemberian dari king Phoenix yang merupakan hewan roh miliknya itu ke arah hewan-hewan roh itu dan benar saja sekumpulan hewan roh itu tidak ada yang berani melangkah maju. Bahkan sebagian dari hewan roh itu yang kemungkinan memiliki kultivasi paling rendah, gemetaran dan menunduk ketakutan.


Tidak lama muncul 2 ekor hewan roh dari belakang dan berani maju ingin menerkam Ze. Hewan itu adalah King lion dan Ular pembelah langit yang merupakan hewan dengan kultivasi tinggi.


"Grrraaa grrraaa grrraaa. " suara menggelegar dari king lion.


Ze mengeluarkan belati miliknya dan mengambil ancang-ancang untuk bertahan dan menyerang saat hewan roh itu menerjang nya.


Kedua hewan roh itu mulai bergerak cepat ke arah Ze dan saat hampir mencapai tubuh Ze, dua hewan roh itu diterjang lebih dulu oleh serigala yang ternyata telah tiba sebelum dua hewan roh itu berhasil menerjang tubuh Ze.


Akhirnya terjadi perkelahian sengit antara hewan roh yang hendak menyerang Ze dengan kawanan serigala yang melindungi Ze.


Ze tidak tinggal diam saja menjadi penonton. Karena dia juga ikut berkelahi dengan king lion membantu king wolf.

__ADS_1


Flash back off


"Ze...!" seru Jin hu sambil berlari ke arah Ze saat melihat Ze terkena hantaman dari king lion.


Jin hu mengumpulkan energi di telapak tangan lalu mengarahkan pada kepala king lion saat melihat king lion akan kembali menyerang Ze yang tersungkur di tanah.


"Haaa.....!" seru Jin hu sambil mengarahkan gumpalan energi yang telah terkumpul ke arah kepala king lion.


"Duar." tepat sasaran mengenai kepala king lion menimbulkan bunyi ledakan cukup besar.


"Grraaoo." suara kesakitan king lion karena terkena serangan kuat tepat di kepalanya membuat king lion tersungkur di tanah.


"Jleb." Jin hu menghunus kan pedang miliknya pada king lion dan hewan itu bergetar, menggeliat hingga menghembuskan napas terakhirnya.


"Sayang, kau terluka di mana? " tanya Jin hu khawatir lalu segera tubuh Ze dia raih masuk ke dalam pelukannya.


"Maaf, aku hanya takut kau kembali terluka dan itu karena aku tidak becus menjaga dirimu." Ucap Jin hu pelan dengan wajah sendu mengingat saat Ze terluka dulu dan dia hampir saja kehilangan Ze saat itu.


Ze memeluk Jin hu dan menepuk pelan punggung Jin hu untuk menenangkan kekasihnya itu. Ze dapat melihat dan menyadari ketakutan dari Jin hu. Karena saat ini tubuh Jin hu sedikit bergetar dan wajahnya terlihat pucat.


"Aku baik-baik saja, aku di sini dan tidak akan pergi ke mana-mana." bisik pelan Ze di telinga Jin hu membuat pria yang ketakutan kehilangan dirinya itu perlahan tenang.


Mereka yang ada di sana hanya sibuk dengan tontonan sekumpulan hewan roh kuat yang tengah berkelahi. Hanya Raja Ruo dan panglima Besar Lin xu yang sedang melihat kerapuhan Jin hu saat ini.


"Sungguh menemukan seseorang yang menempati ruang terpenting di dalam hati dapat merubah seseorang tanpa perduli jika orang itu adalah seorang yang kuat dan tak tersentuh sekalipun." gumam Raja Ruo.

__ADS_1


"Ya apa yang dikatakan oleh Yang Mulia sangat benar. Bahkan seorang yang dingin dan kejam seperti tuan Jin hu dapat juga diubahnya menjadi sosok berbeda. Dia dapat rapuh seperti saat ini hanya karena seorang wanita." Saut panglima Besar Lin xu yang ternyata tidak sengaja mendengar gumaman dari Raja Ruo membuat Raja Ruo sedikit terkejut namun dia berhasil menutupi keterkejutan nya.


Tidak lama setelah itu sekumpulan hewan roh yang ingin menyerang Ze tadi kalah dan hanya menyisakan beberapa ekor saja. Hewan-hewan roh yang tersisa itu mundur dan segera lari dari sana.


Ze yang menyadari jika dirinya dan Jin hu saat ini sedang menjadi bahan tontonan dari dua orang itu segera melepaskan pelukannya dari Jin hu.


"Hewan-hewan itu sebenarnya dari mana?" tanya Raja Ruo sambil berjalan mendekat saat dia melihat Jin hu sudah lebih tenang.


"Jika aku tidak salah menebak, kemungkinan besar ada beberapa orang pemilik dari hewan roh itu yang saat ini sedang bersembunyi di sekitar sini dan memerintah hewan-hewan roh itu untuk menyerang kita. Kemungkinan besar orang-orang itu adalah bagian dari para pemberontak atau bisa jadi mereka adalah bawahan langsung dari Raja Hong yang ditugaskan untuk membantu melawan siapa saja utusan dari Yang mulia yang datang untuk menyerang pemberontak itu." jelas Ze.


"Apakah kau sudah menyadari keberadaan hewan-hewan itu disini saat kita akan memasuki gua?" tanya Jin hu menatap penuh selidik ke arah Ze.


"Apakah itu yang menjadi alasan mengapa kau tidak jadi ikut masuk ke dalam gua untuk membantu mengatasi para pemberontak itu?" tanya Jin hu lagi.


"Bukan seperti itu, aku sebenarnya hanya ingin memastikan bahwa tidak ada yang salah di luar sini saat kalian masuk ke dalam gua. Mana aku tahu jika akan ada banyak hewan roh yang datang menyerang." kilah Ze memberi alasan.


"Jika kau tidak tahu tentang kehadiran hewan-hewan itu, bagaimana bisa king wolf dan kawanannya datang ke sini tepat waktu untuk membantu melawan hewan-hewan itu? Sudah pasti kau yang memanggil mereka sebelumnya bukan? Lalu untuk apa kau memanggil king wolf dan kawanannya jika kamu tidak menyadari kehadiran hewan-hewan roh itu?" tanya Jin hu beruntun karena curiga membuat Ze memutar otak untuk mencari alasan yang tepat agar Jin hu tidak marah dan berhenti untuk bertanya lagi.


Hai pembaca setia novel


"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas. "


Jangan lupa untuk tetap setia juga memberikan dukungan pada author dan Ze dengan memberikan vote, like dan komen kalian. Yang author minta itu semua geratis untuk kalian lakukan bukan?


Aji mumpung juga, siapa tau kalian bisa mendapatkan pulsa @25k untuk 5 orang itu.

__ADS_1


salam hangat dari author


__ADS_2