
Jin hu menatap ke arah yang di tunjuk oleh Long dan Ruo dengan kening berkerut.
"Jika gua yang mereka tunjuk ada di sana berarti itu gua yang sedang diawasi oleh Ze saat ini. Mereka sengaja menghindari segala kemungkinan rahasia tentang permaisuri pertama yang masih hidup terbongkar dengan meletakkan permaisuri pertama dalam gua lain tempat suku asli penghuni hutan ini." gumam Jin hu.
"Sangat jenius karena Raja ataupun utusan Raja tidak akan menyerang suku kecil penghuni hutan. Jadi sangat kecil kemungkinan permaisuri pertama ditemukan." gumamnya lagi.
"Ah aku harus segera ke tempat Ze sebelum dia mulai jenuh dan beraksi sendiri." lanjutnya lalu dengan gerakan lincahnya Jin hu segera bergerak ke arah tempat Ze saat ini berada.
Sedangkan di tempat Ze saat ini, Ze masih terus mengamati gua di depannya dan juga gerakan apapun di sekitar gua.
Saat Ze mulai jenuh dia tiba-tiba melihat ada gerakan mencurigakan dari arah kanan dinding gua itu. Karena di dekat gua itu ada sebuah pohon besar dan di bawahnya ada semak rimbun membuat kegiatan orang-orang utu tidak disadari oleh warga suku di sana.
Karena posisi Ze saat ini berada di atas pohon yang tinggi, dia jadi melihat kegiatan mereka walau tidak begitu jelas.
"Bukankah mereka itu rekan dari beberapa orang yang aku dan kak Jin hu tangani tadi? Jika dilihat dari pakaiannya sih itu benar meraka adalah salah satu dari orang-orang itu." gumam Ze.
"Sebaiknya aku mendekat agar bisa melihat dengan jelas apa yang mereka lakukan." lanjutnya lalu mulai kembali bergerak lincah berpindah dari satu pohon ke pohon yang lainnya.
Setelah berada di pohon yang tepat untuk mengamati kegiatan orang-orang yang dia lihat tadi, Ze kembali memperhatikan kegiatan mereka di sana.
Gua dari suku Guogu itu berada di bawah tebing namun tebingnya tidak terlalu tinggi. Sebelah kanannya membentuk tebing yang menghadap ke arah kanan jadi tebingnya seperti membentuk sudut.
"Apa yang mereka lakukan di sana?" gumam Ze.
Tidak lama dua orang di depan menyingkirkan semak-semak tinggi di dinding tebing dan terlihat sebuah gua. Ukuran gua itu lebih kecil dari gua di depan dan Ze menebak jika kedua gua itu terhubung.
"Mereka membawa makanan untuk siapa?" tanya Ze penasaran saat melihat beberapa orang masuk ke dalam gua kecil itu masuk membawa makanan.
"Entahlah aku harus kembali ke tempat semula agar kak Jin hu tidak khawatir karena tidak melihat aku di sana. Urusan gua kecil ini biar diurus saat kak Jin hu sudah kembali." gumam Ze lalu kembali berpindah pijakan dari pohon ke pohon.
Ze sampai di tempat sebelumnya dia mengamati tepat saat Jin hu juga baru tiba di sana.
__ADS_1
"Kau dari mana Ze?" tanya Jin hu.
"Bukankah kau berjanji tidak akan melakukan apapun sampai aku kembali?" tanya Jin hu lagi.
"Bukankah aku berjanji hanya akan mengamati saja? Bukannya berjanji hanya akan diam di sini saja. Aku hanya mengamati dari balik sudut sana." ucap Ze menunjuk ke arah sudut tebing itu.
"Kau dari mana saja? Mengapa begitu lama?" tanya Ze.
"Aku dari dalam sana dan menemukan markas asli para pemberontak itu. Tapi, dari informasi yang aku peroleh, permaisuri pertama berada di dalam gua itu." jelas Jin hu sambil menunjuk gua besar di depannya.
"Jika permaisuri ada di dalam sana apakah itu artinya mereka semua bagian dari para pemberontak itu?" tanya Ze.
