
"Sekarang aku serahkan mereka bertiga untuk di tanyai oleh yang mulia dan pangeran." ucap Ze lalu mundur dari depan ketiga orang itu dan kini berdiri tepat di samping Jin hu.
"Terima kasih putri Ze. Kami akan bertanya pada mereka secara terpisah saja. Akan membingungkan saat mereka menjawab bersamaan seperti itu." ucap Raja Ruo.
Ze tersenyum mendengar ucapan Raja Ruo. Dia hanya mengangguk lalu Jin hu, Huo nan dan pangeran Rong yuo memindahkan salah satu di antara mereka ke ruangan terpisah.
Mereka memilih mengangkat orang beserta kursinya karena sudah tidak ingin membuka ikatannya lagi. Tingkah mereka bertiga membuat Ze menahan tawanya karena merasa konyol.
Mereka memilih Fu kin sebagai orang pertama yang akan ditanya atau dikorek informasinya, karena memang dia yang dianggap Ze dan Jin hu paling banyak tahu tentang semua rencana dari si dalang utama atas tragedi yang menimpa keluarga Raja Ruo.
"Siapa namamu?" tanya Raja Ruo.
"Fu kin." jawab Fu kin.
"Apa yang kau lakukan selama di sini?" tanya Raja Ruo.
"Mengawasi setiap kegiatan dari pangeran Rong yuo dan melaporkan semua yang terjadi di tempat ini." jawab Fu kin.
"Apa lagi tugasmu selain itu?" tanya Pangeran Rong yuo.
"Memastikan bahwa anda tetap menjadi orang tidak berguna atau menghabisi anda jika tidak bisa memastikan itu." jawab Fu kin.
"Kurang ajar." seru pangeran Rong yuo tersulut emosi di kepalkan tangannya lalu...
"Buak." pangeran Rong yuo menghantamkan tinjunya di wajah pria tadi hingga membuat luka sobek di sudut bibirnya.
"Jika pangeran tidak menginginkan informasi tentang siapa dalang di balik semua itu silahkan lanjutkan dan buat dia mati." ucap Ze membuat tinju dari pangeran Rong yuo yang akan mendarat kedua kalinya di wajah Fu kin terhenti dan menggantung di udara.
"Maaf." ucap pangeran Rong yuo lemah.
"Tidak masalah." saut Ze.
"Siapa yang menyuruhmu melakukan itu?" tanya Raja Ruo.
"Permaisuri." jawab Fu kin membuat mata Raja Ruo, pangeran Rong yuo dan Huo nan terbelalak.
"Permaisuri siapa yang kau maksudkan?" tanya Raja Ruo memastikan.
"Permaisuri anda saat ini." jawab Fu kin membuat Raja Ruo kini mengepalkan kuat-kuat kedua tangannya.
__ADS_1
"Mengapa dia melakukan hal itu?" tanya Ze karena dia tahu ayah dan anak itu sudah tidak mampu bertanya lagi karena sudah sangat emosi.
"Karena permaisuri saat ini dan juga ayahnya menginginkan putranya menjadi calon tunggal penerus istana api penyucian sebagai Raja selanjutnya setelah Raja Ruo." jawab Fu kin.
"Apa lagi kelicikan yang pernah dilakukan dari permaisuri saat ini di belakang Raja untuk mewujudkan tujuannya?" tanya Ze yang ingin Fu kin membongkar tentang permaisuri pertama yang masih hidup.
"Permaisuri saat ini juga berniat membunuh permaisuri pertama saat dia masih menjadi selir untuk merebut posisinya. Namun mengingat ada pangeran Rong yuo yang bisa mengancam posisi putra tunggalnya, permaisuri saat ini memilih menyekap permaisuri pertama beserta putri yang dikandungnya untuk menjadi senjata melawan pangeran Rong yuo nantinya." jawab Fu kin.
Mendengar jawaban Fu kin Raja Ruo dan juga Pangeran Rong yuo membulatkan matanya. Ada sebuah harapan dari pancaran mata mereka.
"Istriku masih hidup?" tanya Raja Ruo ragu.
" Ya dia masih hidup hingga saat ini." jawab Fu kin.
Raja Ruo begitu bahagia hingga tidak mampu menyembunyikan tangis harunya mendengar bahwa istri tercintanya masih hidup.
"Apakah anak yang dikandungnya saat itu selamat?" tanya Raja Ruo.
