Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
keangkuhan dan keserakahan tetua Nam


__ADS_3

Setelah memutuskan untuk meminta tanggung jawab baik secara baik baik maupun secara paksa mereka bersiap berangkat.


"lalu bagaimana dengan jian li?" tanya si sia


"Tenang kita akan memulihkan kembali tangannya seperti semula. Aku pernah dengar tentang pil regenerasi yang bisa menumbuhkan bagian tubuh yang terputus selama si pemilik tubuh masih hidup.


Aku akan mencari Alkemis hebat untuknya dan aku yakin ada yang bisa membuat pil itu.


Tenang saja jian li adalah kebanggaan keluarga nam aku tak akan membiarkannya berakhir tak berguna.


Dengan ini juga dia akan memiliki suami hebat karena aku akan memaksa jin hu menikahinya karena membuat jian li kita cacat.


Kita juga bisa menguras harta berharga istana atas awan agar klan nam semakin jaya." jawab tetua nam menjelaskan tujuannya.


Si sia sesungguhnya ingin marah melihat tetua nam hanya memikirkan keuntungannya saja.


Tapi, dia tak punya kuasa di keluarga nam terlebih karena putrinya yang selalu jadi kebanggaannya tengah tak berdaya sekaran ini.


"Kereta kita telah siap kakek." lapor mentri Nam.


"Hm mari segera berangkat."


Di penginapan fu rong


Ze mengernyit mengetahui jika kamar yang di pesan jin hu hanya 2 saja.

__ADS_1


"Kenapa hanya 2 kamar saja?" tanya ze


"Karena pengunjung hari ini sangat banyak maka kamar yang kosong hanya tersisa 2 saja." jawab jin hu santai.


"lalu bagaimana dengan mereka berdua?" tanya ze


"Mereka akan menggunakan 1 kamar berdua. bukankah mereka sesama pria dan pengawal.


Lalu kita akan menempati kamar satunya lagi." jawab jin hu membuat ze kesal.


"Tidak. Bagaimana mungkin bisa kita bersama dalam satu kamar?" protes ze


"Apa yang kau khawatirkan? Aku sedang terluka dan kita hanya semalam saja di sini lalu kita berangkat besok pagi." bujuk jin hu


"huft baiklah tapi ingat jangan macam macam. Jika tidak aku tak keberatan membuatmu tak akan mampu membuat keturunan." ancam ze


"Aku janji oke. sekarang mari kita masuk aku sudah tak tahan ingin membersihkan diri." ucap jin hu tersenyum licik


"Apa lagi yang di rencanakan tuan ku yang ajaib ini huh?" batin wen yuan melihat senyum dari sang tuan.


"Pergilah bersihkan diri dan istirahat agar besok kita bisa berangkat pagi." titah jin hu pada liu yu dan wen yuan dan mereka segera laksanakan.


"Baik tuan" jawab mereka kompak lalu beranjak segera.


Di dalam kamar jin hu dan ze

__ADS_1


"Ze kecil bantu kakak jin beganti pakaian dan bersihkan tubuhku." pinta jin hu


"Kenapa harus di bantu dan kenapa bukan wen yuan saja yang kau pinta huh?" ptotes ze


"pertama lenganku tak bisa ku gerakkan dengan bebas. kedua apa kau tak kasian pada mereka telah tidur dan kau bangunkan?


Ayolah bantu aku. kakak jin mu ini sungguh tak nyaman dan tak akan bisa tidur dengan tubuh lengket berkeringat." pintanya memelas membuat ze menghela napas pasra dan akhirnya menyetujuinya.


"huft. Baiklah, tapi hanya bagian atas saja oke?" pasrah ze membuat jin hu tersenyum bahagia.


"oke sekarang papah aku ke kamar mandi." pinta jin hu.


Ze memapah jin hu kekamar mandi dan membantu membukakan baju jin hu. Ze baru memperhatikan tibuh jin hu yang ternyata membuat dia memerah.


Sebelumnya dia hanya fokus pada luka jin hu jadi tak sadar jika tibuh jin hu begitu indah terbentuk.


Ze menunduk menutupi kegugupannya dan wajah yang memerah. jin hu yang menyadari itu menyeringai. Jin hu mencoba menggodanya.


"Kenapa kau menunduk huh? apa kau malu melihat tubuhku? Bukankah sebelumnya kau pernah melihat dan menyentuhnya?" tanyanya beruntun menggoda ze membuat wajah ze semakin memerah malu.


"Sebaiknya kau diam atau aku tak akan mau membantu mengelap tubuhmu dengan kain basah." ancam ze


"Baiklah ze kecilku aku tak akan lagi menggidamu oke?" jin hu.


Ze mulai mengelap punggung, dada, leher, dan lengan jin hu dengan hati hati. Jin hu terus menatap wajah serius ze dan senyum selalu tersu***ing di bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2