
Pemuda itu mengerutkan keningnya mendapati pernyataan dari Ze. Melihat Ze dan rombongan pergi dia kemudian bergegas menyusulnya.
"Mengapa kau tidak mau menerima aku sebagai muridmu?" tanya pemuda itu
"Aku tidak menerima murid." jawab Ze
"Mengapa tidak?" aku tidak mau saja
"Ayolah terima aku." pinta pemuda itu
Jin hu mulai kesal dengan kehadiran pemuda yang terus saja mengikuti dan meminta Ze untuk menjadikannya murid.
"Apa yang kau mampu lakukan?" tanya Ze
"Maksudnya?" tanya pemuda itu bingung
"Kau memiliki kelebihan apa untuk menjadi muridku?" tanya Ze lagi.
"Aku memiliki bakat alkemish dan mampu menyerap cepat pelajaranku" jawabnya
"Ada banyak orang yang memiliki itu." Ze
"Aku... mm aku memiliki..." pemuda itu terlihat ragu mengatakan terusan kalimatnya.
"Sudahlah aku sedang tidak ingin berbicara dengan orang lain. Aku sangat lelah untuk hari ini. Jika kau ingin mengatakan sesuatu besok pagi tanyakan pada Wen yuan tempatnya." putus Ze
"Sayang mataku sudah tidak ingin kompromi." ucap Ze yang kemudian langsung tertidur begitu saja.
"Pengaruh dari bunga kelahiran masih dia rasakan rupanya." ucap Liu ku.
"Apa maksud dari paman Ji?" tanya Jin hu penasaran
"Pasti selama ini Ze sering tertidur kapan dan di manapun tidak perduli apa atau siapa yang berada di sekitarnya." ucap Liu ku
"Iya. Bagaima paman bisa tau? Selama ini paman masih mengawasi kami?" tanya Jin hu heran
"Aku tahu bukan karena aku sedang mengawasi kalian. Tapi, itu adalah efek dari bunga kelahiran yang Ze gunakan untuk obat saat itu. Kau harus terus mendampinginya untuk saat ini. Jika tidak, dia bisa mengalami hal yang sangat buruk yang membahayakan nyawanya di saat dia tertidur di tempat yang berbahaya atau saat dia sedang bertarung." Jawab Liu ku memperingati Jin hu.
__ADS_1
"Baik paman aku akan mengingatnya dan akan selalu berada di sisinya kapanpun dan di manapun itu." jawab Jin hu dan Liu ku mengangguk mengiyakan.
"Sampai kapan Ze akan mengalami waktu tidur tidak terduga seperti ini paman?" tanya Jin hu
"Aku juga tidak tahu pastinya. Tapi, menurut apa yang pernah aku baca efek dari bunga kelahiran dapat berlangsung hingga 3 bulan namun dapat juga hingga beberapa tahun. Itu tergantung dari tubuh setiap orang yang mengkomsumsinya." jawab Liu ku.
Jin hu mengangkat tubuh Ze lalu memandang pemuda tadi seolah sedang menilainya dan berfikir.
"Siapa namamu?" tanya Jin hu
"Namaku Ming hui." jawabnya
"Wen yuan beritahu dia tempat kita menginap." titah Jin hu
"Baik tuan." jawab Wen yuan
"Kau datanglah besok pagi seperti yang telah calon istriku katakan." ucap Jin hu.
"Baik terima kasih tuan." jawab Ming hui dengan senyum bahagianya.
"Ingat untuk datang pagi hari karena jika kau terlambat jangan salahkan kami jika kami telah meninggalkan penginapan." peringat Jin hu
Jin hu meninggalkan tempat kompetisi dengan Ze dalam gendongannya. Wen yuan memberitahu alamat penginapan mereka dan segera menyusul Jin hu beserta rombongannya.
Ke esokan harinya
Ming hui sudah datang ke penginapan tempat Ze dan rekannya menginap. Dia datang sangat pagi bahkan matahari baru menampakkan dirinya dia sudah menunggu di depan kamar Wen yuan.
