
Sementara wen yuan dan liu yu sibuk memberi minum ramuan pada seluruh penduduk dan Rui huo nan sibuk dengan para pengikut aliran sesat itu, Ze dan jin hu berjalan menuju tempat ibu dari bayi yang hampir menjadi tumbal tadi di bawa tak lupa cece yang juga ikut mengekor di belakang mereka.
Ze melihat sebuah bangunan terpisah di sebelah bangunan tempat para wanita di sekap. Bangunan itu sedikit lebih kecil dari bangunan penyekapan para wanita.
"Aku rasa ini adalah tempat di mana para pria di sekap." ujar ze
"Memang benar tapi kau harus menyiapkan mentalmu. akan ada kejutan buatmu di dalam sana." saut hui tu dengan nada mengejek
"Apa maksudmu?" tanya ze penasaran
"Sebaiknya kau tutup mata saat kau membuka pintu itu. Jangan katakan jika aku tak memberi peringatan pada dirimu. Ada pemandangan menyeramkan bagi seorang gadis kecil seperti dirimu itu." jelas hui tu masih dengan nada ejekan membuat ze panasaran sejaligus kesal.
"Hanya menyeramkan bukan? Aku tak takut darah, bagian tubuh yang terpisah ataupun hantu. Jadi tak perlu tutup mata." jawab ze kemudian mendorong kuat pintu besar di depannya.
"Kriet brak" suara pintu terbuka keras hingga terbanting. 1 2 3 dan
"aaaaa kak jin hu!" seru ze dan jin hu segera memeluk kepala ze menutup wajah ze dengan dadanya.
"ha ha ha ha ha ah dasar kau gadis bodoh yang polos. ha ha bukankah aku sudah memberimu peringatan tadi?" ucap hui tu sambil menertawakan ze
"Kau tak bilang jika itu tubuh bugil para pria." protes ze
__ADS_1
"Bukankah itu hal yang paling menyeramkan bagimu? Sudah aku katakan jika itu menyeramkan ha ha ha ha." jelas hui tu sambil terus tertawa.
"Ada apa kakak ipar?" tanya Rui huo nan
Rui huo nan segera berlari ke arah ze dan jin hu saat mendengarkan teriakan ze.
"Oh astaga apa apaan ini semua?" seru Rui huo nan terkejut melihat ada 5 pria tanpa busana dan 1 orang wanita yang rupanya ibu sang bayi tadi juga tanpa busana tergeletak di lantai.
Jin hu memeluk erat ze yang masih syok melihat pemandangan mengerikan itu.
"Cece tolong bantu Huo nan untuk membungkus tubuh polos mereka semua dengan kain." titah jin hu dan segera cece dan Rui huo nan melakukannya.
"Di depan sana ada pintu menuju ruang penyekapan bawah tanah tempat penduduk pria lainnya berada." jelas hui tu
"Aman untuk matamu tapi, di dalam sana ada banyak orang sudah meninggal lama di biarkan begitu saja. Maka akan sangat bau di dalam sana.
Kau gunakan kain yang di rendam dalam air suci bersama daun linzi lalu kain itu dapat membantumu bernapas lega di dalam sana." jelas hui tu dan ze segera melakukannya.
"Sayang bantu aku menemukan beberapa kain yang dapat di gunakan menutup hidung dan wadah yang cukup untuk merendamnya." pinta ze pada jin hu
"Baiklah tunggu sebentar." jawab jin hi dan segera mencari apa yang di butuhkan ze.
__ADS_1
"mengapa semua rendaman menggunakan air suci?" tanya ze
"Sebenarnya air biasa saja sudah cukup. Tapi kau memiliki stok air suci yang tak akan habis maka apa salahnya menggunakan itu." jawab hui tu santai.
"Untuk apa kau membutuhkan ini?" tanya jin hu saat muncul membawa apa yang di butuhkan ze
"Nanti juga kau akan tau." jawab ze
"panggil yang lain dan beberapa penduduk yang sudah bertenaga untuk ikut bersama kita.
Kita memerlukan banyak tenaga di dalam sana. Cece apa kau masih kuat untuk membantu?" tanya ze dan cece menaik turunkan dahannya tanda jika iya masih kuat membantu.
Mohon maaf author up pertahap soalnya sambil menyelesaikan kerjaan author nyolong nyolong waktu untuk ngetik dan up.
Jangan lupa tetap dukung author biar tetep semangat nulis cerita ze.
selamat membaca
terima kasih
Author
__ADS_1
😀😀😀😀😀