
Monster-monster yang tersisa semakin ganas dan kuat. Mereka kembali menyerang kelompok Ze dengan kecepatan serangan yang semakin cepat.
"Aku pikir kalau energi para mahluk ini saling terkait, jika kita membunuh salah satu dari mereka maka energi kehidupan mereka yang mati akan dibagi untuk yang masih hidup." ucap Ze dengan suara keras sambil terus berusaha menghindari serangan brutal dari mahluk itu.
"Ya kau benar, kekuatan serangan dan kecepatan mereka menyerang semakin bertambah setelah kedua kawanan mereka mati." saut Jin hu.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Liu yu.
"Jika kita membunuh salah satu dari mereka lagi maka, aku tidak yakin kita dapat melawan yang tersisa saat mereka bertambah kuat. Tapi, jika hanya terus menerus bertahan dan menghindari serangan, mahluk itu tidak kehabisan tenaga sama sekali tapi tidak dengan kita yang akan kehabisan tenaga dan apakah kita harus menjadi makan siang untuk mereka?" ucap Wen yuan.
"Hanya ada satu cara untuk dapat mengatasi masalah mahluk ini." ucap Ze.
"Apa itu putri?" tanya Wen yuan dan Liu yu bersamaan dengan masih tetap fokus menghindari serangan mahluk itu.
__ADS_1
"Menghabisi mereka bertiga sekaligus dalam waktu yang sama." ucap Ze.
"Sebaiknya kau biarkan aku membantu untuk melawan mahluk itu. Aku tidak yakin jika mereka berdua dapat menyerang mahluk yang tersisa dengan kecepatan gerakan yang sama dengan kau dan Jin hu." ucap Hui tu dari dalam batu dimensi.
"Baiklah aku akan mengeluarkan kamu dari dalam batu dimensi." ucap Ze.
"Buat sibuk mahluk itu dulu, aku akan membawa bantuan untuk kita." ucap Ze dan dengan segera Wen yuan mengambil alih untuk melawan mahluk yang Ze lawan.
Ze bersembunyi di balik pohon lalu mengeluarkan Hui tu dan tidak lupa ular api untuk menjadi bala bantuan. Ze segera kembali pada pertarungan bersama mereka.
"Jangan takut! Ini adalah ular milikku." seru Ze tapi tidak didengarkan oleh mereka yang terlanjur ketakutan dan sudah berlari menjauh.
Tepat saat Ze tiba di tempat yang lain berjuang melawan mahluk aneh itu, Wen yuan terkena serangan dan harus merelakan tangan kanannya untuk menjadi santapan mahluk yang tiba-tiba kembali menyerangnya saat dia tersungkur di atas tanah.
__ADS_1
"Akh.....!" pekik Wen yuan yang lengannya telah terputus dimakan oleh mahluk itu.
Ular api dengan sigap menghantam tubuh mahluk yang ingin kembali menyerang Wen yuan hingga mahluk itu terlempar. Hui tu segera menggantikan Wen yuan melawan mahluk itu sedangkan Ze, dia segera memeriksa keadaan Wen yuan saat ini.
"Untuk sementara kau harus bertahan dengan keadaan ini. telan pil penghenti pendarahan ini dulu agar kau tidak kehabisan darah. Setelah kembali aku akan usahakan agar kau dapat memiliki lenganmu kembali." ucap Ze lalu menaburkan bubuk pada luka Wen yuan membuat luka itu mengering.
"Jaga dia dan pastikan tidak ada yang mendekat kearahnya sebelum aku kembali." ucap Ze pada ular api lalu kembali membantu melawan para mahluk aneh itu.
Ze menggantikan posisi Liu yu melawan mahluk aneh itu karena melihat Liu yu yang mulai kewalahan.
"Gunakan seluruh kemampuan kalian taburkan sedikit cairan pelebur pada ujung senjata kalian agar luka mahluk aneh ini tidak cepat menutup. Setelahnya kita akan bersama-sama menyiram luka mereka dengan cairan pelebur." ucap Ze.
"Ingat untuk serempak memberi cairan pelebur ini pada masing-masing mahluk itu." peringatan Ze pada mereka lagi.
__ADS_1
jangan lupa untuk tetap memberi dukungan pada Ze.