
Semua orang yang hadir termasuk para peserta di atas panggung kini terfokus pada tungku yang ada di depan Liu sia yang tidak berhenti bergetar dari tadi.
"Oh astaga apa yang melompat keluar itu?" seru seorang penonton saat melihat katak ajaib milik keluarga Duo itu melompat keluar dari dalam tungku.
"Astaga mengapa ada seekor katak di dalam tungku miliknya?" tanya penonton lain.
Katak itu menggelepar gelepar menahan panas membakar dari api sejati yang dilempar ke arahnya oleh Ze.
Katak ajaib kemudian memuntahkan beberapa butir pil huifuqi tingkat tinggi yang membuat semua orang menganga.
"Bukankah yang dimuntahkan katak itu adalah pil?" tanya nyonya Liu terbelalak karena syok.
"Iya itu pil huifuqi tingkat tinggi." jawab master Shen
"Kurang ajar keluarga Duo ini. Itu artinya kita semua telah mereka tipu selama bertahun-tahun. Mereka bukanlah alkemish tapi, merka menggunakan katak ajaib sebagai pembuat pil mereka." ucap master Qi geram
"Coba kalian lihat katak ajaib itu terbakar." seru nyonya Liu
"Api sejati?" gumam ketua Yui yang baru tiba di tempat kompetisi.
Ketua Yui kini sudah bisa bergerak kembali karena telah mendapat penawar dari Ze. Semua itu karena tadi malam para juri datang meminta dan memohon Ze agar mau mengampuni ketua Yui dan memberikan penawar racun pelumpuhnya.
Saat katak itu habis terbakar dan menjadi abu, semua mata menatap tajam kearah keluarga Duo dan Liu sia bergantian.
"Sekarang saatnya kalian dari keluarga Duo menjelaskan kepada kami semua do sini, kenapa bisa ada seekor katak ajaib keluar dari tungku ramuan nona Duo!" seru tuan Shu kearah tetua Duo.
"Itu bukan milik kami. I itu pasti ulah orang lain yang hendak memfitnah keluarga kami." bantah tuan Duo ayah dari Liu sia.
"Dari awal tungku itu ada di tangan kalian dan tidak ada seorangpun yang mendekatinya. Bagaimana bisa seseorang memasukkan katak ajaib itu?" tanya ketua Yui dengan geram.
"Sudahlah tidak perlu kalian ribut-ribut lagi. Jika memang katak ajaib itu bukan milik mereka, maka biarkan nona Duo ini tetap melanjutkan membuat pil." saran Ze sambil tersenyum
__ADS_1
"Tapi, dia harus menggunakan tungku lain. Jika dia mampu membuat pil maka mereka bukan penipu. Tapi, jika dia bahkan tidak mampu menyalakan api tungku maka sudah dapat kita semua pastikan jika katak ajaib itu milik mereka dan hasil kompetisi selama ini adalah salah." sambung Ze membuat semua orang berseru setuju.
"Iya itu ide bagus." seru Huo nan di bawah sana.
"setuju!" seru orang-orang di bawah sana.
"Lalu, dia akan menggunakan tungku apa?" tanya tuan Shu.
"Karena dia bisa membuat pil tingkat tinggi maka dia pasti bisa menggunakan tungku milikku ini." jawab Ze
"Ambil tungku ini dan serahkan kepada nona Duo." ucap Ze kepada tuan Shu
"Lalu nona Sh akan menggunakan apa jika tungku nona Shi diserahkan kepada nona Duo?" tanya tuan Shu ragu
"Aku tidak semiskin itu sehingga tidak memiliki tungku lain saat tungku tidak berharga seperti itu aku serahkan pada orang lain." jawab Ze santai.
"Apa dia bilang? Tungku tidak berharga?" tanya penonton a terbelalak syok mendengar penuturan Ze.
"Itu tungku tingkat menengah yang tidak semua alkemis memilikinya hanya alkemis dengan kekayaan berlimpah yang memilikinya. Kebanyakan mereka hanya menggunakan tungku tingkat rendah saja." jelas penonton a.
Banyak orang semakin kesal dengan Ze yang terkesan sombong dalam berkata itu. Padahal Ze hanya mengatakan apa yang memang ada di fikirannya saja.
