Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Hm tidak buruk


__ADS_3

Pangeran Rong yuo segera fokus dengan tapanya, Ze segera menotok beberapa titik pada lengan, dada, punggung, dan kepala dari Raja Ruo.


Setelah itu Ze bangun dan meninggalkan dua orang ayah dan anak itu dalam posisi semedi.


"Biarkan mereka seperti itu. Kita hanya harus mengawasi orang-orang yang hendak melukai pangeran Rong yuo." ucap Ze dan diangguki oleh dua orang pria di depannya itu.


Ze, Jin hu dan Huo nan hanya menjaga dua orang ayah dan anak yang sedang bersemedi itu dari pengacau yang hendak mengganggu semedi mereka terutama semedi dari pangeran Rong yuo.


Selama 10 hari mereka bersemedi dan selama itu pula ada banyak sekali yang berusaha menyerang pangeran Rong yuo.


Ze dan 2 orang pria itu siap sedia mengatasi orang-orang yang datang mengganggu. Ada 2 orang yang mereka tangkap sengaja dalam ke adaan hidup untuk di korek informasi saat Raja Ruo dan pangeran Rong yuo bangun dari tapanya.


"Tampaknya sebentar lagi mereka akan bangun dari tapanya." ucap Jin hu.


"Ya kak Jin hu. Sebaiknya kita sudahi tugas Hui tu dan mengeluarkan orang itu dari dalam batu dimensi." bisik Ze pada Jin hu.


"Ya ayo kita lakukan itu." saut Jin hu.


"Lakukan apa?" tanya Huo nan.


"Nanti akan aku ceritakan saat Raja Ruo dan pangeran Rong yuo bangun dari tapanya. Sekarang tugasmu menjaga mereka dengan baik. Sebaiknya kak Jin hu juga di sini saja biar Hui tu yang membantu aku mengurus satu orang itu. Aku khawatir jika saat kita tidak di sini akan ada penyerangan lain yang lebih besar dan Huo nan tidak mampu tangani." ucap Ze.


"Ya kau benar juga. Baiklah aku akan berjaga di sini saja dan kau harus berhati-hati. Pastikan tidak ada yang melihat kau masuk ke dalam batu di mensi itu." bisik Jin hu.


"Ya aku akan berhati-hati. Sebelumnya aku sedang tidak fokus karena arus energi yang kacau di dalam tubuhku dan juga karena aku kelelahan sehingga aku tidak menyadari kehadiran pengintip itu. Jadi, sekarang kak Jin hu tenang saja karena aku sudah baik-baik saja dan tidak dalam keadaan kehilangan fokus." ucap Ze berusaha menenangkan kekhawatiran Jin hu.


Jin hu mengangguk paham dan Ze segera pergi ke kamar tempat Hui tu berjaga.


"Tugas penyamaranmu sudah selesai. Bantu aku membawa keluar tubuh satu orang pengintip itu dari batu dimensi." ucap Ze.


"Baiklah ayo." saut Hui tu.


"Kau begitu bersemangat." ucap Ze.

__ADS_1


"Kau fikir berdiam diri dalam kamar selama berhari-hari tidak membosankan hm?" tanya Hui tu kesal.


"Baiklah baiklah kau sungguh sangat membantu. Terima kasih Hui tu." ucap Ze.


"Baguslah jika kau menyadari itu." ucap Hui tu.


Mereka akhirnya melangkah masuk ke dalam batu dimensi dan berjalan menghampiri tubuh terikat orang yang Ze dan Jin hu sekap selama berhari-hari di dalam batu dimensi.


"Ayo bantu aku memindahkan tubuh orang ini." panggil Hui tu saat melihat Ceri emas mendekat.


"Ba ba ba." saut Ceri emas dan segera melilitkan sulurnya pada tubuh pria itu.


"Ayo kita segera membawanya keluar sebelum Raja Ruo bangun dari tapanya." ucap Ze dan mereka segera keluar dari batu dimensi membawa pria terikat itu.


"Huh orang ini tubuhnya kecil tapi cukup berat juga." keluh Hui tu.


"Jangan mengeluh seolah kau hanya sendiri membawa tubuh orang itu. Aku lihat juga Cece lebih banyak andil mengangkat tubuhnya kau hanya membantu untuk tetap menyeimbangkan tubuhnya saja." protes Ze.


