Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Serangan dari liu sia


__ADS_3

Duo rui yu terbaring di tanah lalu bangkit dengan raut wajah terkejut lalu tiba tiba teriak histeris.


"Akh ah....! kau dasar ja***g tak berguna ja***g bre****k kau telah menghancurkan jerih payahku dalam berkultivasi bertahun tahun. Akan aku bu**h kau ja***g s**lan. Hia sring." Duo rui yu teriak memaki ze lalu mengayunkan pedang ke arah ze dan ze dengan sigap menghalau pedang itu dengan belati miliknya.


"hiat sring sring sring" mereka berkelahi dengan sangat sengit.


Ze memang masih tak bisa mengerahkan tenaga dalamnya karena luka dalam yang masih belum sembuh total. Tapi, soal kemampuan bertahan dan bertarung langsung ze masih handal.


Di tendangnya dada dari Duo rui yu hingga terhempas jauh.


"Duak akh bruk." tubuh Duo rui yu tersungkur di tanah


"akh uhuk uhuk" dia merintih dan terbatuk


"Hanya dengan kekuatan asli dari tubuhmu tanpa kultivasi kau ingin menghabisiku? Kau sungguh menilai dirimu terlalu tinggi huh.

__ADS_1


Aku bukan orang yang mampu kau singgung tanpa menerima resiko yang berat heh. Sementara ini aku sedang tak ingin untuk bersenang senang dengan dirimu maka kau tak akan merasakan derita panjang sebelum kau binasa.


Aku akan buat m**imu cukup mudah. syut, jarum itu agar kau tak banyak bergerak saat malaikat maut menjemput dirimu. sret" Ze mengiris leher Duo rui yu.


"Kalian duluan yang menginginkan nyawaku maka aku tak salah bukan jika menghabisi kalian semua. Diantara kita hanya ada dibu**h atau mem****h tentunya aku tak ingin jadi pihak yang di b***h maka kalian harus terima nasib menjadi pihak yang terb***h" ucap ze saat melihat tubuh kaku Duo rui yu.


"tes tes" ze meneteskan cairan pengurai pada tubuh duo rui yu dan tubuh itu lenyap seketika.


"sebaiknya aku bermeditasi untuk memulihkan tenaga dalamku agar aku bisa membuka pintu batu dimensi segera dan mengambil apa yang aku perlukan.


Saat ze sedang fokus dengan meditasinya itu tiba tiba saja ada yang masuk ke dalam gua tempat ze bermeditasi dan


"Duak bruk akh uhuk uhuk." orang itu menendang dada ze di saat meditasi ze belum tuntas dia lakukan sehingga membuat luka dalamnya bertambah parah dan tubuhnya makin melemah.


"ha ha ha ha... akhirnya aku memdapatkan kesempatan ini juga. kesempatan untuk dapat menghabisimu dengan tanganku sendiri. Dasar kau ja***g tak tahu diri beraninya kau merebut kak jin hu dari tanganku." ucap liu sia sambil tertawa puas.

__ADS_1


"Merebut heh dia tak pernah dan tak akan pernah kau miliki. Dari mana orang bisa merebut darimu sesuatu yang kau tak pernah miliki huh uhuk uhuk." ucapan ze membuat liu sia semakin terbakar emosi dan kembali menendang tubuh ze.


"Apa kau bilang dasar ja***g." maki liu sia geram


"Duak akh duak uhuk uhuk uhuk." meski tak mampu melawan lagi karena terluka parah ze tetap menyeringai dan terkekeh membuat liu sia seolah akan mengeluarkan bola api dari matanya.


"heh heh heh kau fikir dengan aku mati kak jin jin akan memilih dirimu? kau terlalu memandang tinggi dirimu heh uhuk. andai dia akan memilihmu maka saat ini bukan aku yang memiliki hatinya uhuk uhk." ze semakin memprofokasi liu sia.


"Kau berani mengatakan kak jin hu mencintai dirimu huh kak jin jin bersamamu karena kau yang telah nenggodanya huh. jika kau merasa kak jin hu akan terus memilihmu walau kau m**i maka aku sungguh sungguh akan mengakhiri hidupmu sebagai ja***g sampah tak berguna itu.


Aku pastikan jika aku akan memiliki kak jin hu saat kau telah menjadi mayat huh. sekarang terimalah ajalmu saat ini juga." ucap liu sia semakin emosi lalu menghunuskan pedang ke arah ze dan


"hia......t" liu sia mengarahkan pedang dan siap menghunus tubuh ze


" jleb akh ah"

__ADS_1


__ADS_2