
Ze duduk di kursi kayu diikuti Jin hu yang juga duduk tepat di depannya. Ze menatap Jin hu menuntut penjelasan tentang maksudnya mengumumkan rencana pernikahannya dengan Ze tanpa membahasnya terlebih dahulu dengan Ze.
"Sekarang jelaskan alasanmu mengumumkan rencana pernikahan yang belum kita bahas." ucap Ze menatap penuh selidik ke arah Jin hu yang dia kenal memiliki beribu alasan atas segala tindakannya.
Ze menatap lekat wajah Jin hu untuk memastikan bahwa jawaban Jin hu adalah suatu kejujuran bukan alasan semata untuk menghindari amarah Ze.
"Siapa yang bilang kalau kita tidak pernah membahas masalah pernikahan kita?" tanya Jin hu.
"Aku." jawab Ze singkat.
"Salah, sangat salah sayang. Sebelum kita pergi ke kerajaan api penyucian dan kejadian kau hilang itu, kita pernah membahas untuk melangsungkan pernikahan kita dalam waktu dekat." ucap Jin hu menjelaskan.
"Apakah kau tidak mengingat itu juga?" tanya Jin hu dan Ze menggeleng tanda tidak mengingat itu.
"Ada banyak kejadian akhir-akhir ini dan aku tidak ingin hidup jauh darimu lagi. Saat ini kita sudah berada di istana atas awan dan memiliki kesempatan untuk melangsungkan pernikahan kita. Jadi, apa salahnya kita lakukan dengan segera. Kita bisa menganggap perjalanan ke tempat Huo nanti untuk membantunya adalah bulan madu kita."jelas Jin hu.
"Bagaimana, kau setuju bukan dengan rencana ini?" tanya Jin hu dengan memasang wajah memelas.
"Baiklah, tapi hentikan wajah memelas yang sangat tidak pantas untuk dirimu itu." putus Ze dan dengan refleks Jin hu memeluk erat Ze sangking senangnya.
"Mari keruangan makan istana. Yang lain pasti sudah menunggu kita di sana. Setelah itu kau harus lebih awal untuk beristirahat segera." ajak Jin hu.
__ADS_1
"Mengapa harus beristirahat lebih awal?" tanya Ze heran.
"Karena mulai besok kita akan melakukan beberapa ritual khusus untuk melangsungkan pernikahan yang wajib dilalui oleh setiap pemimpin dari istana atas awan dan calonnya jika ingin menikah." jawab Jin hu.
"Baiklah, ayo kita menyusul yang lain ke ruang makan istana. Aku sudah sangat lapar sekarang. Aku juga ingin membersihkan diri setelah itu." ajak Ze.
"Dimana kamar untuk aku tidur?" tanya Ze.
"Aku tidak mungkin akan tidur di kediaman pribadimu ini bersama denganmu sebelum pernikahan kita dilangsungkan bukan?" tambah Ze bertanya.
"Itu akan menimbulkan pandangan buruk dari semua orang." jelas Ze.
"Kau akan tetap di sini karena ini adalah kediaman milikmu mulai sekarang dan seterusnya. Aku akan menempati ruangan di sebelah kediaman ini selama kita belum melangsungkan pernikahan kita." putus Jin hu.
"Memang benar itu adalah ruangan untuk Wen yuan." jawab Jin hu.
"Dari mana kau tahu itu adalah ruangan untuk pengawal?" tanya Jin hu.
"Tadi aku melihat Wen yuan memasuki kamar itu sebelum aku masuk kesini. Jadi aku menebak kalau itu adalah ruangan miliknya." jawab Ze.
"Oh, aku sudah memerintahkan beberapa pelayan untuk membersihkan ruangan itu. Untuk sementara Wen yuan akan menempati ruangan untuk tamu. Setelah ini dia akan memiliki ruangan khusus yang lain." jelas Jin hu.
__ADS_1
"Mengapa harus ruangan lain?" tanya Ze heran.
"Bukankah selama ini dia memang menempati ruangan itu?" tanya Ze lagi.
"Itu akan sangat mengganggu dia jika menempati tempat itu setelah kita menikah dan kita menjadi terbatas untuk bermesraan jika dia berada di dekat kita saat malam hari." jawab Jin hu sambil tersenyum jahil.
"Dasar kau!" ucap Ze kesal lalu pergi dari ruangan itu diikuti oleh Jin hu yang tersenyum melihat tingkah Ze yang menggemaskan baginya.
Hai kalian semua para pembaca dan pendukung setia novel
"Pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas"
Jangan lupa untuk tetap terus semangat untuk memberikan dukungan pada novel kesayangan kita ini.
Vote, like dan komen sangat berharga bagi kelangsungan novel ini.
Dukung terus Ze dan Jin hu
Selamat membaca dan semoga kalian selalu sehat dan bahagia.
salam hangat dan sayang dari Author
__ADS_1
Terima kasih