Ze kemudian menheluarkan tungku alkemis level suci miliknya dari dalam cincin ruangnya. Ze sudah memperkirakan jika keluarga Duo akan menyangkal dan jika dia ingin menantang keluarga Duo dengan membuat pil menggunakan tungku lain maka dia harus menyediakan tungku untuk Liu sia.
Semua orang terkejut melihat tungku yang dikeliarkan Ze dari dalam cincin penyimpanannya.
"Oh astaga itu tungku level suci." seru masyer Qi
"Pantas saja gadis itu menyebut tungku kelas menengah tidak berharga." ucap nyonya Liu
"Iya jika dibandingkan dengan tungku level suci tungku kelas menengah hanya seperti angin yang tidak terlihat." saut master Shen.
__ADS_1
Mereka kini semakin kagum, salut dan iri pada Ze. Bagaimana tidak, di usia yang terbilang masih sangat muda Ze sudah mampu membuat pil yang masuk dalam golongan pil yang sulit untuk di buat dan tidak hanya itu pil yang dia buat berada dalam tongkat tinggi dengan kwalitas sempurna.
Ze juga kini mengeluarkan tungku level suci yang langka dengan harga selangit jika ada yang ingin membelinya. Itupun jika ada yang ingin menjualnya.
"Sungguh kita tidak bisa mengandalkan rumor yang beredar untuk menilai seseorang. Seorang gadis yang dirumorkan tidak berguna dan sia sia ternyata seorang jenius yang sangat hebat." ucap ketua Yui
"Anda benar ketua. Bahkan kami berlima hanya seperti debu jika harus bersaing dengan dia." saut master Kuo
"Bukan hanya kalian bahkan diriku ini tidak bisa dibandingkan dengan gadis itu. Aku rasa pencapaian dia sudah jauh di atas pencapaianku. Aku sangat bersukur karena dia mengampuni nyawaku kemarin." ucap ketua Yui.
Mendengar pengakuan ketua Yui mereka berenam terbelalak. Mereka sesungguhnya juga berfikir sama. Tapi, mereka tidak menyangka jika ketua mereka yang terkenal angkuh itu akan mengakui kekalahannya.
"Siapa sesungguhnya gadis itu. Aku tidak percaya sama sekali jika dia keturunan keluarga An. Pasti ada sesuatu yang dirahasiakan tentang gadis itu." ucap ketua Yui.
"Anda benar ketua. Seorang jenius sepertinya pasti keturunan seorang yang jenius pula tidak mungkin dia berasal dari keluarga biasa seperti keluarga An." saut master Shen.
"Sudahlah itu bukan ranah kita untuk ikut campur. Tuan Shu lanjutkan kompetisinya. Walau kita sudah bisa memastikan siapa pemenangnya." seru ketua Yui pada tuan Shu
"Baik ketua." jawab tuan Shu sembari menunduk hormat lalu segera melangkah ke tengah panggung.
"Mari kita lanjutkan kompetisi ini. Para peserta silahkan membuat pil kalian masing-masing." ucap tuan Shu.
Saat semua peserta memulai proses membuat pilnya, Ze hanya sobuk memperhatikan wajah pucat penuh keringat dari Liu sia.
Ze tersenyum puas melihat penampilan Liu sia yang terlihat sangat kacau itu. Berbeda jauh dari saat pertama dia bertemu dengan Liu sia yang terlihat anggun dan cantik.
Kini Liu sia terlihat mengerikan menurut Ze. Lingkar hitam pada kedua kelopak matanya, wajah pucat pasih dan raut cemas serta takut dari Liu sia membuat Ze ingin menertawakannya namun dia tahan.
"Mengapa kau masih belum menyalakan api tungkumu nona Duo?" tanya Ze.
"A aku akan melakukannya. Lalu mengapa kau tidak menyalakan api tungkumu juga?" tanya Liu sia
__ADS_1
"Kalian terlalu lambat dalam memproses pil. Aku tidak ingin pilku terlalu lama menunggu pil kalian terbentuk. oleh karena itu aku menunggu kalian melakukan tugas kalian dulu." jawab Ze santai.