
Setelah mereka berdiri di tempat masing-masing tuan Shu mempersilahkan mereka mengambil masing-masing 2 jenis bahan untuk membuat pil.
"Kalian silahkan mengambil 2 jenis bahan untuk membuat pil." ucap tuan Shu dan para peserta di atas panggung selain Ze maju untuk mengambil bahan.
"Nona Shi?" panggil tuan Shu
"Ya?" saut Ze
"Mengapa anda tidak maju dan memilih bahan?" tanya tuan Shu
"Tidak butuh." jawab Ze datar
"Oh?" tuan Shu kehabisan kata menanggapi keangkuhan Ze.
Banyak mata memandang takjub ke arah Ze yang dengan mudahnya menolak bahan berkwalitas dari panitia.
"Wah nampaknya gadis itu seorang kaya raya. Begitu mudahnya dia menolak bahan ramuan pemberian panitia." ucap penonton a takjub
"Aku rasa dia hanya sedang berlagak." ucap penonton b kesal
"Hm dia gadis yang tidak tahu berterima kasih. Sudah dikasih cuma-cuma bahan yang luarbiasa malah menolak." saut penonton c
Sedangkan di atas panggung para peserta telah bersiap di atas altar masing-masing untuk membuat obat.
Sementara semua telah bersiap Ze masih santai melirik tungku Liu sia dan bersiap dengan api sejatinya.
"gad..." ucap Hui tu menggantung karena Ze memotongnya
"Jangan ganggu dulu aku lagi fokus sekarang." ucap Ze
Liu sia mulai memasukkan bahan dan Ze melihat tangan Liu sia akan menyentuh sebuah tuas di bawah tungkunya.
Melihat itu Ze menyeringai dan mulai mengeluarkan api sejati serta mengerahkan sedikit tenaga dalam untuk membidik celah di bawah tungku yang memang sudah dia lihat saat kemarin memperhatikan Liu sia menyalakan api palsu di tungkunya.
"Sudah saatnya pertunjukan dimulai." ucap Ze memberitahu Hui tu.
Saat tuas tertekan Ze melihat katak ajaib mulai terangkat dari bawah melalui celah bersama naiknya api agar katak tidak terlihat.
Ze dengan sigap mengeluarkan api sejati lalu membungkusnya dengan tenaga dalam dan menyentilnya ke arah celah tungku.
"Wah kali ini aku mengakuimu jenius. Kau dapat melihat celah yang tepat dan bidikanmu sungguh tepat." puji Hui tu
"Kini saatnya kita menonton." ucap Ze
Saat Liu sia akan berpura-pura konsentrasi tungkunya bergetar. Melihat itu banyak orang menatap heran.
"Ada apa ini?" gumam Liu sia
"Mengapa tungku nona Duo bergetar?" tanya penonton a
"Aku juga ingin tahu ada apa." jawab penonton b
__ADS_1
"Lihat tutup tungkunya terangkat." seru penonton a
Sedangkan di tempat keluarga Duo berkumpul saat ini dipenuhi suasana tegang.
"Apa yang tengah terjadi kakek buyut? Mengapa tungku milik Liu sia bergetar seperti itu?" tanya You tao heran
"Aku rasa telah terjadi sesuatu pada katak ajaib di dalam sana kakek." bisik tuan Duo gong xi ayah dari Liu sia
"Aku juga berfikir demikian." jawab tetua Duo
"Ah sial. Aku rasa kesialan gadis itu akan membuat keluarga Duo terkena masalah." ucap Xie lu yi ibu dari salah satu penyerang Ze di hutan saat itu.
Para orang tua dari mereka yang dilenyapkan Ze sudah mencurigai Liu sia karena dia terus berteriak menyebutkan dia tidak bersalah dengan rasa takut semalam.
Flash back on
Liu sia sudah membaringkan tubuhnya dan baru akan memejamkan mata. Tiba-tiba saja ada suara beberapa orang yang sangat dia kenal berseru dan menuduhnya.
"Kau pemb**uh..! Kau memb**uh kami..!" seru seseorang yang ternyata adalah Duo zong ru paman Liu sia yang telah menyerang Ze dan m**i di tangan Ze saat itu.