"Ya dia masih hidup dan bersama ibunya." jawab Fu kin.
"Ya Dewa terima kasih." gumam Raja Ruo.
"Mereka berada di dalam gua di hutan desa Guoin." jawab Fu kin.
"Bukankah itu tempat pemberontak bermarkas?" tanya Huo nan.
"Ya." jawab Fu kin.
"Apa hubungan para pemberontak itu dengan permaisuri saat ini? Mengapa permaisuri saat ini bisa menyekap permaisuri pertama di sarang para pemberontak itu?" tanya Ze sengaja mengarahkan pertanyaan agar Raja Ruo dapat mendapat informasi tentang semua kebusukan permaisuri saat ini.
"Bukan hubungan tapi, permaisuri dan ayahnya Raja Hong adalah otak atau dalang utama di balik pemberontakan itu." jawab Fu kin.
"Kurang ajar keluarga licik itu." geram Raja Ruo.
"Mengapa mereka membuat kelompok pemberontak itu?" tanya Jin hu.
"Untuk mendesak kerajaan api penyucian melakukan pernikahan politik dengan kerajaan Xiali." jawab Fu kin.
"Mengapa para pemberontak tahu semua kelemahan kerajaan kami di saat Hong Kian er belum memasuki kerajaan?" tanya Raja Ruo sudah sangat jijik dengan permaisurinya itu. Dia tidak lagi ingin jika Hong kian er di sebut permaiauri.
__ADS_1
"Itu karena mentri pertahanan anda, adalah mata-mata dari mereka." jawab Fu kin.
"Mentri Qin?" tanya Raja Ruo memastikan.
Fu kin tidak lagi berusaha menggigit bibir untuk mencegah dirinya menjawab jujur, karena percuma saja.
"Aku akan menghabisi mereka dengan tanganku sendiri. Aku akan membawa istri dan putriku kembali" Ucap geram Raja Ruo.
"Mereka tidak lagi di tangan pemberontak utusan permaisuri saat ini." ucap Ze membuat semua mata tertuju ke arahnya dengan tatapan penuh tanya kecuali tatapan Jin hu yang memang tahu maksud dari ucapan Ze.
"Apa maksud putri Ze dengan mereka tidak lagi di tangan para pemberontak itu?" tanya Raja Ruo.
"Mereka aman saat ini. Aku dan kak Jin hu sudah berhasil membawa mereka dari markas penjahat itu." jawab Ze.
"Apakah itu alasan kalian pergi selama hampir satu minggu sebelumnya?" tanya Raja Ruo memastikan.
"Iya Yang mulia. Sebenarnya kami sudah tahu semua dari mulut Fu kin ini sebelumnya." jawab Ze.
"Lalu mengaa kalian diam saja? Tidak memberi tahu aku dari awal?" tanya Raja Ruo.
"Pertama kami ingin memastikan pengobatan pangeran Rong yuo berhasil total dan untuk itu dia butuh fokus. Kedua, kami ingin memastikan jika informasi yang dimiliki orang ini apakah akurat. Ketiga, agar kami dapat melindungi permaisuri pertama." jawab Ze.
"Mengapa kalian tidak membawa istri dan putriku ke sini?" tanya Raja Ruo.
"Jika itu utusan permaisuri saat ini, tentu mereka akan berusaha melukai permaisuri pertama dan putri yang mulia sebelum memasuki istana.
Jika tidak ingin keselamatan mereka kembali terancam, maka kita perlu menangani segalanya di sini termasuk para pemberontak itu.
Tenang saja setelah semua aman mereka akan berada di sini. Di sana adalah tempat teraman saat ini untuk mereka." jelas Ze.
"Akan aku bunuh wanita ular itu dengan tanganku sendiri." ucap Raja Ruo geram.
Pangeran Rong yuo kini tidak lagi mampu berkata-kata karena sudah diliputi emosi. Ze melihat itu dan dapat menangkap kebencian dan amarah dari mata pangeran Rong yuo.
"Kendalikan emosi anda pangeran. Segel hati es yang ada di dalam tubuh anda belum sepenuhnya hilang. Jika anda tidak dapat mengendalikan emosi anda, segel itu akan kembali terbentuk dan usaha kita semua selama ini akan sia-sia saja." tegur Ze.
jangan lupa Vote like dan komentnya
salam hangat dari author
__ADS_1