"Mereka itu bukanlah bagian dari para pemberontak. Mereka adalah penduduk asli dari hutan ini bernama suku Guogu." jawab Jin hu.
"Mereka tampaknya sengaja menyekap permaisuri pertama tidak di markas mereka agar memperkecil kemungkinan permaisuri pertama ditemukan. Karena mereka adalah pemberontak, tidak menutup kemungkinan jika akan ada utusan guru atau bahkan guru sendiri mampu menyerang dan menerobos masuk dan menemukan permaisuri pertama jika disekap di markasnya." lanjut Jin hu menjelaskan.
"Ya masuk akal juga. Raja Ruo atau bahkan yang lain tidak akan curiga untuk memeriksa gua tempat suku kecil seperti suku Guo gu saat mereka menyerbu." saut Ze.
"Gua kecil?" beo Jin hu .
"Iya di balik sudut tebing itu ada pintu atau gua kecil yang tertutup semak dan pohon tinggi. Aku tebak jika gua kecil itu terhubung dengan gua besar ini." jelas Ze.
"Ayo kita ke sana kalau begitu." ajak Jin hu.
Mereka lalu kembali berpindah-pindah pohon dengan cepat menuju tempat gua kecil yang dimaksud Ze sebelumnya.
"Itu di sana guanya di balik semak itu." ucap Ze.
"Sebaiknya kita bergerak cepat sekarang juga menyelamatkan permaisuri pertama sebelum yang lain menyadari tujuan kita dan akan susah jika kita harus menghadapi semua kawanan pemberontak yang masih tersisa banyak itu." ucap Jin hu.
"Baik ayo kita turun selesaikan penjaga itu tanpa suara." ajak Ze.
__ADS_1
Ze dan Jin hu turun dari pohon dan dengan cepat dan tanpa suara Ze memotong leher dua penjaga hingga tumbang dan Jin hu menekan 4 orang yang lain dengan tenaga dalam lalu mengayunkan pedang di pinggangnya menebas leher 4 penjaga itu.
Mereka masuk dengan cepat ke dalam gua. Dengan lincahnya Ze dan Jin hu berlari menyusuri dalam gua itu.
Mereka menghentikan langkah saat tiba di ujung gua kecil yang ternyata benar jika ujung gua kecil itu terhubung dengan gua yang besar.
Mereka dapat melihat di sana ada sekita 10 orang pria sedang asik makan dan 2 orang wanita sedang menyuguhkan makanan dan menuangkan minuman untuk mereka.
"Lihat penjara kayu itu." bisik Ze menunjuk sebuah penjara kayu di dekat orang-orang yang sedang asik makan itu.
"Aku yakin di dalam sana adalah permaisuri pertama." ucap Ze.
"Ya kau benar sekali. Ayo kita bereskan saja mereka semua." ajak Jin hu.
Ze mengeluarkan belati kesayangannya kini tak hanya satu belati karena, kiri kanan tangannya memegang belati. Jin hu mengeluarkan pedang dari sarungnya.
Mereka berdua menyeringai lalu berlari ke arah oraang yang tengah asik makan itu.
"Hiat srek syat." pedang dan belati berhasil mendapat masing-masing satu leher untuk di tebas.
"Kurang ajar! siapa kalian beraninya mengganggu makan siangku?" seru seorang pria berwajah garang dengan tubuh lebih besar.
"Malaikat maut untukmu." jawab Ze lalu mereka mulai kembali beraksi.
Sembilan orang yang tersisa termasuk dua pelayan wanita itu mengeluarkan pedang mereka dan mulaila perkelahian yang cukup membuat Ze bersemangat.
Karena vote dan like dari readers berkurang ๐ข, Author mau memantau saja dulu ๐. Kalau meningkat berarti masih ada up hari ini๐ tapi kalau tetap berkuran authornya juga tidak ada semangat buat up๐ณ.
Makanya semangat dong Vote dan Likenya bisr author semangat lagi๐.
salam hangat
__ADS_1
Author