Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
kehebohan


__ADS_3

Wen yuan dan liu yu pergi memesan makanan dan tempat untuk makan yang terpisah dari tamu lain sementara jin hu di papah oleh ze memesan kamar untuk mereka berempat tempati malam ini.


Jin hu dan ze duduk berhadapan di sebuah meja lalu jin hu memanggil seorang pelayan dan berbicara dengan sangat pelan padanya.


Pelayan mengangguk paham lalu masuk ke dalam. Tak lama kemudian dia muncul lagi memberikan kunci untuk mereka menginap.


Jin hu tersenyum penuh arti menatap wajah cantik Ze sedang Ze tampak tak perduli.


Wen yuan datang melaporkan jika makanan untuk mereka telah tersedia.


"Maaf tuan makanan kita telah siap di dalam." lapor wen yuan


"Apa anda ingin aku memban..." wen yuan menghentikan kalimatnya mendapati tuannya melototi dirinya seolah berkata jangan ikut campur.


"Hm lebih baik kita segera makan agar kita bisa segera membersihkan diri lalu istirahat. Tubuhku sudah sangat lengket rasanya." ajak Jin hu segera agar ze tak curiga.


Ze kembali memapah Jin hu hingga ke tempat dia akan makan. Wen yuan menghela napas pasrah menyaksikan tuannya tersenyum.


"Sudah aku duga jika tuan sedang berpura pura terluka parah dan tak bisa berjalan normal agar bisa lebih dekat dengan putri ze. Bagaimana mungkin bisa seorang tak bisa jalan tanpa ada seorang yang memapahnya sedangkan kakinya tak terluka sama sekali huh?" Batin wen yuan

__ADS_1


Sedang semua orang yang berada di luar dan dalam penginapan heran, takjub dan merasa tak percaya dengan penglihatannya. Mereka merasa sedang berhalusinasi.


Bagaimana tidak, saat ini mereka melihat seorang yang tak tersentuh seperti jin hu datang dengan merangkul seorang gadis.


Sejauh yang di ketahui banyak orang jika Jin hu sangat tak suka jika ada yang menyentuh dirinya dan tak ada yang berani menyentuhnya baik itu pria apa lagi wanita.


Orang terakhir yang nekat untuk menyentuhnya adalah putri hua jia yang merupakan anak seorang mentri telah kehilangan tangan kanannya.


"Apakah mataku sedang bermasalah atau aku sedang berhalusinasi?" tanya seorang tamu pada rekannya.


"Ada apa?" tanya rekannya itu.


"Aku seperti melihat yang mulia tuan jin hu merangkul seorang gadis." jawabnya.


walau agak curiga ze pasrah saja karena tak ingin berdebat.


"Astaga benar yang kau katakan aku juga melihatnya." seru rekannya.


"Apakah dunia akan segera kiamat? Seorang seperti yang mulia jin hu bersama seorang gadis dan dia merangkulnya!" seru tamu lainnya.

__ADS_1


"Siapa gadis itu?"


"Entahlah wajahnya tampak asing bagiku."


Ada banyak lagi komentar syok dari orang di sekitar mereka. Kebetulan ruo lan putri ke 2 selir hui sedang makan di sana dengan anak seorang mentri bernama nam jian li.


"Siapa gadis yang bersama yang mulia tuan jin hu?" tanya jian li


Ruo lan terbelalak kaget karena melihat saudarinya yang dia anggap sampah bisa bersama seorang sempurna seperti jin hu.


"Astaga, bagaimana mungkin dia?" seru Ruo lan kaget


"Ada apa denganmu huh?" tegur Jian li


"Gadis itu adalah si sampah putri ze lan putri yang telah dibuang oleh keluarga An" jawab ruo lan


"Hah apa kau tak salah mengenali orang? Bagaimana mungkin seorang seperti yang mulia tuan jin hu rela di sentuh oleh orang rendahan seperti putri ze lan huh?" protes jian li tidak percaya.


Jin hu memang di panggil yang mulia tuan jin hu karena dia telah mendirikan istana megah dan memimpinnya sendiri.

__ADS_1


Meski hanya kerajaan kecil tapi tak ada yang berani mengusik negeri yang di beri nama Negeri atas awan itu.


Meski memiliki istana jin hu tak suka di sebut kaisar, raja ataupun pangeran. Itulah mengapa orang lain akan memanggilnya yang mulia tuan jin hu.


__ADS_2