
Ze hendak menolak karena tidak ingin menyusahkan sang ibu. Tapi, sebelum Ze sempat mengeluarkan ucapan penolakan, Mei yin terlebih dahulu memaksa untuk tetap membantu putrinya itu untuk bersiap.
"Aku sudah merawat dirimu sejak kecil dan baru belakangan ini aku sudah tidak pernah mengurus segala kebutuhan putri kesayanganku ini. Apakah kau sudah tidak ingin ibumu ini merawat kamu karena sudah merasa mandiri?" ucap Mei yin dengan wajah sedih.
"Biarkan ibumu merawat dan menemani putrinya sepuas hati sebelum putrinya ini menjadi milik suaminya. Jangan ambil hak ibumu sebelum kau menikah." ucap Jeong nam bijak.
"Baiklah ibu, ibu yang akan membantu aku bersiap." ucap Ze menghadirkan senyuman di bibir Mei yin.
Ze ke ruangannya didampingi Mei yin dan juga Luo yin yang juga tidak mau kalah untuk merawat cucu perempuan tunggalnya sebelum cucunya itu menikah.
Ze bergegas membersihkan diri setelah ibunya serta neneknya menyiapkan air mandi untuknya. Saat Ze membersihkan diri, Mei yin dan Luo yin menyiapkan pakaian juga perhiasan yang akan Ze kenakan setelah mandi.
Mereka sadar satu hal, setelah bangun dari komanya, Ze tidak lagi pernah menggunakan perhiasan layaknya gadis seusianya. Ze lebih sering terlihat seperti seorang pria.
__ADS_1
"Apakah Ze terlalu memaksakan diri untuk menjadi lebih baik sehingga tidak lagi memikirkan penampilannya ibu?" tanya Mei yin.
"Mungkin Ze hanya bosan dengan penampilan putri yang anggun dan lemah lembut. Setidaknya dia mendapatkan pendamping yang akan menerima dia apa adanya sekarang." jawab Luo yin.
"Ya, ibu ada benarnya juga. Aku tidak dapat membayangkan kalau putriku hidup dalam keluarga Min yang serakah dan licik itu." ucap Mei yin.
"Jangan menyebutkan dan mengingat masa lalu yang buruk. Setidaknya hidup kita dan Ze kecil kita sudah jauh lebih baik saat ini. Hidup di manapun aku tidak masalah asal Ze kita bahagia. Kita harus bahagia karena Jin hu tidak hanya mampu menyayangi Ze, dia juga akan melakukan apapun demi Ze."ucap Luo yin.
"Ya ibu, aku hanya akan memandang kedepan mulai saat ini." ucap Mei yin.
"Jangan bilang kalau ibu dan nenek ingin aku berias." ucap Ze.
"Sebelumnya kau juga sering berias bukan? Mengapa sekarang kau justru jadi sangat enggan berias?" tanya Mei yin.
__ADS_1
"Itu karena dulu aku tidak ada kesibukan lain dan aku sangat naif untuk berias hanya demi orang yang tidak berguna. Aku lebih senang dengan penampilan diriku saat ini." ucap Ze.
"Baik itu terserah selera mu saja. Tapi, untuk saat ini hingga pernikahanmu usai, segala sesuatu tentang dirimu adalah urusan kami." putus Luo yin diiyakan oleh Mei yin.
"Baiklah aku tidak mungkin dapat mengatakan tidak pada keinginan kalian. Lagipula, ibu dan nenek bukan meminta pendapat ataupun ijin dariku kalian sedang memutuskan sesuatu untukku." ucap Ze pasrah.
"Kau sudah tahu rupanya." ucap Mei yin senang.
Akhirnya Ze harus pasrah didandani oleh ibu dan neneknya sehingga dia menjadi jauh lebih cantik dan imut.
Selesai dengan kesibukan ibu dan neneknya yang mendandani dirinya, Ze segera keluar dari ruangan. Dia meminta ibu dan neneknya untuk beristirahat saja karena dia sangat yakin bahwa mereka belum beristirahat sedari dia pergi untuk mengatasi masalah para monster karena menunggu kepulangannya dengan rasa cemas.
"Sebaiknya ibu dan nenek istirahat saja lebih awal. Aku tahu ibu, nenek dan yang lain pasti tidak ada yang beristirahat karena sibuk mencemaskan aku. Istirahatlah lebih awal agar kalian tidak kelelahan." ucap Ze.
__ADS_1
"Baiklah sayang." jawab Mei yin dan Luo yin hanya mengangguk.
jangan lupa untuk tetap semangat memberikan dukungan kalian pada Ze dan yang lain ✌