Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Keangkuhan dan keserakahan tetua nam 2


__ADS_3

Setelah membantu membersihkan tubuh jin hu ze keluar agar jin hu dapat membersihkan tubuh bawahnya.


Setelah itu jin hu keluar dengan langkah yang sengaja di buat agak berat tertati akhirnya ze membantunya ke ranjang.


Ze segera masuk ke bilik mandi dan membersihkan dirinya. Setelah itu dia berhabung di kamar dengan jin hu.


Ze merasa sangat canggung sekamar dengan jin hu. Ze merasa jantungnya berdebar saat tak sengaja bertemu tatap dengan mata jin hu.


"Ada apa dengan jantungku ini mengapa berdebar kencang? Apa ini reaksi tubuh ze lan?" batin ze


"Sebaiknya aku.." belum selesai kalimat ze suara ketukan pintu mengintrupsinya.


"tok tok tok"


"Siapa itu?" tanya jin hu kesal


"Yang mulia tuan jin hu di sini ada tetua nam ingin bertemu anda." jawab suara dari balik pintu.


"Brak" tanpa menunggu si empunya kamar mengijinkan dan membukakan kamar tetua nam mendobrak masuk.


Jin hu sebenarnya marah tapi dia tahan dia ingin melihat apa tujuan orang tua ini ke sini.


Dengan angkuhnya dia duduk di kursi depan jin hu. Karena jin hu menyembunyikan tingkat pencapaiannya tetua nam tetap angkuh.


Tak lama mentri Nam pun masuk ke dalam kamar di ikuti putra tertuanya Nam cui xi mereka berdiri di samping tetua nam.


"Ada urusan apa kalian datang ke tempatku malam hari?" tanya jin hu

__ADS_1


"Ada apa katamu huh? kau telah membuat putri berbakat dari keluarga kami jadi cacat dan masih bertanya urusan kami apa?" geram mentri nam


"Lalu apa mau mu hm?" tanya jin hu santai


"Karena kau yang membuat jian li kami cacat maka kau harus bertanggung jawab akan dirinya." jawab tetua nam dengan gaya angkuhnya.


"Tanggung jawab?" beo jin hu


"Ya tanggung jawab karena ulahmu itu jian li kami menjadi cacat maka kau yang harus bertanngung jawab dengan hidupnya kedepan." jawab tetua nam masih dengan angkuh memandang remeh. Karena dia fikir jika dirinya lebih hebat dan kuat.


"Baiklah maka aku akan menanggung hidupnya." tetua nam beserta anak dan cucu sudah tersenyum bahagia karena menganggap jika jin hu menerima jian li sebagai istri.


"Semua kebutuhannya akan aku tanggung hingga dia memiliki pendamping. saat dia menikah maka itu menjadi tanggung jawab suaminya." tambah jin hu membuat tetua nam geram.


Sementara tetua nam berbicara pada jin hu, mentri nam dan putranya Nam cui xi sesekali melirik ze penuh selidik.


Bahkan mereka berada di dalam satu ruangan tertutup hanya berdua saja. Tak ada juga tampang tak suka terhadap kehadiran gadis itu.


"Kau fikir kami tak mampu memenuhi segala kebutuhan jian li?" geram tetua nam


"lalu apa mau mu huh?" tanya jin hu santai.


Mendengar perdebatan jin hu dan tetua nam membuat ze bosan dan akhirnya menguap. jin hu melihat itu menjadi semakin kesal dengan 3 orang di depannya itu. Seharusnya dia dan gadisnya sudah istirahat sekarang.


"Apakah ze kecilku sudah mengantuk?" tanya jin hu lembut pada ze membuat 3 orang di depannya terbelalak kaget.


"sejak kapan jin hu ini bisa lembut dengan seorang gadis? siapa gadis ini bisa menaklukkan gunung es si pria kejam ini?" batin tetua nam

__ADS_1


"Siapa gadis yang bisa membuat yang mulia tuan jin hu nersikap penuh kasih ini?" batin mentri nam dan putranya.


"Maka tidurlah lebih dulu." tawarnya sembari tersenyum membelai lembut pucuk kepala ze membuat tetua nam kesal.


"Tak apa biar aku menunggu di sini." tolak ze


"Baik jika sudah tak tahan kau bisa tertidur lebih awal." jin hu


"iya." ze


"Sebaiknya kau menelan pil penguat roh karena orang di depan akan mencoba memekan menggunakan penekan roh." bisik jin hu dan ze diam diam menelan pilnya tanpa ada yang menyadari.


jin hu tahu betul orang tua di depannya telah tiba di ambang batas kesabarannya sebagai orang angkuh dan egois.


Halo para readers ku yang kece badai semua


Karena kalian semua banyak yang minta up yang banyak atau crasy up, gimana kalau author buat challenge buat para readers.


tembus 300 like dan 100 koment 10 up buat kalian.


Semangat 💪💪💪💪💪


terima kasih


Author


😙😙😙😙😙

__ADS_1


__ADS_2