Saat Ze sudah bangun baru dia diperbolehkan memasuki kamar Ze. Ming hui memandang 4 orang pemuda yang juga berada di dalam kamar Ze dengan tatapan ragu.
"Mereka adalah keluargaku yang pal8ng aku percayai. Jika kau mempercayakan rahasiamu kepadaku, maka kau juga harus mempercayai mereka." jelas Ze saat menangkap raut ragu dari Ming hui ketika memandang keempat rekannya itu.
"Sebenarnya aku memiliki sebuah batu dimensi yang di dalamnya merupakan surga bagi hewan dan tumbuhan roh. Aku melihat batu yang hampir sama persis di lehermu dan aku yakin kau memiliki hal yang hampir serupa pula." jelas Ming hui lalu menunjukkan batu dimensi miliknya pada Ze.
"Lalu apa tujuanmu menunjukkan itu padaku?" tanya Ze.
"Aku masih belum mampu untuk membuka pintu dari batu dimensi milik keluargaku ini. Karena, kakekku belum mengajari aku caranya saat keluarga song dari api penyucian menyerang dan memb***h seluruh keluargaku." jelas Ming hui
__ADS_1
"Kau bilang tadi keluarga Song?" tanya Ze takut salah mendengar.
"Iya keluarga Song dari api penyucian. Mereka mengincar batu ini sehingga menyerang keluargaku. Beruntung aku masih bisa selamat dan kabur. Aku harus mengubah penampilan dan nama panggilanku agar tidak dikenali.
Aku melihat kalung itu di lehermu dan aku yakin jika kau bisa mengajari aku cara memasuki batu dimensi ini." jelas Ming hui.
"Hm seperti itu. Baiklah tapi bukan aku yang akan mengajarimu. Tapi, guruku yang akan mengajarimu." putus Ze
Ze kemudian menulis sesuatu di sebuah kertas lalu memberikannya kepada Ming hui.
"Ambil surat ini dan bawa ke gunung jiuli tunjukkan kepada master Tang atau grand master Ji. Beri tahu pada yang berjaga di gerbang kau membawa pesan dari putri Ze lan dan harus langsung di terima oleh master Tang atau grand master Ji." ucap Ze
"Mereka akan membantumu untuk dapat membuka batu itu." jelas Ze
"Baik terima kasih nona Shi." jawab Ming hui
"Ini adalah bunga yang aku janjikan pada nona Shi saat itu." ucap Ming hui dan menyerahkan bunga api kepada Ze.
"Hm terima kasih dan ambil ini sebagai ganti tanamanmu ini." ucap Ze lalu memberikan beberapa pil level tinggi kwalitas sempurna.
"Tidakkah ini terlalu banyak untuk diberikan kepada orang lain?" tanya Ming hui ragu namun matanya menatap berbinar ke arah pil itu.
"Itu sepadan dengan apa yang telah kau berikan kepadaku. Pergilah dan gokus pada latihanmu. Masalah keluarga Song akan kita urus saat aku menyelesaikan urusanku di sini." jelas Ze
"Kita?" beo Ming hui
"Iya kita. Aku juga memiliki urusan dengan keluarga Song itu dan masalahku dengan keluarga bejat itu hampir sama persis dengan masalahmu dengan mereka." jawab Ze
"Baiklah aku akan berusaha berlatih lebih kuat lagi agar dapat membalas dendam keliargaku." tekad Ming hui
"Ya kau harus berusaha lebih baik lagi." ucap Ze
"Terima kasih putri." ucap Ming hui
"Hm." jawab Ze singkat lalu Ming hui segera pergi dari tempat itu.
"Temui raja Ruo dan katakan kita akan menyusul ke kerajaan api penyucian segera setelah urusanku di sini telah selesai." ucap Ze pada Huo nan dan Jin hu.
__ADS_1
"Apakah urusan kakak ipar itu berhubungan dengan dendammu pada keluarga Nam, keluarga Wei dan keluarga An?" tanya Huo nan penasaran
"Iya kau benar dan sudah saatnya mereka merasakan akibat telah menggangguku." jawab Ze