"Pa paman Zong ru?" ucap Liu sia gugup
"Kau pemb**uh....! Kau membuat kami terb**uh dan kau hidup bebas saat ini." seru seorang gadis
"Ka kamu Sia li?" seru Liu sia terbelalak
"Kamu memb**uh kami...!" seru keenam orang di sana
"Tidak....!" Liu sia berteriak histeris
Mendengar Liu sia berteriak-teriak histeris di dalam kamarnya seluruh orang di kediaman Duo berlari mendekati kamar Liu sia.
"Liu sia...!" Seru tuan Duo memanggil Liu sia.
"Tidak....! Jangan aku tidak melakukan itu." seru Liu sia
"You tao dobrak saja." tuan Duo yang khawatir menyuruh putranya mendobrak pintu kamar putrinya.
"Bruk bruk brak." pintu terbuka paksa.
Saat mereka masuk hanya ada Liu sia yang meringkuk ketakutan di sudut kamarnya.
"Tidak paman Zong ru kalian sudah m**i jangan ganggu aku." ucap Liu sia menepis tangan tuan Duo karena nelihat sosok Zong ru di wajah ayahnya.
Liu sia terus saja berteriak tidak jelas. Para orang tua keenam orang yang diserukan namanya oleh Liu sia menatap tajam ke arahnya bahkan istri dari Zong ru menampar Liu sia.
"Plak" tamparan keras membuat Liu sia sedikit tersadar
"Kau memb**uh suamiku?" Seru jiang liu
"Ti tidak bibi." bantah Liu sia
__ADS_1
"Kau memb**uh Sia li putriku." Seru Xie liu yi geram hendak memukul Liu sia tapi dihalangi oleh tetua Duo
"Sudah hentikan keributan ini." ucap tegas tetua Duo
"Tapi ini tidak adil bagi kami kakek." seru Jiang liu.
"Sudah cukup. Kita akan membahas ini setelah kompetisi alkemish selesai. Kita sudah terlanjur mengutusnya mewakili klan kita." ucap tetua Duo
Mereka semua meninggalkan kamar Liu sia dengan geram dan tatapan penuh benci. Malam itu berlalu dengan tangis pilu beberapa orang karena tau orang terkasih yang mereka cari selama ini telah meninggal dunia.
Liu sia terus terjaga hingga pagi hari karena bayangan keenam orang itu terus muncul saat dia memejamkan matanya.
"Ada apa denganmu adik?" tanya You tao saat melihat kegelisahan Liu sia.
"Tenanglah putriku ibu akan menemanimu di sini." ucap Nyonya muda Duo ibu Liu sia
"Tidurlah sayang ibu ada di sini." bujuk nyonya Duo
"Mereka selalu datang saat aku menutup mata ibu. Aku takut, aku tidak melakukan yang mereka tuduhkan ibu." ucap Liu sia yang tengah meringkuk dalam pelukan ibunya.
"Apa yang terjadi pada adikmu You tao? Mengapa dia jadi seperti itu?" tanya nyonya Duo
"Aku juga tidak tahu ibu." jawab You tao
"Tidak aku tidak melakukan itu." ucap Liu sia dengan tubuh gemetar ketakutan.
"Sebenarnya apa yang terjadi di dalam hutan saat itu?" tanya nyonya Duo lagi
"Akupun tidak tahu ibu. Saat aku tiba Liu sia telah terluka dan hampir saja m**i di tangan kakak kedua." jawab You tao
"Ada apa ini sayang? Mengapa kau tiba-tiba seperti ini?" gumam nyonya Duo dengan air mata menetes membasahi pipinya.
Flash back off
Damai kita yahβ
jangan marah-marah dongπ
Author butuh banyak waktu dalam membuat cerita ini jadi wajar jika author hanya bisa membuat sedikit up perhari.
Coba aja buat nulis novel klo tidak percayaπ
Kalian akan faham kesusahan author jika telah mencobanya.
Jangan lupa dukungannya
vote like dan komentnya sangat author harap
kalau ada tip juga author sangat bersyukur
salam hangat
__ADS_1
author
πππππ