"Tetap saja aku membantu dan kau hanya menjadi penonton saja." bela Hui tu.


"Habis manis sepah di buang kita Ceri." kesal Hui tu.


"I i i." saut Ceri emas.


"Sudah pergi cepat atau aku akan memberi kalian tugas yang akan membuat kalian jera." ancam Ze.


"Ayo kita pergi saja Ceri." ajak Hui tu.


Mereka menjaga mulut agar tidak mengucapkan sedikit pun tentang batu dimensi apa lagi menyebutkan batu dimensi langsung. karena, pria terikat di depan mereka itu dalam keadaan sadar dan Ze yidak ingin mengambil resiko tentang batu dimensi yang akan terbongkar.


Hui tu dan Ceri emas masuk ke dalam batu dimensi diantar oleh Ze, karena saat ini Hui tu sudah menjadi manusia dia tidak bisa keluar masuk batu dimensi sesukanya tanpa Ze bersamanya melewati pintu dari batu dimensi itu.


Ze lalu membuka penutup mata dari pria terikat itu lalu tersenyum sinis menatap pria itu.

__ADS_1


"Hampir tiba saatnya kau berhadapan dengan Raja Ruo dan putra pertamanya." ucap Ze lalu keluar dari kamar itu.


Ze keluar dari kamar dan mendapati jika dua orang ayah dan anak itu sudah bangun dari tapa mereka dengan wajah berbinar bahagia.


"Hm tidak buruk." ucap Ze membuat semua menatap ke arahnya.


"Apa yang putri maksud dengan tidak buruk?" tanya Raja Ruo.


"Ini tidak hanya tidak buruk tapi juga ini adalah sebuah hal luar biasa." ucap Raja Ruo bangga.


"Jika tanpa pil roh buatanku, pencapaian kalian ini cukup hebat. Tapi, kalian sudah aku beri pil roh terbaik. Pil roh yang kalian telan sebelum bertapa itu sudah berada pada level surga sempurna." jelas Ze.


Mendengar pil roh level surga sempurna mereka semua terbelalak. Mereka tidak menyadari itu sebelumnya karena hanya fokus pada tujuan yaitu terobosan dan memulai kultivasi.


"Pil level surga sempurna dan dia menyerahkan pada kami begitu saja. Putri Ze ini sungguh luar biasa dan sangat total saat membantu." batin Raja Ruo.


"Dia gadis yang luar biasa, tak hanya luar biasa jenius dia juga seorang yang sangat baik. Pil langka dan sangat berharga seperti itu, dia berikan tanpa syarat apa pun pada kami. Jin hu beruntung mendapatkan dia sebagai calon istri." batin Pangeran Rong yuo.


"Itu artinya pencapaian kalian saat ini jauh dari yang aku harapkan. Tapi, sudahlah setelah ini kalian masih dapat meningkatkan kemampuan kalian." tambah Ze.


"Maaf jika yang kami capai tidak sesuai harapan putri." ucap Raja Ruo.


"Tidak apa. Aku rasa itu wajar karena kalian masih memecah fikiran dan hati kalian saat bertapa. Kesedihan dan dendam akan menghambat pencapaian seseorang dan kalian memiliki itu di dalam hati kalia." jelas Ze.


"Lalu, apa yang harus kami lakukan?" tanya Raja Ruo.


"Relakan apa yang pernah terjadi, buan jauh-jauh kepedihan serta dendam dari hati kalian." jelas Ze.


"Jika itu tidak bisa maka tuntut balas atas dendammu agar kau bisa lega dan hatimu bisa nyaman untuk melepas dendam itu." lanjut Ze.


"Baik putri Ze. Akan kami ingat dan usahakan lakukan semua sesuai arahan putri Ze." saut Pangeran Rong yuo.


"Aku ada sesuatu untuk kalian berdua. Ini ada hubungannya dengan luka dan benci yang kalian derita selama bertahun-tahun lamanya ini." ucap Ze.

__ADS_1


"Apa itu?" tanya mereka bersamaan.


Jangan lupa tetap dukung Author dan Ze


__ADS_2