Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
alasan kemalangan desa youshan 2


__ADS_3

Ze menyimak tanya jawab dari huo nan dan ao tian lalu mulai meminta ao tian melanjutkan ceritanya.


"Lalu apa yang terjadi setelahnya?" tanya ze dan hao nan kembali serius mendengarkan


"Gadis yang mengaku pendeta itu menyetujui permintaan kami tanpa fikir panjang lagi.


Dia berkata "Baiklah aku akan membantu kalian semua. Siapkan panggung yang besar di depan bangunan itu (menunjuk tempat yang di maksud) Besok malam adalah waktu yang tepat untuk upacara penyucian.


Aku akan memanggil rekanku untuk membantu upacara besok malam. Seluruh penduduk harus ikut hadir tanpa terkecuali agar tak menjadi wadah pengalih kutukan." kemudian dia pergi.


kami menyediakan panggung yang saat ini kita tempati seauai permintaanya. ke esokan harinya gadis itu datang membawa rekannya yang kesemuanya seorang wanita.


Mereka membawa sangkar burung dan meletakkannya di tengah panggung. Alasannya bahwa burung itu adalah burung suci dari dewa dan kami percaya saja.


Dia membaca mantra mantra aneh dan setelahnya kami di minta menghadap pada burung suci itu untuk mematahkan kutukan katanya.

__ADS_1


Saat di depan burung itu tubuhku terasa menggigil kedinginan dan tak bisa aku gerakkan sesuai keinhinanku lagi.


Aku tetap sadar dan mengingat apa yang terjadi berusaha berontak tapi tubuhku malah bergerak sesuai perintah mereka.


Setelah itu aku melihat mereka memerintahkan para pria merombak ke 2 bangunan itu sesuai yang kalian lihat saat ini.


kami di bagi 3 kelompok, 1 kelompok perempuan yang sudah bisa hamil dan masih bisa hamil serta para balita di tempatkan di bangunan besar itu.


1 kelompok pria pria masih muda dan perkasa di bangunan sebelahnya dan 1 kelompok sisanya seluruh penduduk yang tidak termasuk dalam kategori ke 2 nya di tempatkan di lorong bawah tanah yang memang sudah lama ada sebagài tempat persembunyian kami saat ada penyerangan.


lama ke lamaan akhirnya jadi 1 minggu sekali dan untuk mencegah kekurangan tumbal kami di jadikan seperti hewan pejantan dan indukan yang harus selalu produktif.


Setelah melahirkan dan bayinya di jadikan tumbal maka sang ibu akan di kirim pada kami untuk di gagahi agar berisi lagi.


Bagi wanita yang tak lagi bisa hamil akan di satukan dengan penduduk lain di dalam ruang bawah tanah.

__ADS_1


Kami sungguh sangat berterima kasih pada kalian semua yang tak hanya menolong kami terlepas dari mereka juga masih mengobati kami semua." jelas ao tian lalu bangkit dan berlutut di lantai


"Terima kasih putri! terima kasih pangeran! terima kasih tuan!" seru ao tian membungkuk di depan mereka dan di ikuti para warga


"Terima kasih putri! terima kasih pangeran! terima kasih tuan!" seru para penduduk serempak sambil berlutut dan tertunduk.


"Tak perlu seperti itu kalian baru pulih bangunlah. Itu merupakan kewajiban kami sebagai manusia membantu sesama yang tengah kesusahan.


Kami pun hanya manusia biasa bisa jadi suatu saat kami yang dalam keadaan terpuruk dan membutuhkan bantuan.


Tentu dengan membantu orang lain kami berharap saat kami membutuhkan bantuan akan ada tangan terulur untuk kami." jelas ze sambil membantu ao tian bangkit.


"Sekarang giliran kita yang bersenang senang dengan mereka semua." ucap ze menyeringai lalu berdiri dan berjalan ke arah mereka yang tengah kaku tak bergerak akibat racun dari ze.


"Bukankah menyenangkan menjadikan orang lain sebagai mainan?" tanya ze sarkas menatap ke 9 wanita yang tengah terikat itu.

__ADS_1


"kini giliran kami yang bermain pada tubuh menjijikkan kalian itu." ucap ze membuat mereka ber 9 bergidik ngeri.


__ADS_2