Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Rencana Hia ling


__ADS_3

Ze menatap curiga pada Wen yuan yang sedang tersenyum walaupun keadaannya sedang tidak baik. Ze mengangguk paham mengapa wajah Sie li dapat semerah itu.


"Aku tahu apa atau lebih tepatnya siapa yang telah menjadi penyebab wajah Sie li memerah." batin Ze sambil tersenyum.


"Jika melihat keadaanmu saat ini, aku pikir, aku tidak harus terburu-buru untuk membuat obat untukmu." goda Ze.


Sie li menunduk malu karena dia menebak dari ucapan Ze, Ze tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.


"Mengapa seperti itu sayang?" tanya Jin hu heran.


"Wen yuan lebih senang dengan kondisinya seperti ini untuk saat ini. Lihat saja dia masih memasang wajah bahagia." jawab Ze.


"Oh aku paham sekarang. Aku pikir, setelah kita menikah, akan ada pasangan lain yang akan segera menyusul untuk menikah juga." saut Jin hu saat melihat Ze memberikan kode dengan lirikan kearah Sie li.


"A aku se sebaiknya ke dapur is tana untuk membuatkan bubur." ucap Sie li gugup.


"Ya, jika Sie li yang memasak buburnya sendiri, tentu Wen yuan akan merasa senang. Bukan begitu Wen yuan?" ucap Ze.


"Tentu putri." saut Wen yuan.

__ADS_1


Sie li tanpa berkata apa pun lagi pergi dari kamar Wen yuan. Dia merasa jika terus menerus berada di dalam ruangan itu, dia akan pingsan sangking gugupnya.


Ze segera memeriksa keadaan Wen yuan mulai dari denyut nadinya hingga kondisi lukanya. Ze tersenyum saat mendapati bahwa kondisi Wen yuan cukup baik dan tidak akan ada masalah hingga dia berhasil membuat pil regenerasi untuknya.


"Kau akan baik-baik saja dengan keadaan seperti ini hingga pil regenerasi selesai aku buat." ucap Ze.


"Ayo kita pergi saja! Sebentar lagi Sie li akan kembali dan kita tidak harus menjadi pengganggu bukan." ajak Jin hu.


"Tuan sungguh pengertian." ucap Wen yuan.


"Tentu saja, aku bukan seperti beberapa orang yang senang mengganggu pasangan yang sedang ingin bermesraan." ucap Jin hu.


Jin hu dan Ze keluar dari kamar Wen yuan lalu pergi ke tempat ritual lagi untuk mengakhiri puasanya. Rangkaian demi rangkaian upacara dan ritual sudah berhasil mereka jalankan dengan mulus.


Hingga tiba pada malam perjamuan. Malam dimana seluruh rakyat istana atas awan akan melihat secara langsung calon permaisuri mereka.


Malam itu seluruh istana dipenuhi suka cita kecuali seseorang yang sedang melancarkan rencananya.


"Apakah ini aman Hia ling? Bagaimana jika Yang Mulia tahu kita adalah dalang dari kekacauan malam ini?" tanya seorang gadis pada temannya.

__ADS_1


"Tenang saja, aku sudah merencanakan ini dengan sempurna." ucap Hia ling.


Ya, gadis itu adalah Hia ling, gadis yang ingin menyingkirkan Ze dan menggantikan posisinya di sisi Jin hu.


"Mengapa harus malam ini rencana mu ini kau jalankan?" tanya rekannya itu.


"Malam ini hari pernikahan akan diumumkan. Jika calon permaisuri tidak jadi naik tahta atau menyingkir, tentu demi nama baik Yang Mulia, Beliau akan memilih gadis lain untuk dia nikahi." jawab Hia ling.


"Kau jenius Hia ling." puji temannya itu.


"Pemuda itu sudah kau amankan di gudang belakang bukan? Apakah dia sudah kau berikan obat perangsang itu?" tanya Hia ling.


"Tenang, kakakmu telah mengurus pemuda itu untukmu." ucap seorang pemuda dari arah pintu.


"Terima kasih, kakak memang yang terbaik." puji Hia ling.


"Jika kau menjadi permaisuri, hidup keluarga kita akan jauh lebih baik. Tentu aku harus membantumu mencapai impianmu ini." ucap pemuda yang ternyata adalah kakak dari Hia ling.


"Besok pagi sekali kalian harus datang dan mengumpulkan orang-orang untuk memergoki sang calon permaisuri bergaul secara tidak bermoral dengan seorang pemuda yang bukan calon suaminya. Malam ini kalian bisa bersenang-senang biar aku yang akan mengurus sisanya." ucap Hia ling.

__ADS_1


Jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan kalian buat Ze dan yang lain✌


__ADS_2